Sudah Sah Jadi Suami Istri, Penyakit Ini yang Bakal Menghantui Keharmonisan Rumah Tangga

Karla Farhana diperbarui 23 Feb 2018, 02:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Pasangan menikah yang bahagia memang punya benefit sendiri. Selain membangun keluarga yang utuh, akur, dan bahagia, mereka juga terbebas dari berbagai penyakit. Seperti dementia. 

Menurut studi yang dimuat pada Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry, pernikahan bisa menurunkan risiko demensia. Bukan asal sebut, para peneliti itu menghitung seberapa besar persentase cewek lajang yang terkena demensia. Ternyata, 42 persen baik cewek atau cowok single terkena demensia. Sementara, mereka yang punya pasangan dan menikah dan terkena demensia cuma 20 persen.

Tapi, ternyata pasanga menikah juga nggak bisa tenang-tenang saja, lho! Soalnya, menurut sebuah penelitian tahun 2001 yang hasilnya diterbitkan US National Library of Medicine National Institutes of Health, pasangan menikah justru lebih banyak mengidap penyakit-penyakit tertentu. 

Para peneliti menduga, pasangan menikah cenderung akan menderita depresi, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, astma, dan lainnya. 

Mereka kemudian mengumpulkan 8386 pasangan menikah dan berbincang-bincang dalam Trent Focus Collaborative Research Practice Network. Terus, gimana hasil dari penelitian itu?

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Ternyata, Ini Penyakit yang Menghantui Pasangan Menikah

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Morgan Sessions)

 Menurut penelitian tersebut, orang yang sudah menikah cenderung memiliki penyakit yang sama dengan pasangannya. Penyakit-penyakit tersebut biasanya antara lain astma, depresi, hipertensi, dan hiperlipidaermia. 

Jadi, menurut hasil penelitian tersebut, orang-orang yang sudah menikah memiliki risiko mengidap penyakit yang sama dengan pasangannya. Soalnya, mereka hidup bersama-sama, girls. Gaya hidup mulai dari pola makan, olahraga, dan juga aktivitas mereka lakukan bersama-sama. 

Otomatis, kehidupan mereka hampir sama persis. Jadi, tingkat kesehatannya pun juga biasanya hampir sama. Nah, kalau kamu mau sehat, lebih baik ajak suamimu juga untuk hidup sehat. Sehingga kamu lebih nyaman dan selalu dalam kondisi yang fit. Yang paling penting, kamu bebas dari penyakit-penyakit kronis yang membahayakan nyawa.