Banjir Euforia Saya Indonesia Saya Pancasila

Asnida Riani diperbarui 01 Jun 2017, 11:18 WIB

Fimela.com, Jakarta Terdapat banyak, begitu banyak, cara untuk larut dalam peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni, dan sebagian orang memilih berpartisipasi dengan menggemakan Saya Indonesia Saya Pancasila. Disertai tulisan Pekan Pancasila, susunan kata itu mungkin tak jadi pemandangan asing di media sosial beberapa hari belakangan.

Lewat deretan unggahan, tak sedikit dari netizen, termasuk beberapa selebriti tanah air, yang menyuarakan makna dasar falsafah Republik Indonesia itu dalam pandangan pribadi. Tentang betapa Pancasila merupakan harga mati. Soal Pancasila yang harus jadi ideologi seumur hidup Indonesia. Alhasil, banjirlah media sosial dengan euforia Saya Indonesia Saya Pancasila.

"Indonesia yang kaya. Negara yang berbudaya. Negara yang bermartabat. Pancasila Bhinneka Tunggal Ika. NKRI Harga Mati," tulis akun Instagram devialdiva. "Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada di aliran darah dan detak jantung kita berkat keutuhan bangsa dan negara. Saya Indonesia. Saya Pancasila," ujar pemilik akun @jacquelinefiona.

Masih banyak tulisan-tulisan serupa yang membanjiri unggahan di media sosial, tak terkecuali Twitter. Tagar SayaIndonesiaSayaPancasila bahkan ada di puncak trending topic. "Stop rasisme! Kita Hidup di tanah kebhinnekaan. Mari junjung tinggi perbedaan antar sesama #SayaIndonesiaSayaPancasila," kicau @kataherlambang.

Hari Pancasila, sebagaimana dimuat Liputan6.com, sebenarnya dimaksudkan sebagai waktu di mana masyarakat Indonesia mengingat momentum para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila. Peneliti LIPI Asvi Warman Adam menuturkan, generasi muda Indonesia belum seluruhnya dapat menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Berperan sebagai penerus bangsa, generasi muda, sambung Asvi, haruslah menjadi orang-orang yang paling memahami, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Kini, ada banyak hal yang mengancam generasi muda Indonesia.

"Misalnya, munculnya pandangan-pandangan yang radikal di generasi muda, yang juga menimbulkan gerakan ekstrem. Seperti terorisme atau kegiatan negatif lain yang harus segara dicegah," tutur Asvi. Jadi, bagaimana makna Saya Indonesia Saya Pancasila bagimu pribadi?

 

What's On Fimela