Ade Andrini: Antara Musik, Travelling, dan F&B

Fimela Editor diperbarui 08 Sep 2011, 09:59 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Saat itu, lalu lintas Jakarta sedang sangat tidak bersahabat. Setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit dari FIMELA House di Grand Indonesia menuju Jalan Wijaya, akhirnya tim FIMELA.com tiba di Restoran Birdcage untuk berbincang-bincang dengan Ade Andrini, mantan model majalah remaja pada tahun 1995. Setelah melihat lokasi, akhirnya kami memutuskan untuk berbincang-bincang di lantai 2 restoran tersebut.

Sebelum memulai perbincangan, Ade sibuk mengeluarkan beberapa barang-barang yang ia bawa untuk diperlihatkan pada tim FIMELA.com. Sejak awal terjun ke dunia kerja, Ade bergelut dengan dunia seni, mulai dari sebagai cover model majalah remaja, membintangi sinetron, FTV, dan beberapa iklan komersil. Dan ternyata, perempuan yang selalu mengenakan busana berwarna hitam ini juga pernah terjun di dunia tarik suara. “Saya memang senang nyanyi, dulu pernah juga saya pernah mengeluarkan sebuah album bersama Balawan grup di Bali sebelum akhirnya saya harus pergi ke luar. Tapi, sebelum nyanyi, awalnya saya membintangi beberapa judul sinetron dan FTV dulu. Dan nyanyi sudah menjadi “masa lalu” buat saya karena saya orang yang cukup moody jadi saya bekerja sesuai dengan mood dan apa yang sedang saya suka,” ujar Ade tertawa ringan.

3 dari 4 halaman

Next

 

Selain punya minat di dunia tarik suara, Ade juga punya minat yang besar pada travelling dan juga dunia F&B (food and beverage). Namun, sayangnya ketika masih kuliah, hobi travelling-nya tidak bisa teralisasi karena terjegal izin orangtua. “Saya sangat suka bepergian. Tapi, saat kuliah, orangtua sangat ketat memberikan peraturan. Jangankan untuk izin bepergian, pulang sedikit telat pun saya nggak bisa. Karena itu, saya memutuskan untuk bekerja, menjadi model dan syuting sinetron supaya bisa keluar rumah. Setelah selesai wisuda saya mengikuti program magang kerja di London selama 3 bulan. Selain bisa memperoleh pengalaman kerja, pastinya saya juga bisa menyalurkan hobi travelling saya,” tutur Ade sambil tertawa.

Setelah selesai 3 bulan menyelesaikan program magangnya di London, Ade kembali ke Indonesia dan langsung pergi ke Bali. Di Pulau Dewata inilah Ade menciptakan lagu-lagu yang akhirnya dia nyanyikan dan rekam sendiri. “Ketika sampai di Bali, saya pun “bersemedi” sekitar satu tahun dan jadilah lagu-lagu ini. Saya bisa menciptakan lagu karena terinspirasi dari pengalaman pribadi. Bisa dibilang ini adalah curahan hati saya. Awalnya saya ingin menjual lagu saya ke seorang penyanyi Indonesia. Tapi, ketika saya kembali lagi ke London, saya bertemu dengan Ben Harper yang mendorong saya untuk merekam lagu-lagu tersebut dan menyanyikannya sendiri. Dan akhirnya jadilah album saya ini,” Ade menunjukkan sebuah CD album pada tim FIMELA.com.

Passion-nya pada dunia F&B diuji ketika untuk kali pertama dia diberi tantangan untuk memajukan sebuah restoran di Kuta, Bali. “Kali pertama saya mengelola restoran yakni saat saya ditawari untuk mengelola restoran kerabat saya di Kuta, Bali. Alhamdulillah, sampai saat ini restoran yang saya kelola tersebut bisa hidup. Dan kemudian, sekembalinya saya dari Amerika, sahabat saya menawarkan untuk mengelola restoran milikinya. Tanpa pikir panjang, saya langsung menerima tawarannya karena memang saya pun menyukai dunia F&B,” Ade bercerita sambil mengenang.

 

4 dari 4 halaman

Next

Perempuan penyuka makanan Jepang baru saja menyelesaikan perjalanannya di 5 negara di Eropa awal tahun ini. Hingga saat ini, Ade yang banyak menghabiskan waktu di restoran yang sedang dikelolanya, masih belum bisa sepenuhnya lepas dari dunia hiburan Indonesia. Job sebagai MC dan model iklan masih diterimanya di sela-sela kesibukannya sebagai manager Birdcage Resto. “Sampai sekarang Alhamdulillah tawaran-tawaran masih banyak yang datang, tapi waktu saya lebih banyak dihabiskan di sini (Birdcage). Jadi, kalaupun ada tawaran, saya baru bisa jalan untuk casting dan sebagainya saat libur dari Birdcage. Paling yang masih sering saya jalani hingga saat ini hanya MC di berbagai acara,” Ade menjelaskan.

 

Saat ini, ketertarikannya pada dunia F&B dan musik berhasil ia padukan dalam satu wadah. “Saya ingin menghidupkan restoran yang saya kelola menggunakan musik. Karena itulah saya buat hari-hari khusus yang menampilkan live music dari para musisi. Om Setiawan Djodi, Piyu, Glenn Fredly adalah segelintir musisi yang pernah meramaikan tempat ini,” tutur perempuan bersuara jazzy ini.