Peningkatan UMR Buka Peluang Menjanjikan Untuk Profesi Financial Planning Specialist

Fimela Editor diperbarui 06 Nov 2014, 10:00 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Dibanding negara tetangga, seperti Thailand, Cina, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Filipina, Indonesia mengalami peningkatan tertinggi dalam ketetapan upah minimun pekerja di tahun 2010-2013. Di ibukota misalnya Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta di tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi Rp2,44juta (sebelumnya Rp2,2juta di tahun 2013) dan begitu pun di kota lainnya. Peningkatan upah minimun tadi pastinya akan pengaruhi jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia, diprediksi akan mencapai 170 juta jiwa di tahun 2030 (sumber: Mc Kinsey 2012). Kenaikan tingkat kesejahteraan tiap penduduk akan mempengaruhi gaya hidup. Penduduk yang tadinya tidak memikirkan perencanaan keuangan untuk asuransi jiwa, berangsur akan melirik ke arah sana.

Great Eastern, perusahaan asuransi jiwa tertua di Asia pun menangkap peluang menjanjikan, yaitu memperkenalkan profesi baru di bidang tenaga pemasaran dalam industri asuransi jiwa yang dikenal dengan nama Financial Planner Specialis (FPS). Yang membedakan dengan agen asuransi jiwa (tradisional) lainnya, FPS bekerja dengan full time bukan paruh waktu. Albert Koh, konsultan PT Great Eastern Life Indonesia menjelaskan sistem full time dibutuhkan agar FPS bisa fokus, produktif dan efisien dalam menangani klien.

Kriteria yang harus dimiliki untuk menjadi seorang FPS adalah lulusan minimal S1 dari jurusan yang relevan dengan pengalaman kerja di bidang yang sama selama 2 tahun atau lulusan jurusan tak relevan dengan pengalaman kerja selama 5 tahun. Usia pekerja harus di rentang 21-35 tahun. Fresh graduate sayangnya tidak bisa melamar.

 

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

 

Setelah dua tahun bekerja, FPS akan ditawari dua jenjang karier, yaitu menjadi profesional atau entepreneur. Untuk sampai tahap dua tahun bekerja, tiap FPS pastinya dibekali training profesional yang disertai ujian. Training yang dilakukan memiliki sertifikat berstandar internasional seperti ChFC (Chartered Financial Consultant), RFC (Registered Financial Consultant) dan CFP (Certified Financial Planners). Selain jenjang karier yang menarik, kompensasi yang akan diperoleh meliputi fixed income, variable income dan passive income yang di dapat dari Renewal Comissions dan Persistency Bonus.

Sejak diperkenalkan di bulan Juni 2013, jumlah tenaga FPS terus berkembang dari 23 menjadi 300 orang hingga September 2014. Salah satu FPS, Indra, menuturkan pengalamannya bekerja di PT Great Eastern Indonesia. “Tujuan kami di sini bukan untuk merugikan namun membantu tiap orang tanpa memandang strata tertentu. Bahkan, ada pengalaman saya membantu tukang ojek langganan yang ingin memiliki cita-cita tinggi, yaitu membeli rumah dan motor baru. Beliau sendiri sangat ingin dibantu dalam urusan keuangan. Ia menjadi salah satu klien saya pada akhirnya. Padahal, gaji yang ia dapat per bulan hanya Rp1,5-2 Juta saja,” tuturnya. Ya, FPS di Great Eastern memang dilatih secara profesional untuk memberikan solusi perencanaan keuangan akan pemilihan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan ‘dompet’ tiap orang.

Dengan peningkatan kesejahteraan yang berdampak pada perubahan gaya hidup, sudah pasti peluang profesi FPS memang menjadi celah yang patut dicoba.