Pesan Jokowi di Peringatan Nuzulul Quran

Asnida Riani diperbarui 22 Jun 2016, 07:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Tepat pada hari ke-16 Ramadan, Selasa (21/6), Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar peringatan malam Nuzulul Quran 1437 Hijriah di Istana Negara, Jakarta. Sebagaimana diwartakan Liputan6.comJokowi menuturkan, Indonesia butuh bersandar pada Al Quran.

"Kita perlu Alquran untuk Indonesia lebih maju, toleran, dan bebas dari kemiskinan," tegas Jokowi, Jakarta, Selasa (21/6), seperti dimuat Liputan6.com. Ia juga menuturkan, langkah yang diambil pemerintah saat ini disesuaikan dengan apa yang dikandung Al Quran.

"Alquran ajarkan keras-keras untuk ubah nasib bangsa Indonesia. Alquran ajarkan kita sabar, belajar ilmu pengetahuan, untuk optimis, untuk kreatif, agar kita bisa jadi bangsa pemenang," sambung Jokowi. Selanjutnya, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut pun mengungkap langkah pemerintah mendorong investasi dari luar merupakan upaya memerangi kemiskinan.

"Sebagai upaya memerangi kemiskinan, dorong investasi, pemerintah fokus beberapa hal soal deregulasi aturan yang hambat pembangunan nasional. Bangun SDM agar bisa bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Berdasarkan laporan Liputan6.com, peringatan malam Nuzulul Quran dimulai dengan pembacaan ayat suci, yakni surat Al Baqarah. Kemudian, acara yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri Kabinet Kerja, pimpinan tinggi lembaga negara, sejumlah duta besar negara tetangga, dan beberapa ketua umum partai politik ini dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH Yusnar Yusuf Rangkuti.