4 Perjuangan Denny Sumargo untuk Jadi Ayah Ahok

Syifa Ismalia diperbarui 09 Nov 2018, 17:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Film A Man Called Ahok sendiri akan mulai tayang di bioskop mulai tanggal 8 November 2018. Selain Daniel Mananta, beberapa nama yang terlibat didalamnya antara lain Eriska Rein, Denny Sumargo, Donny Damara, Edward Akbar, Jill Gladys, dan beberapa nama lainnya.

film A Man Called Ahok juga menggambarkan bagaimana keluarga membentuk kepribadian seorang Ahok. Putrama Tuta selaku sutradara mengatakan jika film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka itu memang bergenre drama keluarga.

 

What's On Fimela
Media visit pemain film A Man Called Ahok (Nurwahyunan/Fimela.com)

Maka dari itu, hampir sepanjang film menggambarkan bagaimana sosok Ahok dibangun dari keluarga pengusaha tambang di kawasan Belitung. "Dari awal saya mau fokus ke hubungan Ahok dan ayahnya. Ini cerita soal ayah Ahok mendidik, itu saja," tutur Putrama Tuta.

Denny Sumargo berperan sebagai ayah Ahok. Peran ini sangat membekas baginya karena ada 4 perjuangan yang harus dilaluinya ketika berperan sebagai ayah Ahok.

 

2 dari 5 halaman

1. Tidak Siap

Denny Sumargo, pemain film A Man Called Ahok. (Fotografer: Nurwahyunan, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri /Fimela.com)

Denny Sumargo tadinya ditawarin sebagai pak Basuri, adiknya pak Ahok. Tapi pak Basuri sudah diambil Samuel Wongso. "Setelah itu memang ditawarin untuk jadi pak Kim Nam. Saya jujur tidak siap dengan kondisi itu, tapi saya coba profesional aja. Gimana caranya saya memainkan karakter itu sebaik mungkin," katanya.

Pria berusia 37 tahun tersebut sempat tak percaya diri bisa bermain dengan baik. Ditambah lagi sosok Kim Nam ini sudah tiada. Meski begitu, Denny tetap berusaha untuk profesional dalam bekerja.

 

 

3 dari 5 halaman

2. Film Tersulit

Denny Sumargo, pemain film A Man Called Ahok. (Fotografer: Nurwahyunan, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri /Fimela.com)

"Saya bisa bilang ini film tersulit yang saya perankan karena karakternya sangat berbeda dengan apa yang saya mainkan sebelumnya. Yang lain lebih general, sedangkan ini spesifik karena tak banyak yang punya dan saya dituntut untuk membuat karakter ini hidup, ini jadi pe-er saya," kata Denny Sumargo.

 

4 dari 5 halaman

3. Dialeg Belitung

Denny Sumargo, pemain film A Man Called Ahok. (Fotografer: Nurwahyunan, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri /Fimela.com)

Salah satu tantangan yang harud ditaklukkan Denny Sumargo adalah belajar dialeg Belitung. "Sempat terasa susah, tapi saya senang dengan PH ini yang menyediakan coach, mereka mendampingi dan memang asli Belitung. Dia selalu mengawasi saya, saat ada kesalahan dikasih tahu, jadi banyak take ulang ya. Membiasakan itu saya bergaul dengan masyarakat sekitar seperti jogging berbicara dengan masyarakat. Kalau lagi break juga seperti itu untuk membiasakan telinga," katanya.

 

5 dari 5 halaman

4. Memukul Donny Alamsyah

Denny Sumargo, pemain film A Man Called Ahok. (Fotografer: Nurwahyunan, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri /Fimela.com)

Ada adegan yang keluar dengan skrip dengan Donny Alamsyah, Denny Sumargo memukul Donny. Tentu saja dia merasa takut. Dony Alamsyah bilang nggak ada adegan mukul, tapi katanya bagus dilihatnya terasa natural.

"Jadi kebawa banget itu, lagi panas dan karakter pak Kim Nam marah, dan karakter Dony itu berbohong jadi saya kebawa emosi dan saya gaplok dia. Sempat di cut, saya kira salah ternyata dibilang bagus dan jadi masuk di scene. Donny juga profesional dan gak marah, tapi dia kelihatan kurang senang. Saya minta maaf lagi dan untungnya dia orangnya easy going," kenangnya.