Sukses Tidak Dicapai Cepat, Makeup Artist Kesayangan Chanel Ini Contohnya

Okinice Meyer diperbarui 23 Jun 2016, 16:00 WIB

Jakarta Tanpa seorang creative director dari tahun 2013 sejak ditinggal oleh Peter Phillip, sampai akhirnya pada Januari 2015 lalu, Chanel menjatuhkan pilihannya pada make-up artist papan atas; Lucia Pica.

Pica sendiri sebenarnya sudah bekerja sama dengan Chanel dari tahun 2013 tidak berapa lama saat setelah Peter Phillip pergi, untuk berbagai proyek beauty campaign Chanel. Sebagai creative makeup and color director Chanel, Pica melakukan perjalanan dua kali sebulan dari London ke Paris demi Chanel. Tidak hanya itu, Pica juga mendesain semua produk kecantikan Chanel, serta membantu memasarkannya. Koleksi lengkapnya sendiri untuk Chanel akan diluncurkan Agustus ini.

Sembari, melanjutkan pekerjaannya secara independen pada bagian editorial, yaitu salah satunya (yang terbaru) memberi sentuhan riasanya untuk cerita romantis antara Zayn Malik dan Gigi Hadid untuk Vogue Amerika edisi Mei. 
 
Untuk sampai pada posisinya seperti sekarang ini bukanlah perjalanan setahun dua tahun bagi Pica. Perlu kurang lebih satu dekade untuk mewujudkannya. Tidak ada yang bisa menyangka masa depan seseorang, bahkan mungkin dirinya sendiri. Karena, makeup artist yang besar di Naples, Italia ini awalnya berencana mengambil pendidikan di bidang konservasi seni atau psikologi. Namun, suratan takdir berkata lain. Menghabiskan musim panas dua kali di London ternyata membuyarkan rencananya itu. Pada tahun 1999, Pica justru pindah ke ibu kota Inggris tersebut, karena ia menemukan kebebasan dan terpesona dengan masyarakat di sana, yang terlihat begitu berbeda di matanya.
 
Awal kariernya di dunia merias ini saat ia mengambil kursus di Greasepaint makeup college selama sebulan di sana. Dari sana, ia mulai bekerja serabutan dengan menjadi perias figuran-figuran di film James Bond "Die Another Day". Tidak ketinggalan juga mengerjakan fashion-nya. Usai dari proyek ini, Pica lalu bergabung dengan agen makeup artist, sembari bekerja sebagai asisten makeup artist terkenal Charlotte Tilbury. Pada masa itulah ia mulai berkesempatan mengerjakan banyak proyek cukup bergengsi.

Tiga tahun setelahnya, Pica memilih untuk bekerja secara freelance. Selama menjadi freelance sebelum akhirnya bergabung di Chanel tahun lalu, Pica telah berkontribusi dalam banyak proyek papan atas seperti runway show Roksanda dan Peter Pilotto, campaign iklan Dolce & Gabbana dan Louis Vuitton, dan cover majalah Vogue, Self-Service, dan i-D.


Lucia Pica makeup for Chanel


Lucia Pica makeup for i-D


Lucia Pica makeup for Vogue

 
What's On Fimela