Editor Says: Lupakan Awkarin, Hal-hal Ini Lebih Berbahaya Darinya

Febriyani Frisca diperbarui 27 Sep 2016, 12:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Beberapa bulan belakangan ini, nama Awkarin tengah menjadi primadona di sebagian masyarakat yang melek internet. Bukan karena karya atau skandalnya dengan pejabat negara, namun karena video blog (vlog)-nya yang sangat menyayat hati. Ouch! Ya, Awkarin menyayat hati para pelakon cinta yang sudah makan asam garam kehidupan karena tangisannya diputusin Gaga pas lagi sayangnya. Helaw!

Kamu sendiri sebagai manusia yang rela menghabiskan kuota untuk berselancar di media sosial daripada telfonan sama (calon) mertua pasti tahu betul bagaimana kisah percintaan Awkarin yang menyedihkan itu. Saya sendiri pernah berada di posisi yang sama dengan dia, tapi sayangnya pada saat itu belum hits vlog, sehingga saya gagal menjadi Awcica.

Jauh sebelum video itu muncul, sebenarnya nama Awkarin telah lama malang melintang di dunia per-socmed-an. Apalagi di kalangan selebgram, sebutan orang-orang dengan ribuan pengikut di Instagram yang eksis di urusan endorse-endorse-an. Namun, sebagai pengguna pengguna Instagram yang biasa-biasa saja, saya baru tahu Awkarin dari Twitter.

Saya masih ingat betul, bagaimana ia di Twitter dijadikan bahan bully-an karena salah satu posting-an foto di Instagram-nya yang memuat gambar berhiaskan tulisan "Life is harder than my nipples". Waw! Beragam komentar ‘hujatan’ secara tak langsung tertuju pada remaja 19 tahun yang lagi ranum-ranumnya itu. Oke, di sini, saya nggak akan membahas kutipan ala Awkarin yang satu itu. Because it’s so last year, you know? *macak Awkarin yang suka nulis caption Enggres*

Sebagai salah satu influencer karena memiliki followers dan fans bejibun dan disebut selebgram, Awkarin tampaknya tak cukup competible. Sebagaimana yang selama ini kita bersama ketahui, konten Instagramnya yang notabene terbilang masih remaja, terlalu futuristik dan visioner. Saat masih berpacaran dengan Gaga --lelaki yang membuatnya masuk dalam geng 'Diputusin Pas Lagi Sayang-sayangnya'-- ia kerap mengunggah foto-foto yang bikin kamu ingin bilang “aw”. Ya you know lah~

Hal tersebut dinilai memberi efek buruk bagi perkembangan generasi muda yang saat ini kondisinya sudah memprihatinkan. Di mana pose-pose vulgar serta kalimat-kalimat tak pantas diucap dimunculkan sebagai konten media sosial dalam mencari pengikut-pengikut baru untuk menaikkan rating sebagai selebgram. Yang ingin saya tanyakan di saat-saat begini ialah, DI MANA PERAN PEMERINTAH? Oke, skip.

Tak cukup dengan kutipannya yang fenomenal dan video nangis-nangis bombay di Youtube karena diputusin pas lagi sayang-sayangnya, kini Awkarin kembali muncul dengan 'prestasi' yang baru. 'Prestasi' yang menurut saya adalah fatamorgana. Didapuk menjadi teman kolaborasi Young Lex, rapper yang image-nya 11:12 dengan Awkarin, membuat ia kembali menjadi bulan-bulan netizen yang maha benar.

Bergandengan dengan Young Lex dalam membuat karya rupanya tak mampu meredakan pikiran negatif netizen padanya. Bahkan jadi semakin parah. Bagaimana tidak, di Youtube, video klip lagu Bad yang dinyanyikan oleh mereka lebih banyak yang dislike daripada yang like. Dibanding tangan Tuhan, tampaknya pada kasus ini tangan netizen lebih bekerja. Sebuah fenomena yang amazing

Dari sekian banyak paragraf tentang Awkarin yang saya tulis, sesungguhnya saya bukan sedang ingin membahasnya. Mencoba untuk melupakan dosa-dosa Awkarin pada netizen, kali ini, saya ingin membeberkan sebuah kenyataan pahit nan bahaya dalam kehidupan. Bahkan mungkin lebih bahaya dari konten-konten Awkarin di media sosialnya selama ini. Apakah itu? Here we go!

2 dari 2 halaman

Apa yang lebih bahaya dari Awkarin?

Hubungan tak direstui. Selain kepercayaan dan kejujuran satu sama lain, sebuah hubungan juga akan berjalan dengan mulus mewujudkan goals-nya dengan adanya restu. Restu dari siapapun. Orangtua, mantan, teman, gebetan, musuh, sesepuh, tetangga, Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, dan yang lainnya. Hehehe nggak, deng. Cukup orangtua saja. 

Ridho Allah adalah ridho orangtua.

Lalu, di mana letak bahaya sebuah hubungan yang tak direstui orangtua? Pernah dengan “ridho Allah adalah ridho orangtua”? Hmmm.. Bukan bermaksud untuk masuk ke ranah agama, tapi secara logis, jika orangtua saja tidak merestui, apalagi Tuhan. Bukan begitu? Nah, kalau kamu lagi ada di kondisi hubungan semacam ini, lebih baik kamu pikir baik-baik. Apakah hubunganmu dengan pasanganmu worth it untuk diperjuangkan? Kalau yakin, silahkan menciptakan restu dengan caramu masing-masing. :)

Nyaman sama pasangan orang. Pernah dengar pepatah jawa kuno “witing tresno jalaran soko kulino” yang artinya “tumbuhnya cinta karena terbiasa”? Hmm kalau tumbuh karena orang yang tepat, I mean bukan pasangan orang lain, sih, bakal fine-fine saja. Tapi kalau witing tresno sama pasangan orang lain? Hayoloooh!

Witing tresno jalaran soko kulino.

Awalnya, berniat cuma jadi sebatas teman, karena kamu tahu dia sudah punya pacar. Tapi, sayangnya, kebersamaan yang kerap terjadi bisa menumbuhkan benih-benih kenyamanan sebelum akhirnya jadi sayang. Aiiih! Kalau sudah begini, sebaiknya kamu ambil sikap daripada kebablasan dan kamu berpotensi merusak hubungan orang. Don’t be a laler, please!

Gampang baper sama teman. Berteman memang dengan siapa saja. Tapi, baper harus pada tempatnya. Yap, di zaman ketika baper alias bawa perasaan sudah menjadi nama tengah banyak orang, sebaiknya kamu harus tetap waras dengan tetap mengedapankan logika daripada hati. 

Berteman memang dengan siapa saja. Tapi, baper harus pada tempatnya.

Ketika ada seorang teman (lawan jenis) yang baik ke padamu, bukan berarti mereka lantas menaruh perasaan lebih dari teman. Bisa jadi, itu hanya respect semata sebagai seorang teman. Saat kamu tahu jika dia tak seperti yang kamu bayangkan, lalu kamu menyebutnya sebagai PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Kalau sudah demikian, pertemanan berpotensi bakal rusak karena ada salah satu pihak yang ‘mengotori’ esensi pertemanan.

Biasanya sih yang begitu jomblo akut. Hehehe. 

Dari ke-tiga hal yang lebih bahaya dari Awkarin tersebut, manakah yang paling bahaya menurutmu? Atau kamu punya kisah yang lebih bahaya dari Awkarin dan 3 hal tersebut? Kuy, share di kolom komentar! :D

Febriyani Frisca

 

Editor Kanal Unique