Pasca Demo 4 November, Buni Yani Disembunyikan

Edy Suherli diperbarui 06 Nov 2016, 17:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Demi keselamatan Buni Yani yang telah mengunggah video rekaman Ahok yang dianggap menistakan agama Islam saat melakukan temu wicara dengan masyarakat Kepulauan Seribu disembunyikan di sebuah tempat yang dirahasiakan. Menurut kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian M, SH., M.AP, pasca Demo 4 November 2016 intensitas acaman terhadap pria yang juga dosen itu meningkat. Karena itulah disembunyikan. Lalu di manakah Buni Yani di sembunyikan?

"Banyak sekali teror dan ancaman setelah Pak Buni mengunggah video rekaman Pak Ahok. Apalagi setelah aksi demo 4 November kemarin. Demi keselamatan, beliau disembunyikan di sebuah tempat yang aman," ujar kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian M, SH., M.AP kuasa hukum Buni Yani saat dihubungi Bintang.com pada Minggu (6/11/216).

Di manakah Buni Yani disembunyikan? Aldwin enggan menjelaskan di mana kliennya disembunyikan untuk sementara waktu. "Ya adalah, pokoknya tempatnya aman. Kami tidak perlu mengungkapkan di mana dia kami amankan. Kalau kami ungkapkan enggak jadi disembunyikan dong," lanjutnya.

Karena banyaknya ancaman dan teror terhadap Buni Yani, ia pun untuk sementara waktu menghentikan aktifitasnya sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Soalnya kampus tempat dia mengajar pun tak ketinggalan mendapat ancaman. "Atas kesepakatan dengan pihak kampus, Pak Buni untuk sementara berhenti dahulu mengajarnya. Sampai kapan? Ya sampai keadaan kondusif lagi," jelasnya.

Namun Buni Yani, lanjut Aldwin akan muncul ke publik bersama dirinya pada Senin (7/11/2016) siang. "Saya akan menggelar jumpa pers dan Pak Buni akan ikut serta di sana. Dalam jumpa pers itu nanti saya akan meminta pihak kepolisian untuk tidak terburu-buru menetapkan Pak Buni sebagai tersangka. Saya lihat ada skenario pengkambinghitaman Pak Buni atas apa yang terjadi Demo yang terjadi kemarin. Seolah-olah ini semua akibat Buni Yani," tandasnya.

Menurut Aldwin, Buni Yani bukan orang pertama yang mengunggah video rekaman Ahok dan kemudian menjadi viral di media sosial. Ancaman semakin semakin meningkat setelah aksi demo 4 November 2016. "Sebelum Pak Buni sudah ada orang lain atau pihak lain yang lebih dulu mengunggah video itu. Ada akun media NKRI dan juga pihak pemda sendiri melalui website resminya," katanya.