Eksklusif Eza Gionino: Meiza Hadir Saat Saya 'Down'

Teddy Kurniawan diperbarui 22 Sep 2016, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Senyum sumringah kini mewarnai kehidupan Eza Gionino. Pemilik nama lengkap Muhammad Eza Pahlevi tersebut telah melabuhkan hatinya pada sosok cantik Meiza Aulia Coritha. Gadis yang tercatat sebagai mahasiswi tersebut berhasil membuat Eza Gionino melupakan masa lalunya yang kelabu untuk kembali menjalani masa depannya. Pernah terlibat kasus hukum tak membuat Meiza Aulia mundur. Malah, Meiza sangat aktif untuk kembali membuat Eza Gionino percaya diri setelah terpuruk oleh dua kasus yang pernah menimpanya dan membawa Eza merasakan hotel prodeo.

***

Kisah kehidupan Eza Gionino memang bukan seperti cerita dongeng. Ini sebuah kisah nyata yang dihadapinya. Sukses sebagai model dan bintang sinetron tidak lantas membuat Eza Gionino mereguk bahagianya cinta. Ia pernah tersandung masalah cinta yang berbuah petaka. Belum lagi usai drama percintaan yang berakhir luka itu dilanjutkan dengan penyalahgunaan narkoba. Eza diketahui pernah ditangkap pada 1 Agustus 2015 lantaran kedapatan mengonsumsi paket narkoba jenis sabu.

Masuk penjara, Eza Gionino pernah berpikir akhir segalanya. Namun rupanya Tuhan masih menyayangi Eza. Dalam masa rehabilitasi, Eza Gionino berkenalan dengan seorang perempuan cantik bernama Meiza Aulia Coritha. Menariknya, Meiza adalah adik dari kepala rehabilitasi yang sedang menangani Eza Gionino.

Eza Gionino awalnya tidak terpikir bisa dekat dengan Meiza, mahisiswi cantik jurusan psikologi yang tengah menyelesaikan tugas kuliah di tempat Eza direhabilitasi. Apalagi ia mengetahui, Meiza adik dari kepala rehabiliasi yang sedang menanganinya. Namun sejak pertemuan pertama, Meiza sudah membuka hati dengan ketulusannya. Tidak ada niat untuk menjauh, karena Meiza sadar betul Eza Gionino saat itu perlu sosok yang dapat memberikannya semangat dalam kehidupan.

 

"Mungkin hidup gue sudah selesai. Tapi gue merasa bersyukur banget ada dia di hidup gue, di samping gue saat itu. Padahal belum pacaran, masih dekat. Tapi gue merasa itu yang membuat perasaan gue timbul, apa yang dilakukan dia ke gue. Dia benar-benar ngebantu gue," ujar Eza Gionino yang didampingi Meiza saat bertandang ke studio Bintang.com di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016).

Langsung dekat dengan sang pujaan hati bukan berarti Eza Gionino bisa melenggang mendapatkan hati Meiza. Eza menyadari, masa lalu dapat menjadikannya batu sandungan untuk kembali memulai langkah bersama calon pendamping hidupnya. Beruntung, Meiza dan keluarga dengan terbuka melihat ketulusan Eza Gionino. Apalagi tak ada rahasia yang ditutupi Eza kepada keluarga Meiza.

Dua sejoli itu kini tengah meniti rencana ke depan menggapai kebahagiaan. Beragam rencana sudah disiapkan meski keduanya tidak belum mau menyampaikan secara detail apa yang tengah dipersiapkan dengan saling bergandengan tangan. Mungkin tidak akan menunggu waktu yang lama lagi, impian keduanya untuk membangun mahligai rumah tangga bisa terwujud.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cinta Pertama di 'Pondok' Rehabilitasi

Eza Gionino sudah diterima di keluarga Meiza begitupula sebaliknya. (Make Up: Vera Kusumadewi, Fashion Stylist: Indah Wulansari, Fotografer: Adrian Putra/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Setelah tertangkap menyalahgunakan narkoba, Eza Gionino menjalani proses rehabilitasi. Ia tidak menyangka, hal itu justru akan mempertemukannya dengan Meiza Aulia. Eza juga tidak menyangka, sosok Meiza bakal menerimanya dengan terbuka dengan ketulusan.

Bisa diceritakan bagaimana pertama kali kalian bertemu hingga menjadi kekasih?
Eza Gionino (E): berhubung gue orangnya terbuka, gue cerita saja. Ketemuannya pas gue masih proses rehab kemarin. Kakaknya dia kebetulan kepala program rehab gue. Kita ketemunya seperti film-film India, hahaha. Di rumah sakit dia lagi nganterin mobil kakaknya di sana nah ketemu pertama di situ. Akhirnya kita ngobrol-ngobrol akhirnya kebawa sampai gue selesai rehab sampai sekarang.

Ehm, jadi sebenarnya siapa duluan nih yang deketin?
E: Dia. (Sambil menunjuk ke arah Meiza)

Meiza (M): Ah enggak, kamu kok gitu, hahaha.

E: Ya gue lah. Dulu sok-sokan biasa bawa buku. Sok nanya-nanya, awal pertemuannya begitu.

Detailnya seperti apa?
E: di rumah sakit itu gue lagi nyantai baca buku, eh ada dia lewat. Duh anak siapa ini ya. Dari situ ngobrol sampai bahas beberapa hal. Waktu itu dia lagi urus tugas kuliah juga.

M: Iya akhirnya jadi ngobrol-ngobrol deh.

Eza tahu, dia adik dari kepala rehabilitas di tempat kamu?
E: Di hari itu juga gue cari tahu. Setelah tahu sempat drop, down dulu, hahaha. Tapi akhirnya berani juga dan ngobrol, lama-lama nyambung juga. Gue juga ngobrol sama Cici (panggilan kakak Meiza), seru. Pertama kali yang kita bahas waktu itu soal keluarga.

M: Iya, nyambungnya disitu. Dia sayang banget sama mamanya begitu pun aku. Akhirnya kita mulai deket di situ.

Kapan persisnya kalian akhirnya memutuskan untuk pacaran?
M: waktu itu dia (Eza) baru selesai program (rehabilitasi) di sana. Tanggal 21 Desember (2015) baru kita pacaran.

Apakah sesederhana itu prosesnya?
E: Wah enggak juga sih, pokoknya luar biasa. Banyak banget prosesnya. Seru, apalagi saat itu pas program akhir gue sudah boleh pulang, boleh kerja yang penting petugas di tempat rehab tahu kemana gue pergi. Jadi pada saat itu gue izinnya pulang ke rumah, padahal ke rumah dia (Meiza), intinya kan pulang ke rumah, hahaha. Eh akhirnya ketahuan dan pulang ke tempat rehab, kena hukuman dari rumah sakit. Ini pengalaman pertama ngapelin cewek terus pulangnya dapat hukuman.

Emang hukumannya apa?
E: Ada deh, pokoknya seru lah. Sampai ada yang bingung, kok sudah selesai proses rehab tapi masih dapat hukuman, hahaha.

Ketahuan bohong juga ya?
E: Sebenarnya gue enggak bohong kan pulang ke rumah, cuma kan rumah siapanya enggak bilang, hahaha.

Itu yang hukum kakaknya Meiza?
E: Bukan kakaknya yang kasih hukuman, ya pokoknya kena hukuman lah.

Ibu Eza katanya sudah panggil Meiza calon mantu?
E: Amin. Kalau ngomogin serius sih kita serius banget

M: Keluarga juga sudah saling mengenal.

E: udah kenal deket kayak keluarga Meiza mamanya juga kenal, ketemu sudah dekat terakhir juga kita liburan bareng kok ke puncak nginep di sana. Pendekatan kita sudah banyak banget, Sekarang yang kita fokusin, terutama Meiza sih dari keluarga dan gue juga berharap Meiza bisa segera selesai kuliah fokus urusin skripsi. Kalau gue apa sih yang dilakukan laki-laki ya kerja untuk masa depan.

Kalian pernah dikabarkan putus, benar?
E: Ya, banyak yang berpikir dari berita yang gue baca, kita putus sampai dibahas di radio juga. Kita masih pacaran kok dan nanggepinnya cuma ketawa. Mungkin karena beberapa kali kesempatan wawancara kita jawabnya enggak serius, padahal serius banget.

Melihat masa lalu Eza, ada pertimbangan khusus dari Meiza menerima cinta Eza?
M: Pertama kenal kan pasti sebelumnya dipikirin dulu, aku cari tahu Eza seperti apa orangnya. Makin lama lalu makin kenal. Aku merasa apa yang diceritakan di berita-berita negatif itu enggak sesuai dengan pribadi Eza. Aku setahun kenal dengan Eza dan merasa yakin dengan pilihanku.

Ada kekhawatiran dari keluarga?
M: Enggak sih. Keluarga semua mendukung, apalagi Eza dekat banget sama keluarga aku. Sudah pendekatan, dekat banget. Keluarga juga sudah percaya Eza sama aku.

Eza sendiri pernah merasa 'down', menjalani kehidupan?
E: Ya, karena posisinya gue lagi down banget, gue merasa di fase seperti itu. Gue merasa benar-benar ada di bawah sampai akhirnya bukan hanya masalah pasangan, pikiran kerjaan pun usai sudah, selesai. Mungkin hidup gue sudah selesai. Tapi gue merasa bersyukur banget ada dia di hidup gue, di samping gue saat itu. Padahal belum pacaran, masih dekat. Tapi gue merasa itu yang membuat perasaan gue timbul, apa yang dilakukan dia ke gue. Dia benar-benar ngebantu gue.

Berarti pernah merasa dijauhi teman-teman?
E: Gue merasa kalau kita ada di bawah pasti banyak yang menjauh, meski gue enggak bilang semua. Sedikit sekali orang seperti Meiza. Dia membantu gue untuk berdiri lagi. Cara support-nya sangat beda. Bukan karena perasaan suka, enggak seperti itu. Tapi yang gue rasain tulus banget. Hal-hal seperti itu yang membuat rasa percaya diri kembali lagi dan gue merasa gue layak untuk dia.

(Meiza tersenyum manis, wajahnya memerah mendapatkan pujian tulus dari Eza Gionino)

Eh, ngomong-ngomong ini pertama kali Meiza naksir cowok di tempat rehab?
M: Hahaha, kayaknya gitu sih. Ini pengalaman pertama. Rasanya gimana ya, enggak masalah juga buat aku. Dimana bertemu buat aku kalau ada perasaan ya sudah.

3 dari 3 halaman

Saling Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Meiza, mahasiswi cantik jurusan psikologi semester akhir, merasa Eza Gionino sosok lelaki yang baik. (Make Up: Vera Kusumadewi, Fashion Stylist: Indah Wulansari, Fotografer: Adrian Putra/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang)

Cinta Eza Gionino dan Meiza Aulia dibangun dengan ketulusan. Ketulusan hati Meiza menerima Eza apa adanya termasuk kekurangannya, serta ketulusan Eza Gionino menyayangi juga keluarga Meiza.

Apa yang membedakan Eza dengan lelaki lain yang pernah Meiza kenal?
M: Aku pertama lihat Eza itu sosok pekerja keras. Sayang banget sama keluarga, sama mamanya, kakaknya juga. Aku lebih melihat ke mamanya saja sayang banget apalagi ke aku. Baik banget ke aku dan keluarga, baik banget.

(Sekarang giliran Eza Gionino yang tersenyum bahagia mendapatkan pujian Meiza)

Kalau Eza, apa yang pertama kali dilihat dari sosok Meiza?
E: Kalau gue sih first impression-nya. Dia membantu gue berdiri lagi, untuk bisa percaya diri. Dia juga kasih advice apa yang harus gue jalanin. Ini semua demi perbaikan diri gue sendiri. Dia kasih masukan banyak hal, juga setelah gue selesai rehab. Apa yang dia lakukan ke mama, apa yang gue harapkan selama ini, sama seperti doa-doa gue. Dia bukan hanya sayang sama gue tapi sama keluarga gue juga. Bukan hanya cinta sama gue saja, terutama sama mama juga.

Wah, doa mama Eza terkabul ya?
E: Iya, selama ini kan mama mintanya gue dapat pasangan yang baik. Padahal saat itu gue enggak baik. Akhirnya gue merasa doa-doa mama terkabul juga, termasuk doa gue. Gue juga melihat mama dia, kakak-kakaknya orang yang baik banget. Melihat gue bukan dari sisi jeleknya tapi dari apa yang gue lakukan saat ini untuk memperbaiki hidup gue dan bagaimana gue memperlakukan keluarga gue. Itu sih yang gue syukuri.

Dari perjalanan cinta dan pengalaman Eza, kok sekarang milih bukan sama artis?
E: Enggak sih gue enggak mau under estimate orang-orang yang bekerja bareng (artis). Cuma memang dari awal, mama sudah pesan, jangan sama artis. Awalnya gue bingung harus bagaimana, ruang lingkup gue kan memang di kalangan artis. Gue berpikir, ya cari pasangannya yang di dalam lingkup gue, enggak ngerti bagaimana cari di luar itu. Mungkin dengan berjalannya kehidupan gue dengan apa yang terjadi, gue ketemu dia. Lucu ya, gue banyak syuting sinetron, FTV dan film. Buat gue itu cerita khayal, tapi kisah itu yang gue alami sekarang, hahaha.

Melihat masa lalu Eza, Meiza protektif sama Eza?
E: Terlalu banget sih enggak, tapi dia tahu banget kekurangan gue dimana, hal-hal apa saja yang membuat gue kurang merasa kurang mampu, enggak berani atau gue takut ada di sana. Dia support gue, bukan hanya kasih bantuan gue, bukan hanya nemenin gue tapi kasih advice. Cara penyampaian dia dan sikap dia membuat gue lebih kuat.

Eza Gionino jadi lebih sabar ya?
E: Gue akui keras banget. Kalau di pikiran gue anggap benar itu akan dianggap benar menurut gue. Bukan hanya soal pekerjaan tapi sehari-hari. Tapi pas ada dia, dia tahu bagaimana cara memperlakukan gue, cara nanggepin gue seperti apa. Saat gue kesel, dia tahu bagaimana cara menanggapinya, tentu dengan cara dia dan itu bisa membuat gue luluh.

Siapa diantara kalian yang pecemburu?
E: Tetangga sebelah (sambil nunjuk Eca). Kita sama-sama cemburunya, normal kan asal tidak berlebihan. Paling nanya, ini siapa, gitu doang, hahaha.

M: lucu ya, hahaha. Ya, kadang-kadang aku yang suka cemburu kalau lihat Eza. Siapa sih yang enggak kenal Eza. Banyak wanita-wanita di sekelilingnya.

E: Pernah ada kejadian lucu. Dia kan bukan dari dunia entertainment. Dari awal pacaran, gue ajak dia syuting tujuannya untuk memperkenalkan ke lingkungan gue. Terus pas banget dia baru datang ke lokasi syuting, gue lagi adegan pelukan dan pas banget muka gue hadap ke dia. Gimana gitu lihat muka dia berubah. Akhirnya dari situ gue jelaskan ke dia. Wajar sih kalau cemburu, tapi lama kelamaan dia bisa ngerti. Dicemburuin itu senang lah, tandanya dia sayang, kalau enggak kan repot.

Meiza sempat kaget lihat lingkungan dunia hiburan?
M: Awalnya sih kan karena enggak pernah lihat Eza syuting, kaget ya. Tapi akhirnya kan dijelaskan. Sekarang main lama makin mengerti.

Pernah ada yang nawarin Meiza syuting?
E: Sempat sih, sutradara gue pernah nawarin. Itu cewek loe ikut main saja, gue bilang enggak usah. Mending dia kerja saja yang lain.

M: Akunya sendiri enggak mau ya, hahahaha.

Memang enggak boleh Meiza ke dunia hiburan?
E: Apa ya, kalau gue sih bukannya melarang kalau bisa sih enggak usah. Apalagi yang dia pelajari itu psikologi. Lebih baik dia jadi apa yang dia mau, gue enggak mau maksain.

Pernah berbohong dengan pasangan?
E: Aku pernah bohong enggak ya sama kamu, hahaha. Kalau gue sih mikirnya enggak, apalagi saat ini gue serius niatnya baik jadi hal apapun gue pasti jujur. Benar kan neng?

M: Eh iya, benar banget, hahaha.

E: Pernah sih bohong tapi bukan hal besar, hal kecil ya, hahaha.

M: Tuh kan akhirnya mengakui, hahaha.

Apa yang kalian siapkan untuk masa depan?
E: Gue sedang berusaha, terutama dengan perubahan gue. Kedua gue sedang mempersiapkan diri, bagaimana gue nunjukkin ke mama dan keluarga, apa yang aku lakukan ini bukan hanya buat mama dan kakak-kakak, tapi buat dia. Gue mau nunjukkin kalau gue itu sudah berubah dan serius. Sekarang gue benar-benar fokus ke kerjaan. Buat siapa, ya buat dia juga.

Kalau banyak yang mengungkit masa lalu Eza bagaimana?
E: Gue mungkin dulu pernah punya pengalaman (masa lalu) seperti itu tapi gue berusaha menganggap itu bukan pengalaman buruk tapi gue mengambil hikmahnya dari pengalaman terseut dan yang terjadi sekarang gue enggak mau menyamaratakan perempuan akan seperti itu. Yang jelas Meiza dan keluarganya apalagi mamanya benar-benar tulus banget ke gue dan keluarga. Untuk hal-hal seperti itu yang negatif enggak pernah terpikir oleh gue sedikitpun. Yang gue rasakan pasti aan indah pada akhirnya dari apa yang gue dan dia jalani sekarang.

Jadi, siap ke pelaminan?
E: Amin, doakan saja. Sidang saja dahulu, kapan sidang nih?

M: Hahaha, doakan saja segera.

Meiza pernah minta segera dinikahkan?
M: Enggak pernah sih kalau itu.

E: Fokus ke sidang dulu nih. Selesaikan sidang dulu baru ke pernikahan.

Meiza kelihatannya manja ya?
E: Iya nih manja banget, hahaha. Itu tadi balik lagi, gue orangnya keras banget tapi dia tahu banget cara mengatasinya. Tapi gue harus mulai mengerti bukan hanya menerima membimbing dia lagi. Awal-awal sih berat tapi lama kelamaan dijalaninya seru, fun. Alhamdulillah lancar sampai sekarang.

Banyak yang bilang kalian mirip?
E: Amin, semoga jodoh ya. Kan orang bilang kalau mirip itu tandanya jodoh.

Sudah ada pembicaraan nikah?
E: Kalau boleh jujur sih gue pengin langsung (nikah) dari kedua pribadi, tapi kalau keinginan keluarga kita harus prioritaskan apa yang harus kami lakukan dahulu. jadi saat ini gue belum pernah ngomong terlalu jauh tapi gue yakin dari mereka (keluarga) sendiri sudah tahu kalau gue serius banget. dan arahnya akan kemana dari keluarga Meiza juga sudah tahu cuma untuk saat ini mereka ingin kita prioritas dahulu.

Prioritas pendidikan?
E: Pendidikan dan kerja, semua demi masa depan

Eza batasi pendidikan Meiza? Maksudnya jangan lanjutin jenjang berikutnya dulu?
E: enggak, itu terserah dia, malah gw senang kalau dia kerja apalagi apa yang dia mau dan pengin, dia pendidikan tentang psikologi mudah2an bisa kerja di tempat yang bisa membuat nyaman.

M: Wah kalau lanjutin terus panjang lagi, enggak nikah-nikah, hahaha.

Jika cinta sudah menyatu, sulit rasanya untuk dipisahkan. Eza Gionino dan Meiza Aulia saling mengisi kekurangan dan saling mendukung kelebihan. Mungkin, ini seperti yang dikatakan para pujangga cinta, mencintai dan dicintai akan membuat perjalanan kehidupan menjadi lebih ringan jika dilalui bersama. Semoga cinta kalian akan terus terjaga sampai maut memisahkan.