Girls, Jangan Terkecoh dengan Relationship Goals Pasangan Lain!

fitriandiani diperbarui 21 Jun 2017, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Relationship goals merupakan sebuah istilah yang sedang marak di kalangan pasangan muda. 'Cap' relationship goals itu dengan mudahnya mereka berikan pada siapa saja yang tampak berbahagia dengan pasangannya, lalu berusaha diterapkan pada hubungannya sendiri.

Sekilas mungkin hal tersebut terlihat baik. Sebagai pasangan, kita jadi punya motivasi untuk 'bahagia' seperti mereka. Namun tanpa disadari motivasi itu sesungguhnya lebih banyak memberikan tekanan bagi yang menjalani. Ketimbang inspirasi, keinginan untuk menjadi bahagia dengan relationship goals-nya itu malah menjadi beban tersendiri.

Memiliki tujuan itu harus. Memiliki role model itu kadang perlu, tapi menjadikannya takaran kebahagiaan untuk hubunganmu itu adalah sebuah pemikiran yang akan membuatmu tergelincir jatuh saat menjalani hubungan tersebut. Sebab kamu hanya terfokus pada tujuan dan cenderung mengabaikan proses, padahal proses itulah yang akan 'membentuk' kamu dan pasangan, termasuk dalam soal kebahagiaan.

Sebaiknya kamu lebih berhati-hati dalam menata relationship goals-mu. Jangan selalu menatap kebahagiaan orang, fokus saja pada kebahagiaan hubunganmu sendiri. Jangan sibuk menjadikan hubungan orang sebagai relationship goals, bangun lah hubunganmu dengan penuh suka cita agar banyak orang yang terinspirasi darimu. :)

2 dari 2 halaman

5 Alasan Kamu Tidak Boleh Terfokus pada Relationship Goals Melulu

1. Setiap pasangan punya definisi bahagianya sendiri-sendiri, kamu harus sadar itu. Terpaku pada kebahagiaan orang lain bisa membuatmu lupa bersyukur, dan lupa bersyukur akan menjauhkanmu dari kebahagiaan. Kenali dan jaga apa yang kamu miliki, kalau mau dan mampu, bekerja sama lah dengan pasanganmu untuk terus meningkatkan kualitas hubunganmu tanpa perlu mengacu pada hubungan orang lain.

2. Cara yang ditempuh setiap orang untuk mencapai bahagianya nggak perlu sama. Kemampuan yang dimiliki kamu dan pasanganmu tentu berbeda dengan yang dimiliki oleh orang lain. Cara terbaik untuk mengetahui kapasitas kalian, adalah dengan mengeksplorasinya sendiri. Lagi pula, kalau kamu terfokus ingin seperti orang lain padahal kalian bisa lebih dari itu, kamu jadi rugi kan? 

3. Kisah cinta yang jadi relationship goals-mu itu bisa saja jauh lebih sulit dari kelihatannya. Kamu nggak tahu bagaimana 'isi dapur' seseorang, jangan asal nge-judge berdasar apa yang hanya kamu lihat di luarnya. Mereka pun berjuang dan bersusah payah untuk sampai ke sana, jangan terkecoh pada hasil akhirnya saja.

4. Fokus meniru orang lain bisa bikin kamu lupa akan kelebihan dan kekurangan dalam hubunganmu sendiri. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam hubunganmu sendiri adalah kunci untuk bisa terus meningkatkan kualitasnya. Makanya, jangan fokus ke hubungan orang lain sebagai relationship goals-mu, yang ada nanti hubunganmu sendiri malah nggak maju-maju.

5. Menengok ke dalam hubungan sendiri jauh lebih penting. Bagaimana pun luar biasanya hubungan orang lain di matamu, menengok, merawat dan mensyukuri apa yang kamu punya masih jauh lebih penting dari itu. Jangan terus membanding-bandingkan, kalau perlu hindari sumber relationship goals tersebut supaya kamu bisa fokus pada hubunganmu sendiri.

Bagaimana bahagia yang dituju itu bergantung pada bagaimana perjalananmu menuju ke sana, jadi jangan hanya fokus pada hasil akhir. Nikmati setiap momen yang kamu punya dengan pasangan, manfaatkan untuk belajar. Sesekali belajar dari pasangan lain itu perlu, tapi jangan jadikan mereka sebagai tujuan dari kebahagiaan hubunganmu.