Eksklusif, Cerita Weni Kabur dari Rumah Hingga Juara Dangdut Asia

Nizar Zulmi diperbarui 25 Jan 2017, 08:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Kamis, 20 Desember 2016 lalu menjadi hari paling bersejarah dalam karier Weni Wahyuni selama ini. Pedangdut asal Pontianak, Kalimantan Barat serasa tak percaya ketika namanya dinobatkan sebagai jawara D'Academy Asia 2.

***

Usaha keras Weni bertarung di ajang pencarian bakat memang tak bisa dianggap sepele. Sejak mendaftarkan diri di D'Academy 3, baginya hanya ada satu tujuan, membuktikan kepada orangtua bahwa dangdut bisa membawanya meraih sukses.

Sejak usia belia, penyanyi dengan karakter vokal yang kuat ini telah mencintai dunia tarik suara. Beruntung, saat itu kegemarannya bernyanyi mendapat dukungan penuh dari kedua orangtua.

Duduk di bangku SMP hingga SMA, Weni rajin mengikuti berbagai festival menyanyi dangdut. Ketika merasa makin jatuh cinta dengan dunia tarik suara, dirinya mendapat larangan dari orangtua.

"Pas SMP aku suka ikut festival-festival gitu kan. Tapi masuk SMA Weni udah nggak dibolehin nyanyi sama orangtua karena mengganggu sekolah. Walau dengan berat hati Weni turutin, dan pas sudah tamat SMA ternyata Weni masih belum direstui nyanyi. Sempat kabur dari rumah juga waktu itu," kata Weni saat berkunjung ke redaksi Bintang.com.

Dari situ lah Weni mencoba berjuang dengan segenap yang ia punya. Di sisi lain ia juga berusaha meyakinkan orangtua akan keinginan kuatnya di dunia entertainment, salah satunya lewat perjuangan di D'Academy Indosiar.

Berbagai macam cerita menarik diungkapkan Weni dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bintang.com. Ia bersyukur pernah melewati masa-masa sulit yang membuatnya bisa terus bertahan menghadapi tantangan berikutnya. Simak wawancara kami dengan jawara D'Academy Asia 2 selengkapnya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Weni, Sang Juara D'Academy Asia 2

Di luar sana mungkin masih banyak orang menganggap jebolan ajang pencarian bakat sebagai artis instan. Anggapan ini cukup wajar mengingat seorang penyanyi mendapat ekspos luar biasa dalam waktu yang relatif cepat.

Namun bukan berarti para penyanyi ini sebelumnya tak pernah berusaha. Seperti halnya Weni yang sudah kenyang pengalaman manggung, hingga menyabet titel juara D'Academy Asia 2.

Saat mengikuti D'Academy Asia 2 hingga babak final, apakah yakin jadi juara?

Waktu masuk tiga besar surprise-nya adalah ternyata kompetitornya senegara, dan Weni sudah tahu sekali kelebihan dari Irsya dan Rani. Belum kepikiran apakah bisa jadi juara, tapi optimis aja waktu itu. Karena level mereka itu sangat luar biasa.

Inul Daratista prediksi Weni menang?

Kepada Bunda Inul, Weni mengucapkan banyak terima kasih. Waktu itu beliau sudah sempat mengeluarkan kata-kata, seandainya Weni juara diberi motivasi bakal dibeliin cincin berlian. Selama ini Bunda memang support banget sama Weni. Masa orang lain bisa punya ekspektasi tinggi kepada Weni, tapi Weni sendiri nggak. 

Sempat merasa bakal gagal di D'Academy Asia 2?

Ada pas down waktu itu beberapa kali melakukan beberapa kesalahan. Mungkin Weni terlalu fokus untuk mikirin ngulik lagu, improvisasi dan segala macem. Hingga akhirnya lupa fokus ke lirik. Jadi waktu itu berpikiran, yah lewat nih saya. Nothing to lose aja, kalau rezekinya sampai sini atau grand final ya hadepin aja Wen. Eh ternyata kreativitas yang Weni buat sangat diapresiasi dan termaafkan lah lupa liriknya itu.

Apakah Weni merasa ada beban dengan menjuarai DA Asia2?

Jadi juara DA Asia, ini Asia lho, bukan nasional lagi. Berarti Weni harus tetep menjaga dan memberikan contoh yang baik kepada junior-junior nanti. On air atau off air Weni harus menjaga jangan sampai melakukan kesalahan dan memberi contoh yang tidak baik kepada semua orang yang suka dengan dangdut.

Dukungan masyarakat Pontianak seperti apa?

Sangat mendukung sekali, dan mereka juga berbangga hati. Maksudnya Weni kan mewakili daerah, Pontianak Kalimantan Barat. Ini lho putra daerah bisa mengangkat nama daerah sampai ke tingkat Asia. Walaupun bukan siapa-siapa kenapa kita nggak bisa, kalau punya talenta dan kemauan pasti bisa.

Mereka juga ada yang jauh-jauh dari Pontianak nonton live di Studio 5 Indosiar. Ada yang nonton bareng di sana, memberi doa dan lain sebagainya. Weni juga mendapatkan orangtua angkat sejak mengikuti kompetisi di sini. Mereka juga sangat mensupport Weni selama ini.  

Pulang ke Pontianak sebagai juara Asia, bagaimana sambutan warga Pontianak?

Setelah Grand Final sempat pulang dan tahun baruan di Pontianak. Jadi Weni pulang ke sana, tapi dalam rangka ngisi acara juga. Sambutannya antusiasnya Masha Allah, jadi ada cerita lucu. Weni kan ke sana dengan tim Weni, ada manager, make up artist juga. Pas berangkat ke venue, di sekeliling panggung udah rame banget. Di kiri panggung, Weni duduk di situ dan keliatan orang-orang juga. Banyak yang foto dari jauh dan manggil-manggil nama Weni. Bahkan setiap ada orang yang duduk di samping kanan Weni pasti dimarahin penonton, cuman karena nutupin Weni. Jadi Weni ditinggalin sendiri, yang penting bisa dilihatin dari jauh.

3 dari 3 halaman

Pembuktian Weni kepada Orangtua

Musik dangdut merupakan satu-satunya yang konsisten memiliki banyak penggemar di tanah air. Weni, yang sedari kecil jatuh cinta dengan musik tradisional ini pun mengakui kehebatan dangdut.

Lahir dari keluarga pecinta musik, Weni punya ketertarikan tinggi untuk menjadi seorang penyanyi. Bukan hal mudah tentunya, bahkan tentangan orangtua sempat ia hadapi sebagai titik terberat.

Dari dulu memang selalu didukung orangtua menyanyi?

Sebenernya nggak sih. Waktu sekolah kan sering ikut festival-festival gitu ya, masa SMP. Semenjak SMA aku nggak boleh nyanyi karena pertama menyanyi itu nggak menghasilkan. Karena aku dulu bela-belain meski nggak dibayar yang penting aku nyanyi aja, bisa hibur orang aja. Kedua mengganggu sekolah, karena banyak contoh di sana waktu itu, salah pergaulan. Akhirnya aku disuruh fokus sekolah dan waktu itu janjinya setelah lulus SMA aku akan nyanyi lagi. 

Tapi orangtuaku ingkar janji waktu itu. Dan aku sempet kesel dan kabur dari rumah. Selesai SMA aku nggak dibolehin nyanyi, dan disuruh cari kerja selain nyanyi. Ibaratnya kalau di sana nyanyi cuma kalau ada event jadi kurang bisa jadi penghasilan. Orangtua ingin aku punya penghasilan tetap yang bisa diandalkan setiap bulan. Tapi karena jiwa kita udah begitu ya gimana. Aku mikirnya saat nyanyi aku bisa jalanin hobi aku, menghibur orang, dapet uang juga meski mungkin nggak tetap.

 

Sikap Weni dilarang nyanyi orangtua?

Sedih saat itu Weni nggak boleh nyanyi, kenapa yang lain boleh tapi Weni nggak? Aku ngerasa orangtua Weni nggak adil, sempet mikir kaya gitu dan kabur itu. Tapi lama kelamaan aku yakin orangtua manapun tentu ingin yang terbaik untuk anaknya. Jadi pelan-pelan aku coba yakinin sampai akhirnya mereka yakin aku bisa jaga diri, bahwa aku nyanyi untuk bekerja, bisa membantu finansial keluarga. Sejak itu aku diperbolehkan nyanyi ke luar kota naik motor bawa koper. Di Kalimantan kan luas ya, pernah hampir ketabrak lah masuk jurang lah. Lalu aku nyanyi di cafe, dan setahun setelahnya aku ikutlah DA 3 itu.

Mengikuti audisi DA, orangtua dukung Weni?

Kalau kata orang modal nekat waktu itu ke Jakarta. Cuman punya uang pas-pasan, sekitar 1,5 jutaan. Cuman karena tekad aku udah bulat ya ikutlah audisi dan dapat golden ticket. Begitu nyampe Jakarta rame banget orang waktu itu dari malem. Untungya orangtua merestui, 'Yaudah kalau emang udah bulat tekadnya mama restui. Semoga lolos', dan akhirnya lolos beneran. Nggak nyangka sih bisa sampai sejauh ini.

Apa pesan orangtua saat Weni berkarier di dunia entertainment?

Weni selalu diingetin jangan tinggalkan sholat, sesibuk apapun Weni. Selalu ingat asal-usul kita darimana. Kalau pesan Bapak ada beda lagi, "Nak kita hidup itu dengan cinta. Jadi selalu berbahagialah dan bahagiakan orang banyak dengan senyumanmu,".

Doa restu dari orangtua sangat penting ya. Dan Weni senengnya dari 5 besar DA Asia 2 kemarin Mama udah stay di sini. Walaupun nggak banyak waktu sama Mama karena full latihan, seneng aja pulang latihan ngelihat Mama, meluk sebelum tidur. Support yang paling kuat sih bagi aku.