Metamorfosa Mariah Carey, Diva Pop Dunia yang Pernah Terkucilkan

Regina Novanda diperbarui 19 Mar 2018, 09:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tak kenal Mariah Carey? Sosok diva pop dunia ini sudah melanglang buana di jagat musik hampir tiga dekade. Mariah mengawali kariernya dari ketidaksengajaan. Ya, pertemuannya dengan eksekutif Columbia Records, Tommy Mottola, menjadi awal dari kesuksesan Mariah saat ini.

Sekitar tahun 1988 dalam sebuah pesta, Tommy mengaku tertarik dengan suara Maria. Bak Cinderella, Mariah akhirnya menemukan sosok yang berhasil membawanya ke dapur rekaman. Ia juga berhasil menaklukan hati Tommy hingga menikah. Mariah merilis debut solonya Mariah Carey pada 1990.

Meski sempat menuai kritik pedas, namun album Mariah tersebut sukses menduduki tangga musik Negeri Paman Sam. Beberapa single andalannya seperti Vision of Love, Love Takes Time, Someday, dan I Don't Wanna Cry pun berhasil menduduki peringkat satu di Billboard.

What's On Fimela
Metamorfosa Mariah Carey. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)

Di usia kariernya yang masih belia, Mariah Carey memang sukses menarik perhatian pencinta musik. Totalitasnya pun diganjar dua piala penghargaan Grammy Awards. Nama Mariah Carey pun sontak disejajarkan dengan para penyanyi keren lainnya seperti Whitney Houston, Beyonce dan Christina Aguilera.

Namun, siapa yang menyangka, jika Mariah Carey ternyata pernah terasingkan ketika masih kecil. Wanita kelahiran New York, 27 Maret 1970 ini mengaku sempat mendapat perlakuan tak mengenakan dari para tetangganya di Huntington, New York, Amerika Serikat.

Mariah dan keluarganya menjadi korban kekejaman tetangga-tetangga yang rasis. Bungsu dari tiga bersaudara ini pun menduga tetangga-tetangganya tega meracuni anjing peliharaan mereka dan membakar mobil. Penderitaan Mariah yang terasingkan tak terhenti sampai di situ. Di usianya yang masih tiga tahun, Mariah harus menghadapi kenyataan orangtuanya bercerai.

Metamorfosa Mariah Carey. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)

Sejak perceraian tersebut, Mariah kemudian tinggal bersama ibundanya. Ia pun tak lagi pernah bertemu dengan ayahnya. Hingga pada tahun 2002, takdir mempertemukan kembali Mariah dengan ayahnya. Sayang, tak lama setelah itu ayahnya meninggal dunia.

Ketertarikan Mariah Carey terhadap musik sudah muncul sejak usia tiga tahun. Kala itu, Mariah gemar menirukan ibunya berlatih opera Verdi, Rigoletto dalam bahasa Italia. Ia pun kemudian mulai menjadi penyanyi latar untuk Brenda K. Starr, seorang penyanyi aliran Freestyle dari Puerto Rico.

Metamorfosa Mariah Carey. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)

Ketika dewi fortuna menghampirinya, Mariah Carey memang tak bisa mengelak. Ia sangat bahagia dapat berkarier di industri musik dunia. Bahkan, Mariah dapat menunjukkan eksistensinya hingga tiga dekade dengan menelurkan 14 album studio serta sejumlah tur musik di berbagai negara.

Selain bermusik, Mariah Carey juga menjajal dunia akting. Beberapa judul film layar lebar dibintanginya. Ketimbang berakting di depan layar, Mariah lebih sering melakukan dubbing sebuah karakter.

Metamorfosa Mariah Carey. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)

Soal kehidupan pribadi, Mariah Carey pernah menikah dengan eksekutif produsernya sendiri, Tommy Mottola pada 5 Juni 1993 silam. Namun, pernikahan itu kandas meski sempat menikah ulang di tahun 2000.

Mariah Carey kemudian menikah dengan komedian Nick Cannon pada 30 April 2008 di The Bahamas. Bersama Cannon, Mariah dikaruniai anak kembar Moroccan dan Monroe yang lahir pada 30 April 2011. Saat ini, Mariah dan Cannon telah bercerai dan mengasuh kedua anak mereka bersama-sama.