Apa yang Membuat Remaja Berani Melakukan Skip Challenge?

Henry Hens diperbarui 11 Mar 2017, 07:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Permainan atau tantangan Skip Challenge sedang viral dan ramai diperbincangkan. Tantangan berbahaya yang juga sering disebut Pass Out Challenge ini jadi perhatian, terutama bagi guru dan orangtua, karena pelakunya kebanyakan adalah remaja. Meski sedang tren, Skip Challenge ternyata sudah mulai dilakukan sejak 1995 lalu.

Permainan ini punya berbagai macam cara, bukan hanya menekan dada seperti yang viral saat ini. Di dunia barat, Skip Challenge juga sering disebut sebagai "Good kid's high", atau mabuk-nya anak baik-baik. Apa alasannya? Karena permainan ini memberikan sensasi seperti marijuana atau narkotika lain tanpa benar-benar mengonsumsinya.

Seperti dilansir dari liputan6.com dan nobullying.com, ada beberapa alasan lain yang membuat remaja berani dan tertarik melakukan Skip Challenge. Dalam sebuah serial drama Hollywood, Criminal Minds, salah satu episodenya membahas kematian akibat permainan ini. Diceritakan kalau salah satu alasan remaja melakukannya adalah akibat tekanan dari teman-temannya.

Hal ini bisa tentang popularitas, dan mencoba untuk tidak ketinggalan tren. Selain itu, sesuai dengan namanya, tantangan ini bisa jadi cara konyol untuk mengusir kebosanan. Sensasi melayang (high) yang diberikan oleh tantangan ini juga membuat remaja mau melakukannya.

Mereka berpikir ini adalah cara legal untuk mendapatkannya. Ada juga remaja yang melakukan Skip Challenge sebagai pelampiasan akibat tekanan emosi. Awalnya mereka mungkin hanya melakukannya sebagai tantangan, tapi setelah merasakan sensasinya, mereka merasa menemukan pelarian.

Apapun itu, Skip Challenge adalah permainan yang sangat berbahaya. Bukan hanya orangtua dan guru yang harus mewaspadai hal ini. Kita semua juga perlu memastikan pada remaja maupun mereka yang akan melakukannya kalau ini adalah tantangan yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa.

What's On Fimela