Made in Indonesia, 6 Brand Lokal Yang Wajib Kamu Tahu di 2016

Jessica Esther diperbarui 08 Jan 2016, 14:34 WIB

Jakarta Kemarin kami sudah membahas 5 nama desainer luar yang bakal merajai industri fashion internasional di tahun 2016. Saatnya membahas talenta negeri kita yang desainnya juga tidak kalah menawan dari nama-nama desainer di luar kemarin. Karya para desainer ini menghasilkan 6 brand yang semenjak akhir tahun kemarin berhasil menjadi buah bibir para fashionista lokal. Lewat ide yang brilian, bukan hal yang mustahil jika nama mereka bisa menjadi global. Siapakah 6 brand yang masuk dalam jajaran pilihan kami?

Laison by Aurelia Santoso

Creative Director: Aurelia Santoso

Launched in: 2014

Signature style: Aurelia Santoso tak ingin desainnya hanya mengikuti tren fashion semata saja. Ia ingin filosofi dan proses pembuatan koleksinya juga terlibat di setiap karyanya yang bergaya California. Lewat material yang dipilih secara hati-hati serta potongan dan detail yangexquisite, Laison by Aurelia Santoso akan menjadi salah satu brand yang siap menghuni lemarimu.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Next

Tangan

Creative Director: Zico Halim dan Margaretha Novianty

Launched in: 2015

Signature style: bergaya kontemporer serta mengedepankan proporsi dan kepintaran si pemakainya dalam melakukan styling adalah ciri khas Tangan. Material yang terlihat seperti belum selesai dikerjakan, dengan potongan yang tak terduga rupanya sukses mencuri perhatian di penghujung tahun kemarin.

3 dari 6 halaman

Next

SOE Jakarta

Creative Director: Monique Soeriaatmadja

Launched in: 2015

Signature style: Koleksinya mengedepankan gaya klasik yang tak lekang oleh waktu. Namun di satu sisi tetap memperlihatkan tren fashionterkini lewat potongan serta detail. Sebuah paduan unik terlebih kedua talenta di belakangnya juga memilih kain asli Indonesia yang ditenun khusus dari Pekalongan.

4 dari 6 halaman

Next

Mazuki

Creative Director: Miranda Mazuki

Launched in: 2015

Signature Style: Berestetika tinggi lewat arahan gaya serta ada faktor seni yang terbesit di setiap helai bajunya. Gemar dengan seni arsitektur, Miranda Mazuki pun meluapkannya lewat potongan-potongan asimetris yang ada di 2 koleksi kapsulnya tersebut.

5 dari 6 halaman

Next

Duma

Launched in: 2015

Signature StyleGaya sleek minimalis tapi tetap memiliki twist menarik yang diaplikasikan di bagian-bagian tertentu membuat Duma diincar oleh banyak pecinta gaya minimalis ibukota. Menjadi terdepan bukan berarti harus selalu mengaplikasikan terlalu banyak detail. Itulah mengapa Duma wajib menjadi salah satu brand yang layak bersinar tahun ini.  

6 dari 6 halaman

Next

ETU

Creative Director: Restu Anggraini

Launched in: 2011

Signature Style: Mengusung tema executive workwear, ETU menjadi jawaban bagi para hijaber untuk menemukan koleksi pakaian bergaya minimalis dan sleek. Dengan siluet yang kontemporer dan potongan unik, rasanya para non-hijaber pun akan segera memasukkan brand satu ini ke dalam daftar belanja mereka.