Ian Antono Cs Akhirnya Temukan Generasi Penerus Rock Indonesia

Anto Karibo diperbarui 09 Mei 2017, 08:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Ragam ajang pencarian bakat banyak digelar on air maupun off air di Indonesia. Dan mewakili genre rock, sebuah pencarian generasi penerus musik cadas tanah air, SuperMusic.ID Rockin Battle 2017 sukses digelar baru-baru ini.

Para rocker senior Indonesia yakni Ian Antono (God Bless), Stephan Santoso (Musikimia), Stevie Item (Andra & The Backbone), dan Iman (J-Rocks) didaulat menjadi juri. Setelah melalui bermacam tahapan, akhirnya mereka memilih band asal Jakarta, GHO$$.

Ian Antono, gitaris legendaris yang dimiliki Indonesia mengatakan bahwa aksi panggung GHO$$ mampu memukau juri dengan dua lagu yang dibawakannya. Di lagu pertama, GHO$$ menyanyikan lagu milik sendiri berjudul 'N'. Kemudian, di nomor kedua, mereka membawakan 'Tetap Dalam Jiwa' milik Isyana Sarasvati dengan aransemen musik cadas.

"Penampilan semua finalis sangat luar biasa, sehingga semakin membuat bingung kami para juri. Namun akhirnya kami sepakat bahwa GHO$$ adalah band yang secara musikalitas dan penampilannya paling lengkap dari semua aspek," kata Ian Antono di Audisi Final SuperMusic.ID Rockin Battle, kawasan Sumarecon Mall, Tangerang (6/5).

Para senior ini pun berani menyebut bahwa band yang digawangi Diegoshefa Dilanegara (vokal), Diego Aditya (gitar), Muhammad Indirwan (gitar), Dito Adhikari (bas), Harry Iskandar (drum) tersebut sebagai penerus band rock Indonesia.

"Mereka layak menjadi generasi penerus band rock Indonesia saat ini," tegas Ian Antono. "Tidak banyak band rock Indonesia yang memiliki ‘warna’ seperti mereka. Sebagai band rock mereka memiliki orisinalitas dan karakter yang kuat. Ini yang jarang kita temukan di industri musik kita saat ini," sambung Stephan Santoso.

Menjadi Juara pertama membuat GHO$$ mendapat tiket untuk rekaman di Studio 301, Sidney, Australia. Mereka akan merekam karyanya pada akhir Juli mendatang. Juara kedua diraih oleh Meet After The Strom (M.E.T.S) asal Palembang dan juara ketiga adalah Killa The Phia asal Aceh.

Selain rekaman, di Negeri Kangguru itu mereka juga diberi kesempatan untuk manggung di salah satu gigs rock di sana. "Pastinya senang, bersyukur. Semoga ini bisa menjadi langkah besar kami di industri musik, membangkitkan kembali musik rock Indonesia," ujar Diegoshefa.