Irshad Manji, Lesbian Muslim yang Penuh Kontroversi

Ardini Maharani diperbarui 10 Mei 2016, 18:31 WIB

Fimela.com, Jakarta Anak muda zaman sekarang tentu belum banyak yang mengenal Irshad Manji. Dia seorang wanita muslim lesbian berkewarganegaraan Kanada. Dalam laman resminya irshadmanji.com, diketahui Manji lahir di Uganda pada 1968. Dia keturunan India dan Mesir. Keluarganya pindah ke Kanada lantaran tak tahan dengan kediktatoran Idi Amin. Di negara barunya ini Manji belajar di dua sekolah yakni sekolah umum dan sekolah Islam (seperti madrasah). 

Tumbuh menjadi orang yang kritis, Manji mempelajari Islam dengan caranya sendiri. Dia tidak mau agama mendoktrinasi dirinya. Menurutnya Islam memerdekakan setiap orang untuk bebas berpikir dan bukan indoktrinasi seperti yang dipelajarinya di madrasah dulu. Dia menjadi sangat liberal dan mengkritik habis nilai-nilai Islam yang dipandangnya ketinggalan zaman.

Salah satu yang dikritiknya yakni percintaan sesama jenis dalam pandangan Islam. Dia meyakini Allah SWT tidak melarang siapa pun mencintai apa pun tanpa batas. “Sebagaimana anda ketahui, saya adalah seorang lesbian dan saya tidak meminta persetujuan kaum muslim atas orientasi seksual saya. Saya hanya meminta persetujuan dari dua entitas saja: Sang Pencipta dan nurani saya,” kata Manji seperti yang pernah dilontarkan saat bedah buku berjudul "Allah, Liberty, & Love" di Komunitas Salihara, Jumat (4/5/2012).

Sebagai seorang lesbian muslim, dia berdiri di depan dalam membela Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Bahkan baru-baru ini Manji mengumumkan pernikahannya dengan seorang perempuan yang sudah 'kumpul kebo' bersama dia selama belasan tahun. Pasangannya itu bernama Laura. Di laman Facebooknya, Manji dan Laura sudah menikah hari ini. Dia mengunggah foto pernikahannya. Keduanya memakai gaun yang cantik lengkap dengan kalung bunga.

What's On Fimela