Hari Ayah, Saat yang Tepat untuk Nonton Film A Man Called Ahok

Puput Puji Lestari diperbarui 12 Nov 2018, 17:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap tanggal 12 November 2018 diperingati sebagai hari ayah. Untuk merayakannya, film A Man Called Ahok rasanya sangat tepat. Karena film A Man Called Ahok yangn mulai tayang di bioskop 8 November 2018 ini mengisahkan cerita dari kehidupan Ahok kecil di Gantong, kepulauan Belitung Timur sekitar 1976 sampai beliau menjabat Bupati Belitung Timur 2005.

Putrama Tuta selaku sutradara mengatakan jika film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka itu memang bergenre drama keluarga. Maka dari itu, hampir sepanjang film menggambarkan bagaimana sosok Ahok dibangun dari keluarga pengusaha tambang di kawasan Belitung.

"Dari awal saya mau fokus ke hubungan Ahok dan ayahnya. Ini cerita soal ayah Ahok mendidik, itu saja," tutur Putrama Tuta beberapa waktu lalu.

 

Preskon film A Man Called Ahok (Nurwahyunan/Fimela.com)

Ditemui saat press screening film karya Putrama Tuta itu, Daniel Mananta yang berperan sebagai Ahok mengaku hampir menangis melihat jalan cerita yang mengedepankan drama keluarga tersebut. "Drama yang diceritakan luar biasa sekali, menyentuh emosi. Saat di scene meja makan, terus flashback inget ayahnya, itu saya beneran tahan nangis," ungkap Daniel Mananta.

Film A Man Called Ahok juga menggambarkan bagaimana keluarga membentuk kepribadian seorang Ahok. Daniel Mananta pun mengaku terharu dengan penggalan cerita masa lalu Ahok saat dididik cukup keras oleh orangtuanya.

"Jujur saya semakin yakin kalau film A Man Called Ahok bukan hanya tentang Ahok, tapi juga sosok Kim Nam, ayah Ahok. Jadi memang kita cuma pinjam cerita pak Ahok dan kita jadikan ini film drama keluarga," terangnya.