Eksklusif Amel Carla, Tak Akan Kesampingkan Pendidikan untuk Film

Regina Novanda diperbarui 15 Des 2015, 07:56 WIB

Fimela.com, Jakarta Menjadi artis di usia yang masih terbilang muda, memang bukan perkara mudah. Amel Nuril Aqmarina atau yang lebih dikenal sebagai Amel Carla sudah memulai debutnya di industri hiburan tanah air sejak usia enam tahun. Saat itu, Amel berkesempatan tampil sebagai pemeran pembantu di sitkom Suami-suami Takut Istri.

Aktingnya yang natural membuat Amel mudah diterima dan dikenal masyarakat luas. Tak hanya akting, dara kelahiran Bontang, 21 Juli 2001 ini pun menjajal dunia tarik suara dengan mengeluarkan single berjudul Jangan Dulu Cinta-cinta yang dinyanyikannya bersama sang kakak, Lintang Aqmarina. Lagu ini pertama kali mendarat di telinga pecinta musik tanah air pada Januari 2014 silam.

Ingin dikenal sebagai artis serba bisa, di usianya yang masih sangat belia itu, Amel sudah mencicipi dunia presenting dan modeling. Meski memiliki postur badan yang cukup berisi, Amel tak pernah merasa minder. Hal ini justru membuatnya semakin percaya diri dan mencoba untuk menciptakan tren baru bagi anak seusianya. Amel kerap tampil dengan poni, bando serta aksesoris yang membuatnya terlihat begitu ceria.

Gayanya yang ceplas-ceplos pun menjadi ciri khas dari seorang Amel Carla. Berbagai acara televisi, sinetron serta film sukses dibawakannya. Bahkan, karakter Karla di sitkom Suami-suami Takut Istri itu berhasil diikutsertakan dalam versi layar lebarnya yang rilis pada 2008 lalu.

Baca Juga

Yang teranyar, Amel ikut serta dalam sebuah film berjudul Ngenest. Dalam film yang diangkat dari novel best seller karya Ernest Perkasa ini, Amel melakoni peran sebagai Ipeh, teman dari Ernest ketika masih remaja. Karakter ini beserta teman-temannya dikisahkan suka men-bully Ernest.

Sentuhan komedi sangat kental dalam film yang akan rilis pada 30 Desember 2015 tersebut. Pada masa itu, etnis Cina memang kerap mendapatkan diskrimisi dari kaum pribumi. Ernest pun mencoba mengangkat dan merangkum realita itu dalam sebuah cerita film yang ringan dan menarik untuk ditonton.

Meski dikenal sebagai komedian, tak serta merta membuat Amel Carla mudah memerankan karakter Ipeh. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini justru mengalami kesulitan lantaran harus beradu akting dengan banyak stand up comedian. Namun, hal tersebut nyatanya tak membuat Amel gentar sama sekali.

Amel malah semakin berambisi untuk mengeksplor kemampuan aktingnya. Apalagi dalam film ini, Amel dituntut untuk tampil tomboy dan gemar men-bully orang lain yang sangat jauh dari kepribadian aslinya. Bagaimana keseruan Amel Carla selama syuting film Ngenest? Lalu bagaimana caranya Amel dapat membagi waktu antara sekolah dan film?

Simak penuturan Amel Carla saat diwawancarai tim Bintang.com, Regina Novanda dan Febio Hernanto di redaksi Bintang.com, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015). 

Bisa ceritakan peran kamu di film Ngenest?

Di sini, aku jadi Ipeh. Jadi Ipeh itu anak yang suka ngebully tokoh Ernest ketika masih remaja. Aku di sini berempat sama kak Viko, Bakrie dan Adit ngebully kak Kevin Anggara yang jadi kak Ernest pas masih remaja.

Tantangan selama syuting?

Enggak ada. Karena Ipeh itu anak Betawi, dia orangnya ngablak. Jadi di sini aku harus lebih ngablak dan tomboy. Tantangan terbesar adalah aku enggak boleh ketawa selama syuting. Itu susah karena di sini stand up comedian semua yang main.

2 dari 3 halaman

Pendidikan Tetap Nomer Satu

Bagi Amel Carla, pendidikan tetap nomer satu dibandingkan karirnya di dunia hiburan. (Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Pengalaman menarik selama syuting?

Banyak. Mulai dari yang lucu sampai panik. Soalnya waktu itu, aku pernah ngatain ibunya kak Ernest, 'Yeni Yeni' gitu dan sepenuh hati banget aku bilangnya. Pas saat itu, kak Ernest langsung diam, aku kira dia marah, ternyata enggak.

Kesulitan enggak adu akting dengan pemain Ngenest?

Enggak, malah gemes banget. Soalnya mereka kan lucu-lucu dan jago akting. Aku di sini akting jadi anak SMP, tapi cuma aku yang masih SMP. Yang lainnya sudah enggak SMP. Seru, sih.

Apa yang menarik dari Ngenest?

Filmnya lucu banget. Durasi satu setengah jam itu isinya ketawa semua kali ya. Mungkin akhir-akhirnya bakal agak-agak unyu gitu. Lalu, film ini itu based on true story. Film Ngenest juga bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari scene anak kecil, remaja sampai dewasa ada di sini.

Apa bedanya syuting sinetron dan film?

Kalau sinetron itu mungkin terlalu banyak waktu nunggunya. Beda sama film, karena bisa diabisin di satu tempat, enggak perlu nunggu scene orang lain. Kru dan orang yang terlibat juga lebih banyak dan seru. Kalau di sinetron orangnya kan itu-itu lagi.

Ketagihan enggak buat main film lagi?

Ketagihan banget, karena resolusi aku buat tahun ini bisa main film. Alhamdulilah sudah tercapai. Ada dua film yang aku bintangi Ngenest dan Love in Dangdut. Aku pengennya main film lagi, tentunya dengan tantangan baru. Kalau sekarang meranin anak SMP, mungkin ke depannya bisa jadi agen rahasia.

Pengennya peran apa sih?

Apa ya, aku sih pengen banget main film action. Gemes-gemes, seru gitu. Nothing is impossible. Pokoknya pengen yang lebih menantang lagi buat akting aku.

Sudah punya persiapan belum buat main film action?

Sejauh ini belum. Ya, tapi aku tipenya kalau suka, pasti sudah aku bakal niatin buat belajar. Pengen banget action, kalau bisa main di film action yang ada unsur komedinya.

Seberapa penting sih film di mata kamu?

Penting banget, tapi lebih penting pelajaran sekolah. Karena menjadi artis itu enggak bakal selamanya. Jadi pendidikan tetap nomer satu. Kalau kita sudah tidak laku lagi jadi artis, kita setidaknya pintar dalam satu hal. Bisa punya pekerjaan lain dari hal yang kita sukai. 

Cara bagi waktu antara akting dan sekolah?

Memang enggak bisa seimbang banget sih. Kalau aktingnya lagi maju, sekolah harus lebih dikorbanin. Begitu juga sebaliknya, kalau lagi sibuk sekolah, job harus dikurangin. Alhamdulilah aku enggak pernah bolos sekolah, paling izin atau sakit saja. 

Seberapa besar minat kamu di akting?

Besar banget. Karena di kehidupan nyata, aku juga suka akting-akting sendiri gitu. Aku pengen mahir di MC sih, pengen wawancarain artis-artis dari luar negeri yang datang ke Indonesia.

3 dari 3 halaman

Tak Masalah dengan Image Artis Cilik

Amel Carla tak pernah mempermasalahkan image cilik yang melekat dalam dirinya. (Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Pengen mempertahankan ciri khas kamu sampai nanti besar? 

Ya, aku kan terkenal dengan model poni aku yang kayak gini. Pokoknya sesuai perubahan muka aku saja nantinya, kalau sudah enggak cocok ya bakal aku tinggalin. Kalau bisa sih dipertahanin.

Gimana cara kamu keluar dari image artis cilik?

Sebenarnya enggak masalah sih. Orang mikirnya Amel Carla yang dulunya kecil, nyablak dan gendut. Nanti lambat laun, mereka bisa lihat sendiri perubahan dari aku. Makanya aku mau terus update setiap tahun, biar orang tahu Amel Carla sudah gede.

Takut enggak sama kritikkan orang?

Enggak, aku menerima kritik dan saran dari penggemar dan semua orang. Karena dari kritik itu, kita bisa jadi lebih baik lagi. Tapi aku enggak berpatokkan pada satu kritikkan saja, kalau sudah banyak yang mengritik, berarti ada yang salah sama aku dan harus diubah.

Pengennya dikenal sebagai apa?

Aku pengennya dikenal sebagai artis serba bisa. Ya, bisa nyanyi, akting, nge-MC, bisa segala macam. Selama aku bisa, ya akan aku coba. Karena aku juga orangnya suka tantangan baru.

Sekarang kamu dikenal sebagai pemain film komedi, ingin nyoba genre baru enggak?

Pengen sih. Sebenarnya, dulu waktu sebelum terlibat di Suami-suami Takut Istri, kerjaan aku itu nangis-nangis doang. Syuting kebanyakkan dapet adegannya itu yang sedih-sedih. Basic sebenernya dari drama, cuma orang lebih kenal aku di komedi sekarang.

Kalau punya kesempatan main film biografi, pengennya pahlawan siapa?

Pengennya film pahlawan itu ya Kartini. Soalnya tiap tahun, orang-orang termasuk Amel itu cuma tahu perayaannya doang, tanpa tahu sejarahnya banget. Lucu kali ya kalau Kartininya kayak aku yang agak gendut gini

Gimana caranya kamu biasa keluar dari kepribadian kamu buat karakter yang kamu peranin di film?

Sejauh ini, aku kebanyakkan dapat peran komedi dan aku sebenarnya suka bercanda, jadi kalau dikasih komedi ya enggak terlalu sulit sih. Bahkan, karakter yang aku bawain suka kebawa gitu ke kehidupan nyata. Tapi aku harus banget bisa ngebedain. 

Pengennya adu akting dengan siapa?

Joe Taslim, dia aktor terbaik. Mau banget adu akting sama dia. Apalagi aktingnya dia bagus banget. Dia juga sudah main di film Star Wars. Kalau aktrisnya mau banget adu akting sama Raline Shah dan Chelsea Islan.

Sudah punya projek ke depan?

Sekarang aku sudah kelas IX, inginnya fokus UN dulu. Paling nanti pas sudah SMA, aku baru aktif lagi. Kalau ada tawaran main film lagi, aku pasti ambil. Pengen banget nyoba nyanyi, sih.

Tertarik buat go international?

Tertarik banget. Karena kalau sudah jadi artis, impian terbesarnya itu ya go international. Makanya kalau lagi liburan ke mana gitu, aku ikut casting-casting saja di luar negeri. Buat menunjangnya, aku lagi belajar akting dan bahasa Inggris.

Harapan untuk karir kamu ke depannya?

Semoga semakin sukses, terus bisa nyanyi nantinya. Bisa main film lebih banyak lagi dan go international. Pengennya bisa ngeluarin single. Kalau nanti berkiprah di bidang musik, pengennya enggak cuma nyanyi saja, tapi bisa sekalian menari juga.

 

Amel Carla adalah satu dari banyak artis muda berbakat Indonesia. Dengan segala bakat dan talenta yang dimilikinya, Amel mencoba berbagi keceriaan dan memberikan warna baru bagi dunia hiburan tanah air. Mimpi dan asa besar disematkan Amel untuk karirnya di masa depan. Semoga sukses, Amel Carla!