Kilas Balik Jaman Penjajahan Belanda Di Pelabuhan Sunda Kelapa, Galangan VOC, dan Museum Bahari

Fimela Editor diperbarui 28 Sep 2012, 04:59 WIB
2 dari 5 halaman

Next

Mencoba untuk menapaki sejarah Jakarta, FIMELA.com mengunjungi tempat-tempat yang identik dengan Ibukota. Daerah Jakarta Utara pun menjadi tujuan utama kami.  Kali ini kami memutuskan untuk menyambangi Pelabuhan Sunda Kelapa.

Perjalanan menuju Sunda Kelapa pada siang hari cukup macet, so kalau kamu juga ingin main-main ke daerah ini, sebaiknya berangkat lebih pagi. Di jalan menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, kami terlebih dahulu melewati Museum Bahari dan kami pun memutuskan untuk mampir sejenak. Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan. Tiket masuk Museum Bahari bisa kamu peroleh hanya dengan Rp2.000,- murah kan?

3 dari 5 halaman

Next

 

Pada masa Belanda, gedung ini digunakan sebagai gudang penyimpanan komoditi ekspor. Dan sekarang, digunakan untuk menyimpan semua benda yang berhubungan dengan maritim Indonesia, dari Sabang sampai Merauke mulai dari yang kuno hingga modern. Museum Bahari buka setiap hari, Selasa—Minggu sejak pukul 09.00—15.00. Berbagai replika kapal pun bisa kamu lihat di sini. Selain Museum Bahari, kamu juga bisa naik ke Menara Syahbandar dan melihat sebagian wilayah Jakarta Utara dari ketinggian. Namun sayang, saat ini Menara Syahbandar sedang dalam tahap renovasi sehingga pengunjung harus mengurungkan niat untuk naik ke menara.

4 dari 5 halaman

Next

 

Ingin menghapus dahaga sejenak usai menjelajahi Museum Bahari, kamu bisa sedikit menyebrang jalan dan menyambangi Kafe Galangan VOC. Ya, dulu tempat ini memang menjadi sarang VOC dan sempat dibiarkan kosong setelahnya, tapi kini Galangan VOC sudah disulap menjadi kafe dengan atomesfer jaman Belanda yang nyaman.

Puas berkeliling Museum Bahari, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Walaupun merupakan bagian dari jejak rekam sejarah, pengunjung tidak akan dikenai biaya saat masuk ke Sunda Kelapa, kecuali jika membawa kendaraan bermotor.

5 dari 5 halaman

Next

 

Saat FIMELA.com sampai di Sunda Kelapa, selain aktivitas bongkar muat barang, terlihat beragam wisatawan, lokal maupun mancanegara,  pun sedang berjalan-jalan mengamati pemandangan sekitar. Jajaran kapal-kapal kayu yang berbaris teratur di hulu dan kegiatan bongkar muat yang dilakukan pekerja kapal menjadi pemandangan tersendiri yang tidak boleh luput untuk diabadikan. Nggak heran jika banyak pecinta fotografi yang mencari “objek” di daerah ini.

Untuk berkeliling di pelabuhan ini, kamu bisa berjalan kaki sendiri atau menyewa jasa ojek sepeda yang sekaligus bisa kamu menfaatkan sebagai tour guide. Topi dan sunblock menjadi dua barang penting saat kamu akan mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa karena udara di sekitar cukup terik. Buat kamu, perempuan, sebaiknya ajak seseorang untuk menemani berkeliling. Karena suasana di pelabuhan memang kurang kondusif untuk kita berjalan sendirian.

Nah, itu baru sekelumit tempat bersejarah asyik di Jakarta yang bisa kamu kunjungi. Pst, FIMELA.com masih ada beberapa rekomendasi tempat lucu lainnya lho supaya kamu bisa mengenal sejarah tanpa harus duduk manis memandangi catatan sejarah.