Film 90-an: Ngulik Film Warkop DKI, Maju Kena Mundur Kena

Regina Novanda diperbarui 27 Mei 2016, 21:56 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi kamu pencinta film komedi era 70 hingga 90-an, pasti sudah tak asing lagi dengan Warkop DKI. Grup lawak yang digawangi oleh Dono, Kasino dan Indro ini sukses melahirkan banyak film-film komedi laris pada masanya dan legendaris hingga sekarang. Sebut saja Gengsi Dong, Manusia 6.000.000 dolar, Chips, Maju Kena Mundur Kena dan masih banyak lagi. 

Film Maju Kena Mundur Kena menjadi istemewa untuk Dono. Mengapa? Sebab dalam film ini, pelawak sekaligus dosen Sosiologi di Universitas Indonesia tersebut 'dikejar-kejar' oleh seorang wanita cantik bernama Marina (diperankan Eva Arnaz). 

Dono sebetulnya hanyalah pemuda biasa yang mengadu nasib di Jakarta. Ia bersama Indro bekerja di bengkel milik Kasino. Ada peraturan unik yang dibuat Kasino untuk dua anak buahnya. Yaitu, mereka tidak boleh menyukai apalagi menjalin asmara dengan seorang wanita.

Padahal, Kasino diam-diam tertarik pada wanita yang fotonya ia simpan di majalah. Wanita itu tidak lain adalah Marina. Semesta akhirnya merestui pertemuan antara Kasino dan Marina. Namun, bukan berawal manis seperti telenovela, Kasino justru harus menelan pil pahit lantaran tahu akan kedekatan Dono dengan Marina.

Dono dan Marina bertemu secara tidak sengaja. Saat tengah jaga malam di bengkel, Dono mendapat 'order' untuk memperbaiki mobil milik Marina. Singkat cerita, Marina ternyata memutuskan untuk pindah kos ke tempat Dono dan kawan-kawan. Mengetahui hal ini, Kasino terus mendekati Marina.

Sayangnya, bukan manis yang dikecap, Kasino justru harus menerima kenyataan kalau Marina adalah istri 'semu' dari Dono. Ya, Marina melakukannya hanya karena tidak ingin dinikahkan paksa oleh kakeknya. Ia pun berbohong dengan mengatakan sudah menikah dengan Dono.

Selain Eva Arnaz, film ini juga menampilkan bidadari Warkop DKI lainnya seperti Lydia Kandou. Disutradarai oleh Arizal, Maju Kena Mundur Kena berhasil menjadi film terlaris pertama di Jakarta pada tahun 1983 dengan perolehan 658.896 penonton. Bahkan, menurut data yang dimuat filmindonesia.or.id, film ini menjadi film terlaris pertama dari Warkop DKI.

Tak cuma sukses secara penghasilan, Maju Kena Mundur Kena juga diapresiasi oleh Festival Film Indonesia 1984 dengan maraih penghargaan piala Antemas untuk kategori Film Terlaris 1983-1984. Banyolan demi banyolan di film ini sanggup membuat penonton setia Warkop DKI sulit beranjak dari tempat duduk.