Kim Kardashian Kerap Diremehkan oleh Kris Humphries Selama Menikah

Fimela Editor diperbarui 06 Des 2011, 11:29 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Kini Kris nggak lagi dianggap sebagai korban tak bersalah dari perceraian jutaan Dolar Amerika ini. Berkembang cerita dari sebuah sumber bahwa dalam perikahan singkat mereka, Kris sering merendahkan Kim dengan perkataannya yang kasar. Yang paling mencuat adalah ejekan Kris yang tertuju pada bentuk tubuh Kim yang curvy, dimana bentuk bokongnya memang terbilang berukuran lebih besar dibanding perempuan pada umumnya dengan sebutan “fat ass”.

Nggak hanya fisik, Kris menyerang Kim dengan kata kasar yang menyasar dirinya sebagai seseorang yang bodoh dan akan cepat merosot ketenarannya. Diperkirakan, Kris melakukan itu karena cemburu dirinya berada jauh di belakang ketenaran istrinya.

“ Ia (Kris) meremehkannya (Kim) di depan orang lain. Itu sangat menjijikkan. Ia mencoba untuk mengontrol Kim dengan menjatuhkannya dan mengatakan hal yang sangat jahat. Pernah suatu kali, ia mengatakan bahwa Kim nggak punya bakat apa-apa dan ketenarannya nggak akan bertahan lama,” ujar sebuah sumber tersebut.

Belum selesai di situ, Kris seakan menambah daftar “dosa”nya dengan berencana akan menuntut calon mantan istrinya dengan tuntutan senilai USD10 juta atas keterlibatannya di musim terbaru serial “Kim & Kourtney Take New York”. Seperti dikutip dari majalah “Life &Style”, Kris mengklaim bahwa perannya di serial ersebut ternyata lebih besar daripada yang dikatakan sebelumnya sehingga ia meminta bayaran lebih untuk itu. Tuntutan itu juga didasarkan atas kekhawatirannya tentang perannya yang ditampilkan di serial tersebut. Sebagai informasi, di awal penayangan serial ini pada akhir November lalu, sudah memposisikan Kris sebagai suami yang pencemburu dan sedikit pengatur, dan dikhawatirkan “peran” Kris di situ akan semakin terlihat seperti pemeran antagonis.

3 dari 3 halaman

Next

 

Belajar dari cerita Kim di atas, bagaimana agar hal tersebut nggak terjadi? Bagaimana mendeteksi sifat asli calon pasangan sebelum langkah pernikahan terlanjur diambil? Hal-hal kecil di bawah ini bisa dijadikan pertimbangan: 

1. Act speaks louder than word. Perhatikan kesungguhan cinta pasangan bukan hanya dari berapa banyak frekuensinya mengatakan “I love you” dalam sehari, tapi seberapa besar pembuktian cintanya dalam perbuatan, seperti keinginannya untuk mendengarkan segala uneg-uneg kita, menelepon jika kita pulang terlambat, mau menjelaskan dengan sabar jika ada sesuatu yang kita nggak mengerti, hingga memeluk kita sesering mungkin tanpa harus ada occasion atau alasan tertentu.

2. Menikah bukanlah sebuah bentuk pengekangan. Itu sebabnya, calon pasangan yang baik adalah yang bukan mengisolasi kita dari lingkungan pergaulan yang sudah sekian lama akrab dengan kita, justru ia malah berusaha mengenal teman, keluarga, dan tentunya orangtua kita.

3. Menikahlah dengan seseorang yang membuat kita bahagia. Bahagia di sini bukan berarti ia harus mampu menghadiahi kita dengan materi, namun lebih pada bagaimana kehadirannya berefek pada diri kita sendiri. Bila pasanganmu adalah seseorang yang bisa membuatmu lebih percaya diri, lebih mampu berpikiran positif, dan selalu punya cara untuk membuatmu tertawa, then he’s the man.

4. Bila ia bisa menghargai orang lain dengan respek, maka bisa diyakinkan ia juga mampu menghargaimu dengan sepantasnya. Maka, perhatikan kebiasaan calon pasangan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengucapkan terima kasih saat mendapat pelayanan baik di tempat umum atau menyertakan kata “tolong” setiap kali meminta bantuan padamu atau orang lain.

5. Mariage is all about sharing. Bukan hanya berbagi hidup, tapi juga tanggung jawab dan kewajiban. Perhatikan bagaimana kesungguhan calon pasangan untuk membantu mengasuh anak dan berbagai tugas rumah tangga kelak dengan melihat kerelaannya untuk melakukan tugas domestik saat berpacaran.

6. Kamu menikahi seseorang yang mencintaimu, bukan yang melarangmu atas banyak hal. Ia bisa jadi adalah pasangan yang tepat untuk dinikahi karena selama berpacaran pun, kamu nggak pernah diwajibkan  untuk selalu berada di dekatnya. Biar bagaimanapun, kita tetap membutuhkan waktu untuk menikmati kesendirian atau personal space, dan pasangan yang baik adalah yang sama sekali nggak keberatan dengan hal tersebut.

7. Dari kasus Kim, Kris dikatakan merasa terancam dengan karier Kim yang lebih baik daripadanya. Nah, apabila pasanganmu sudah memperlihatkan tanda-tanda seperti melarang bekerja setelah menikah, mudah marah bila kamu sesekali terlalu sibuk dengan pekerjaan, atau malah sama sekali nggak pernah berinisiatif untuk bertanya bagaimana pekerjaanmu, maka sebaiknya kamu waspada.

8. Kris menyebut Kim gemuk, padahal ia tahu benar setiap perempuan akan selalu sensitif terkait dengan bentuk tubuhnya. Pasangan yang baik adalah yang bisa menyampaikan hal sensitif dengan cara yang halus dan nggak menyakitkan. Bila ia melihat gaya hidupmu kurang sehat, ia bukan malah memarahi dan mengejekmu, tapi mengajakmu untuk bersama-sama memilih makanan yang sehat dan berolahraga.