Tak Melulu Harus Dilupakan, Kadang Mantan Memberi Banyak Pelajaran Kehidupan

fitriandiani diperbarui 12 Jun 2018, 09:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Hampir setiap yang putus cinta pasti merasa dirinya harus segera melupakan mantan, terutama bagi yang diputusin. Ingat mantan itu pasti sepaket dengan rasa sesak karena ditinggalkan secara sepihak. Menyedihkan.

Lupa atau tidak lupa sama mantan juga kadang dikaitkan dengan sudah move on atau belum move on-nya seseorang. Padahal ya, lupa dan move on itu dua hal yang berbeda.

Move on dari masa lalu bersama si mantan adalah tentang menerima, tentang berdamai dengan semua sisa perasaan yang tertinggal setelah perpisahan tersebut.

Kamu bisa saja move on dari si mantan tanpa harus lupa sama sekali. Justru, tidak berusaha melupakannya--namun berdamai dengan kenyataan--adalah langkah pertama menuju move on.

Lagipula, mantan tak melulu harus dilupakan kok. Justru mereka adalah sarana bagus bagi kamu untuk berubah jadi orang yang lebih baik, khususnya dalam peran sebagai pasangan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Alasan Mantan Tak Perlu Dilupakan

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

1. Dia pernah membuatmu merasakan cinta

Bagaimanapun bentuknya cinta itu, kamu pasti pernah merasakannya dalam hubungan bersama di dia. Itulah yang harus kamu hargai. Jangan sampai perpisahan itu menghilangkan seluruh kebaikan yang pernah ada.

2. Meski berpisah juga, tapi kehadirannya pernah menciptakan makna

Pada sati fase dalam hidupmu, dia ada dan memberi makna. Dia menjadi bagian dari cerita hidupmu. Kenangan bersamanya menorehkan banyak hal, termasuk pelajaran tentang menjalin hubungan yang baik.

3. Kalaupun kamu sakit karenanya, dari sanalah kamu belajar untuk bijaksana menghadapi luka

Luka membuat kamu tahu di mana batas kekuatanmu, kamu jadi tahu bahwa ternyata kamu mampu lebih dari yang selama ini kamu kira. Kamu jadi semakin kuat, kamu pun bisa belajar untuk tidak menyakiti orang yang kamu cinta dari sana.

3 dari 3 halaman

Melupakan Mantan Tidak Perlu Jadi Tujuan Utama Setelah Putus

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Christian Ferrer)

4. Kamu bisa lanjutkan hidup dengan damai saja mestinya cukup, tidak perlu dibumbui benci

Bukankah ketenangan hati itu yang utama? Kalau bisa berdamai, menerima, dan ikhlas menjalani semua yang terjadi, untuk apa membiarkan diri dikuasai benci? Membenci itu seperti meracuni diri sendiri, lho.

5. Semakin kamu berusaha melupakannya, semakin dia lekat pada dirimu

Berusaha melupakannya akan membuat kamu semakin sering mengingatnya. Bukannya hilang, dia malah makin sering singgah di pikiranmu dan itu akan semakin membuatmu gelisah.

Jadi, demi ketenangan hidup dan kebaikan dirimu sendiri, belajarlah untuk menerima kenyataan, jangan berusaha melupakan.