Bintang 3 Generasi, Koes Hendratmo Berpacu dalam Karya

Komarudin diperbarui 29 Feb 2016, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Wajah penyanyi senior Koes Hendratmo terlihat segar saat tiba di Hall SCTV  di Lantai 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016) pagi. Lelaki berusia 73 itu didampingi istrinya, Aprilia Puspitawati, wanita yang selalu mendampingi aktivitasnya. Mengenakan kemeja lengan pendek biru, semangat ayah tiga anak itu masih terlihat masih menyala.  Penampilannya pun masih gagah.

"Saya punya moto yang sangat bagus bagi saya. Too rest is to rust. Kalau kelamaan beristirahat, maka akan berkarat," kata pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 9 Februari 1943, sambil mengumbar senyum, kepada Bintang.com, di sela-sela pemotretan khusus 18 Bintang menyambut ulang tahun Bintang.com yang pertama pada 18 Maret 2016.

 

Oleh karena itu, meski usianya tergolong senior, Koes masih tetap bekerja. Ia masih tetap  berkarya dengan memproduksi album, dan penampilannya di luar kota pun masih cukup sering.

Era 80-an, nama Koes Hendratmo sangat menjulang sebagai pembawa acara Berpacu dalam Melodi.  Dalam acara Berpacu dalam yang disiarkan di TVRI ketika itu sangat ditunggu-tunggu para penggemar setianya. Begitu pun bagi banyak orang yang mencintai dunia musik. Tak hanya kemampuannya dalam mengingat judul-judul lagu, tapi juga kepiawaiannya berkomunikasi dengan para peserta hingga mampu membawa suasana cair dan tak membosankan. 

"Dalam suatu kehidupan, kita pasti punya satu lagu, acara, yang menjadi kenangan manis selama hidupnya. Tidak ada pengalaman pahit, yang ada pengalaman yang menyenangkan dalam saat membawakan acara tersebut," kenang Koes. "Sekarang, sudah tidak ada lagi acara untuk orang tua," lanjut Koes sambil tertawa.

"Saya membawakan acara tersebut selama 18 tahun. Itu acara paling lama yang saya bawakan. Nama saya kian melejit lagi saat mengasuh acara tersebut," ungkap Koes yang juga sempat menjadi pembawa acara di Pesta yang disiarkan di Indosiar

Berikut petikan wawancara Komarudin dan fotografer Andy Masela dari Bintang.com dengan Koes Hendratmo. Selama wawancara berlangsung Koes terlihat santai. Sesekali ia tertawa lepas.  Ia menjelaskan perjalanan karier terkini hingga hubungannya dengan media.

 

2 dari 3 halaman

Tetap Berkarya di Usia Senja

Koes Hendratmo terus berkarya, meski usia sudah senja. Ia juga mengajar di klinik musik dan MC yang didirikan di rumahnya (Andy Masela/Bintang.com/Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)

Koes Hendratmo tetap menjalani aktivitasnya dalam dunia tarik suara. Ia juga membuka sekolah musik di rumahnya di kawasan Joglo, Jakarta Barat. 

Boleh tahu, apa aktivitas Anda saat ini?

Sekarang ini saya sedang jualan CD terbaru saya. Hahahaha. Saya menyelesaikan album baru. Album yang kedua ini lagu-lagu Indonesia. Dalam album tersebut memuat empat lagu lama dan enam lagu baru. Judul albumnya Romantika.

Kegiatan lainnya?

Kegiatan saya selain nyanyi dan MC off air, saya juga punya sekolah Koes Hendratmo Singing Clinic & MC. Setiap hari saya mengajar nyanyi berdua dengan istri saya.  Lokasinya di rumah saya di daerah Joglo, Jakarta Barat. Sekolahan saya juga banyak muridnya. Namun, memang murid saya lebih banyak om-om dan tante-tante, sementara sisanya anak muda. Ya, sekitar 40 persen murid saya anak muda.

Sejak kapan Anda mendirikan sekolah tersebut?

Sudah cukup lama. Ya, sekitar 5-6 tahun yang lalu. 

Selain tampil off air dan mengajar, apa cita-cita Anda ke depan?

Mengapa saya mendirikan klinik ini, saya melihat karena sampai saat ini masih belum terdeteksi dan belum bisa terkelola dengan baik, misalnya, pendapatan artis. Sekarang ini sedang diperjuangkan dalam suatu organisasi, mulai dari artis dangdut, dan lain-lain. Tapi sekarang kondisinya masih ruwet. Sekarang ini belum ada kepastian yang jelas.

Artinya, kesejahteraan bagi artis itu sangat penting?

Oh ya. Di negara lain itu yang kaya artisnya, penyanyinya yang kaya.  Di sini bukan artisnya yang kaya, tapi justru orang lain. Di luar keartisannya. Malah bahkan, karya-karya penyanyi kita dibajak gila-gilaan. Sakit hati kita. Kita mengeluarkan biaya yang sanga besar, sementara mereka enak-enakan. Lagu kita keluar hari ini, besok mereka juga ikut menjual dengan harga murah dan dengan kualitas suara yang rendah. Sakit jiwa kita dibuatnya.

Punya pesan dengan banyaknya penyanyi pendatang baru?

Untuk menjadi penyanyi besar, tentu harus konsisten di bidangnya. Selain terus berlatih, mereka harus konsisten. Konsistensi terhadap satu bidang, maka akan membuat mereka menjadi penyanyi yang sukses.

3 dari 3 halaman

Menjaga Hubungan Baik dengan Media

Koes Hendratmo menjaga hubungan baik dengan media dan wartawan. Hal itu selalu ia jaga dengan baik (Andy Masela/Bintang.com/Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)

Koes Hendratmo selalu menjaga hubungan baik dengan sejak awal perjalanan kariernya hingga saat ini. Ia sangat antusias bisa berpartisipasi dalam pemotretan khusus dengan Bintang.com. Koes juga menjadikan momen tersebut sebagai tempat bertemu dengan artis-artis lain. Beberapa kali, ia terlihat ikut potret bareng dengan artis lain, baik rekan segenerasi maupun artis yang lebih muda.

Belakangan terjadi perubahan sangat cepat dalam perkembangan media dari media cetak ke media online. Komentar Anda?

Saya bicara berpatokan pada pekerjaan saya. Jika pekerjaan saya menurun, tentu saya kena imbasnya dari perubahan itu, tapi pekerjaan saya tetap saja stabil. Jadi, saya tidak terpengaruh.

Selama berkarier, baik sebagai penyanyi maupun sebagai MC pernah memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan media?

Saya tidak pernah. Saya justru selalu menjaga hubungan baik dengan media dan wartawan. Kalau perlu saya mengalah dengan mereka. Karena zaman itu merupakan zaman mereka. Saya sangat butuh dengan mereka. Saya selalu berhati-hati berhubungan dengan mereka.  Tidak ada satu benturan yang menyebabkan nama menjadi dijelek-jelekan karena kelakuan saya. Insya Allah sampai sekarang tidak ada. Hubungan saya tetap harmonis dengan media.

Paling saya mengatakan, Bung, jika meminjam foto tolong dikembalikan. Jika mereka meminjam foto saya, paling saya tulis seperti kontrak. Mereka bilang, Mas Koes, kok, peraturannya keras banget, sih. Saya jawab, ini foto-foto saya puluhan tahun lalu. Ini dokumentasi saya yang sangat penting. Dari situ mereka akan tahu. Sebenarnya, foto-foto saya banyak juga yang hilang.

Di zaman Anda keberadaan media sangat terbatas, tak seperti sekarang. Bagaimana Anda bisa menjadi terkenal?

Hubungan yang baik dengan media memang sangat penting. Saat itu saya selalu berusaha agar setiap saya tampil, saya selalu mengajak wartawan. Saya tahu saya harus berjuang keras dan tak muda. Oleh karena itu, dengan mengajak wartawan, maka nama saya akan tetap muncul di media. Saya rela membiayainya dengan modal saya sendiri.

Apa komentar Anda dengan pemotretan 18 Bintang yang dilakukan menyambut ulang tahun yang pertama Bintang.com?

Saya berterima kasih bisa berpartisipasi dalam pemotretan khusus dari generasi ke generasi. Saya dan Mas Bob (Bob Tutupoly) termasuk generasi paling senior. Selain saya dan Mas Bob, ada juga Rima Melati, dan sebagainya. Saya kira ini momen yang sangat bagus buat saya bisa ikut serta dalam acara ini.

Anda pernah punyai pengalaman dipotret secara bersamaan dengan sejumlah artis lain?

Belum pernah. Ini pengalaman saya yang pertama dengan artis dari tiga generasi.

Apa doa dan harapan Anda terhadap Bintang.com menyambut ulang tahun yang pertama?

Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bintang.com, semoga pada tahun-tahun ke depan bisa menjadi media yang paling disukai dan paling digemari oleh masyarakat di Indonesia.