11 Film Drama Romantis (untuk Valentine) Favorit Tim Fimela

Melida Rostika diperbarui 10 Feb 2017, 17:00 WIB
Jakarta

Belum memiliki teman kencan untuk dinner romantis menghabiskan malam Valentine? oh please, men don’t meant everything. Susun rencana sleep over party bersama sahabat-sahabat tercinta.   Kenakan setelan piyama paling stylish, kenakan sleeping eye cover, take a selfie or two  untuk menghias feed instagram dengan caption lantang “singles and very happy”. Tak lengkap rasanya bila sleep over party tanpa movie marathon. Dalam rangka Valentine, jangan sungkan menikmati beberapa deretan film romantis dari mulai adegan adegan cheesy di 500 Days of Summer sampai beberapa adegan yang membuat hati terenyuh dan mata sembab dibanjiri air mata seperti di film P.S I Love You. Berikut beberapa pilihan film romantis rekomendasi pilihan editor Fimela. 

 

Pretty Woman 

“A romantic feel good movie yang enak ditonton kapan saja, when you need to unwind. Cerita klasik perempuan kurang beruntung yang bertemu laki-laki kaya, dan baik. Julia Roberts was in her element, dan Richard Gere was so dreamy. Membuat kita ikut senang dengan perubahan sifat yang dialami karakter Richard Gere, dan perubahan nasib yang dialami karakter Julia Roberts.” -Stanley Dirgapraja, Managing Editor. 

 

 

The Great Gatsby 

"Actually i’m not a person who loves romantic-thingy movie genre, tapi Great Gatsby lumayan romantis karena ending yang cukup menyentuh. Selain itu settingan tahun 20-an yang sophisticated dan para aktor dan aktris (terutama Leonardo Di Caprio) yang keren buat saya jadi makin "kena" dengan film satu ini. Plus fashion sense film Great Gatsby era 20-an yang glamor pun sangat terasa. I think ini adalah konsep film yang "gw Banget" hahaha” - Wisnu Genu, Fashion Stylist.  

 

 

Before Sunrise, Before Sunset 

"Dialog film Before Sunrise, Before Sunset ini memiliki sisi romantis yang cukup kuat. Film ini mampu menghadirkan bagaimana sesungguhnya sosok pasangan yang benar-benar cocok. Dimana mereka tidak harus mengatakan cinta atau mengobrol kata romantis yang merujuk gombal. Tapi, bisa cocok satu sama lain. Mengalir dalam obrolan dan mereka mampu mendapatkan waktu yang efektif saat bersama. Tema obrolan yang disinggung juga cukup ringan dan awam di kehidupan sehari-hari. Dikemas begitu pintar dan berbobot, mulai dari pembicaraan tentang pengalaman kehidupan sehari-hari, sampai bagaimana mereka menyikapi hidup tentang apa yang telah terjadi di dalam kehidupan masing-masing. Dan tentunya dengan penyampaian dialog cerdas yang terjadi terus-menerus.” - Arisa Mukharliza, Beauty Editor.

 

 

Eternal Sunshine of the Spotless mind 

Beberapa orang mengaku susah untuk bertahan nonton film ini sampai akhir karena jalan ceritanya yang agak memusingkan. Tapi kalau sudah benar-benar terbawa sama film ini, this is definitely one of the best romance movies I've ever seen. Orang yang pernah merasakan cinta (dan pastinya sakit karena cinta) umumnya pernah punya perasaan dan keinginan seperti “I shouldn’t have known him" atau “I wish I could erase him from my memory”. Film ini simply menjawab, if it's meant to be, it will be. Semua hal yang terjadi ada alasan dan perannya sendiri buat hidup kita, especially love and heartbreak. Sepertinya kalau semua orang yang pernah merasa sakitnya cinta menonton film ini, bisa meminimalisir kegalauan yang berlebih dan belajar untuk ikhlas. Selain ceritanya, Jim Carrey dan Kate Winslet pun jadi nilai tambah film ini. Nggak hanya romantis, film ini juga punya sentuhan komedi, sci-fi, dan drama yang bikin film ini berwarna dan membekas bagi yang menyaksikan.” - Raissa Nathania, Intern.

 

 

Moonrise Kingdom

“Mungkin untuk beberapa orang, Moonrise Kingdom terlalu childish karena memang dimainkan  dengan latar cerita anak-anak. Namun sebenarnya tersirat pesan yang mendalam dari film ini, dimana Suzy Bishop dan Sam memutuskan untuk pergi melarikan diri dari kehidupan masing masing untuk tinggal berdua saja di alam liar hanya dengan berbekal kemampuan boy scout Sam. Dengan alasan sederhana tanpa drama bahwa mereka hanya jatuh cinta dan ingin selalu berama. Bukankah cinta harusnya memang semudah itu?.  Dengan tone warna yang tenang di setiap scene andalan Wes Anderson, memberikan kesan “biru” tersendiri saat menyaksikannya. Sebuah film dengan kisah cinta yang sederhana seadanya yang dibungkus dengan rasa luar biasa a la Wes Anderson.” - Melida Rostika, Writer. 

 

 

Saving Mr Banks

“Film ini sukses menguras air mata dari opening sampai endingnya. mungkin karena film ini recalling my childhood memories bersama Ayah. For some reason, ada beberapa adegan yang  sesuai dengan pengalamanku bersama ayah. Pesan yang tersirat pun yaitu bahwa sebenarnya, cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya, it always got me!.” - Monica Dian, Writer. 

 

 

Freaky Friday 

"Sebenarnya aku cenderung mudah lupa setiap film yang sudah pernah aku tonton. Tapi untuk film yg satu ini aku nggak pernah lupa karena menceritakan tentang hubungan antara ibu dan anak dengan cara yang unik dan humoris. Hubungan antara Lindsay Lohan dan ibunya diceritakan tidak pernah akur, hingga suatu hari jiwa mereka tertukar dan terpaksa harus memahami satu sama lain. Film ini cukup membuat banyak tertawa namun akhir ceritanya sangat menyentuh.” -Anida Christarila, Sekretaris Redaksi. 

 

 

50 First Dates (2004)

“Merupakan kisah cinta yang unik menurutku, seorang Henry yang merupakan dokter hewan memiliki sifat playboy, tak sengaja berkenalan dan jatuh cinta pada Lucy seorang perempuan yang mengidap penyakit short term memory akibat kecelakaan yang membuat ia lupa dan ingatannya setiap hari berganti. Henry selalu berusaha membahagiakan Lucy, walau ia tahu kalau keesokan harinya Lucy akan lupa semua kejadian yang telah mereka lakukan di hari sebelumnya. Peran  Henry yang tulus dan menerima Lucy dengan keadaannya membuat aku jatuh cinta dengan film yang dibintangi oleh Adam Sandler dan Drew Barrymore ini. And Lucy’s messy blonde hair is so chic.” - Reiny, Social Media.

 

 

About time 

“Film ini akan menyadarkan penonton bahwa sebenarnya cinta bukanlah hanya antara dua orang lawan jenis. Dan sesungguhnya kasih sayang orang tua memang benar adanya sepanjang masa. Alur cerita yang tak biasa membuat jantung berdegup kencang menantikan kejadian apa yang akan mungkin terjadi. Namun di akhir cerita, aku sukses dibuatnya bernafas lega.” - Anneisa Azhoera, Graphic Designer. 

 

 

A Walk to Remember

“Sebuah kisah cinta yang tak terbayangkan. Mengisahkan dua sejoli yang berasal dari latar belakang yang berbeda, Jamie Sulivan seorang gadis lugu sedangkan Landon Carter seorang pria tenar di sekolah, yang akhirnya jatuh cinta ketika sama-sama tampil pada pentas sekolahnya. Plot twist yang mengejutkan serta ending yang tak terduga akan membuat emosi sedih dan senang bercampur aduk menjadi satu. Too many sweet  scene yang akan membuat kita berharap memiliki kekasih seperti Landon.  This is an absolute valentine must-watch movie.”  - Misty, Editorial Marketing Communication. 

 

 

Something Borrowed 

“Film ini memberikan rasa percaya bahwasanya apa yang telah menjadi takdir kita akan memiliki jalannya sendiri. Dengan alur cerita yang terkadang flash back menjelaskan latar belakang sang pemain menjadikan film ini bersifat ringan dan menghibur. Mungkin di tengah jalan cerita kita akan putus asa karena Rachel dan Dexter tak akan bersatu, namun dengan ending yang tak terduga, film ini akan membuat yang menyaksikan sukses ikut tersenyum manis.” -Bunga Wiratri, Intern. 

 

 

What's On Fimela