Putri Martin Luther King: Tuhan Akan Tundukkan Donald Trump

Henry Hens diperbarui 17 Jan 2017, 18:53 WIB

Fimela.com, Jakarta Putera-puteri pejuang HAM Amerika Serikat (AS) Martin Luther King punya pendapat tersendiri tentang Donald Trump. Menurut mereka, "Tuhan mampu menundukkan Donald Trump". Namun anak-anak pemimpin pejuang hak-hak sipil dan kaum kulit hitam AS itu menyampaikan nada rekonsiliatif dengan Trump pada hari libur nasional untuk menghormati mendiang ayahanda mereka itu.

Pernyataan anak-anak King yang dibunnuh pada 1968 pada usia 39 itu menandai keruwetan akibat perseteruan Donald Trump dan anggota Kongres kulit hitam John Lewis pada pekan lalu. Percekcokan Trump-Lewis (76 tahun) dimulai saat rekan seperjuangan Martin Luther King pada 1960-an itu, menyatakan kemenangan Trump tidak sah karena Rusia mengintervensi Pemilu AS.

Pernyataan ini mengundang komentar pedas Trump. Bernice King, anak perempuan termuda King, berkata kepada jemaat Gereja Baptis Ebenezer di Atlanta untuk tidak pernah berhenti berharap dan "Jangan takut kepada mereka yang duduk di Gedung Putih."

"Tuhan dapat mengalahkan Trump," kata Bernice yang disambut standing ovation jemaat gereja, seperti dilansir dari antaranews. Misa di gereja di mana King pernah berkhotbah itu diselenggarakan setiap tahun pada Hari Martin Luther King Jr yang merupakan hari libur nasional di AS.

Tahun ini liburan nasional itu jatuh bertepatan dengan sebelum berakhirnya masa jabatan Barack Obama yang menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Trump akan disumpah jabatan untuk menggantikan Obama pada 20 Januari nanti. Trump yang hanya didukung 8 persen pemilih kulit hitam, telah menyampaikan pujian kepada King dalam postingan Twitternya.

Hal itu dilakukan Donald Trump beberapa jam sebelum bertemu dengan putra tertua King, Martin Luther King III, di kantornya di Trump Tower, New York.

What's On Fimela