Donald Trump Hujat Muslim, Arkarna Angkat Bicara

Anto Karibo diperbarui 12 Des 2015, 10:21 WIB

Fimela.com, Jakarta Teroris. Demikian cap yang sering disematkan dunia Barat kepada masyarakat yang memeluk agama Islam. Donald Trump salah satunya. Kandidat Presiden Amerika Serikat itu bahkan menyatakan akan melarang muslim ke Amerika. Reaksi beragam pun didapatkan, termasuk dari Arkarna, band rock alternatif asal Inggris.

"Sedih banget ya apalagi dibawa-bawa ke politik. Bukan hal yang harus disangkutpautkan," kata Ollie Jacobs, sang vokalis di kantor Warner Music Indonesia, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Menurutnya, masyarakat dunia tak harus mengikuti apa yang digemborkan oleh propaganda politisi dunia yang memiliki kepentingan tersendiri. Sebelum ikut menghakimi, selayaknya publik melakukan pencarian atau riset terhadap apa yang dituduhkan.

"Orang harus tahu dulu, research dulu, jangan asal judge ke salah satu kepercayaan. Kasihan kan sama seperti diskriminasi," sambung Ollie.

Dua personil Arkarna ini bahkan membandingkan antara masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas muslim dengan publik Inggris. "Kalau mau dibandingin, orang UK mah jauh. Saya ke sini diterima dengan tangan terbuka. Tiap balik disenyumin, selalu dapat pelukan hangat," ucap Ollie.

Apa yang diberitakan dan dituduhkan oleh media Barat bagi Arkarna justru berkebalikan dengan kenyataan. Meski bukan negara asal, namun Indonesia selalu menjadi rumah kedua bagi mereka karena keramahan dan kehangatannya.

"Nah itu dia, kalau bisa membandingkan justru terbalik dengan pemberitaan yang bilang Islam ini itu. Kalau dibilang mayoritas ya orang-orang di sini sangat 'nerimo'. Kami dianggap saudara. Jadi saya sedih banget dengan anggapan-anggapan di luar sana," tandas Ollie Jacobs.

Tak hanya Donald Trump, bagi kebanyakan masyarakat Barat, Islam dan pemeluknya memang dianggap sebagai agama ekstrimis. Tak jarang, perlakuan negatif pun didapatkan oleh pemeluk Islam di beberapa wilayah. Untungnya, Arkarna punya pandangan yang positif.