30 Hari Detoks Keuangan

Fimela diperbarui 20 Feb 2013, 10:30 WIB

Sering punya masalah pengeluaran lebih besar dari penghasilan? Saatnya Anda mencoba detoks keuangan.

Oleh Laras Eka Wulandari

Menyambut tahun yang baru saatnya menyehatkan kembali kondisi keuangan Anda. Awali dengan detoks sebulan penuh. “Detoks keuangan adalah cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Kebiasaan belanja pun dapat terkontrol sehingga Anda akan lebih bijak menggunakan uang. Tidak akan ada lagi masalah keuangan dan stres,” ujar Pritta Hapsari Ghozie, SE, Mcon, GcertFP,CFP©, QWP, CEO&Chief Financial Planner Zap Finance. Anda siap mencoba? Jalani 30 hari dengan langkah-langkah berikut ini:

HARI 1 Minggu, Mulai melakukan financial checkup. Identifikasi kondisi keuangan Anda dengan merinci aset-aset yang ada, diikuti dengan merinci apa saja hutang Anda. Anda akan mengetahui seberapa besar kekayaan bersih yang Anda miliki.

HARI 2 Hitung pengeluaran setiap bulan. Perkirakan apa saja yang menjadi pengeluaran primer, sekunder, ataupun tersier. Bagi pos pengeluaran kedalam 4 kelompok besar: biaya hidup rutin, cicilan hutang, tabungan dan investasi, serta kesenangan. Alokasikan pendapatan Anda untuk berbagai pos pengeluaran tersebut ketika menerima gaji.

HARI 3 Lunasi hutang segera, seperti hutang kartu kredit tanpa agunan  yang bunganya bisa mencapai puluhan persen pertahun. Jika Anda memiliki hutang produktif seperti pinjaman rumah, itu bukan prioritas utama. Bunga pinjaman rumah biasanya memiliki bunga efektif, 7.5-9% pertahun. Maka Anda bisa investasi di produk yang cukup agresif untuk mendapatkan potensi hasil diatas 20% setahun.

HARI 4 Hitung hutang yang sudah dilunasi dan pengeluaran rumah tangga yang sudah terpenuhi. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi dan masih terdapat sisa uang, maka uang tersebut dapat Anda gunakan untuk kesenangan, misalnya makan di luar.

HARI 5 Rencanakan kapan harus melunasi seluruh tagihan yang dikelompokkan di hari ke-5. Buatlah deadline minimal seminggu sebelum jatuh tempo. Buatlah alarm pengingat di ponsel Anda atau letakkan deadline tagihan hutang Anda ditempat yang strategis, misalnya di meja rias.

HARI 6 Keluarkan semua catatan tagihan Anda, mulai dari asuransi, cicilan kendaraan bermotor, dan tagihan lainnya. Kelompokkan tagihan tersebut ke dalam satu kelompok mana tagihan yang harus dilunasi segera, mana yang masih bisa ditunda.

HARI 7 Sabtu, Jujur pada diri sendiri jika memiliki masalah keuangan. Hindari sikap memungkiri atau denial. Biasakan terbuka pada pasangan. Sehingga jika ada masalah bisa dihadapi berdua.

HARI 8 Minggu, Biasakan berbelanja mingguan atau bulanan untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Seringkali belanja membuat Anda tergoda membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.

HARI 9 Awali minggu kedua ini dengan belajar  mengontrol pengeluaran. Salah satunya dengan tidak sering makan di luar atau membeli kopi di coffee shop. Lolos dari detoks ini, Anda bisa berhemat sekitar 20% dari pengeluaran biasanya.

HARI 10 Buatlah perincian kebutuhan Anda dan keluarga selama sebulan. Belanjakanlah barang yang berkualitas tinggi dan benar-benar di perlukan. Tak perlu tertarik diskon.

HARI 11 Bawalah makanan dari rumah beberapa kali dalam seminggu. Dana yang Anda gunakan untuk membeli makan siang dapat disimpan dan dialokasikan untuk keperluan lain.

HARI 12 Hanya membawa satu ATM yang berisi rekening belanja harian dan uang tunai. Mengeluarkan uang tunai akan membuat Anda merasa lebih ‘kehilangan’ uang dibandingkan dengan menggunakan kartu kredit.

HARI 13 Manfaatkan promo kartu kredit. Berbelanjalah di toko yang menawarkan berbagai potongan harga. Namun promo kartu kredit hanya berlaku bagi Anda yang tidak memiliki utang tertunggak dan selalu membayar tagihan tepat waktu.

HARI 14 Sabtu, Bayarlah tagihan kartu kredit tepat waktu. Pembayaran melebihi tempo akan dikenakan biaya lebih tinggi. Semakin tinggi bunga diterima maka akan semakin berat beban yang akan ditanggung.

HARI 15 Minggu, Sisihkan uang sebesar seratus ribu rupiah dalam satu amplop atau dompet untuk uang parkir atau lainnya. Tanpa disadari pengeluaran uang receh menjadi pengeluaran besar yang tak terduga.

HARI 16 Tuliskan apa saja pengeluaran Anda dan pasangan dari hal kecil hingga yang besar, untuk mengetahui keperluan Anda dan pasangan. Hal itu juga bisa membuat Anda mampu memangkas pengeluaran yang tidak diperlukan. Berhematlah dimulai dari hal yang paling tidak kita sukai secara bertahap untuk memudahkan menjalankan detoks keuangan.

HARI 17 Kendalikan diri untuk tidak membuka berbagai tempat belanja online. Sebenarnya online shopping dapat menghemat biaya transportasi untuk mendapatkan barang. Tapi jika Anda termasuk orang yang mudah tergoda, cara ini akan menguras dompet.

HARI 18 Carilah tambahan uang. Jika Anda memiliki keahlian yang bisa menghasilkan uang, jadikanlah itu sebagai lahan baru untuk mendapatkan uang tambahan.

HARI 19 Pisahkanlah uang dalam rekening untuk pengeluaran rutin dan uang untuk tujuan tertentu. Hal itu mencegah Anda menggunakan uang tabungan untuk berbelanja. Tidak masalah ada dalam satu bank, yang terpenting rekeningnya terpisah.

HARI 20 Gunakanlah fasilitas gadget yang Anda miliki, misalnya video chatting, email dan lainnya. Jika memang harus dengan telepon, carilah provider yang sama agar lebih murah. Selain menghemat uang, memanfaatkan layanan smartphone dibandingkan dengan telepon juga lebih menyehatkan.

HARI 21 Sabtu, Biasakan untuk mengecek lemari es sebelum Anda makan diluar atau membeli bahan makanan yang baru. Olah bahan makan yang ada di dalam lemari es dengan melibatkan anak dan pasangan.

HARI 22 Minggu, Isi hari Minggu Anda dengan hal seru dan murah meriah, misalnya bersepeda pagi hari menyusuri komplek tempat Anda tinggal atau di taman terbuka lainnya. Bawalah bekal makanan kesukaan anak Anda dari rumah.

HARI 23 Jika Anda memiliki voucher dari produk tertentu, gunakanlah sebelum masa berlakunya habis. Walaupun jumlahnya tidak besar, menggunakan voucher belanja sama saja dengan menghemat uang.

HARI 24 Persiapkan dana pensiun Anda. Sisihkanlah 30% dari pendapatan Anda setiap bulan. Dana pensiun sebenarnya sangat baik dipersiapkan dari saat mendapatkan gaji pertama dan masih lajang. Anda juga bisa melakukan investasi jangka panjang untuk hari tua.

HARI 25 Segera pulang dari tempat perbelanjaan setiap kali selesai membeli keperluan yang dibutuhkan. Lebih cepat meninggalkan pusat perbelanjaan dapat meredam keinginan belanja yang lebih banyak.

HARI 26 Buatlah tabungan yang dipotong langsung dari penghasilan yang masuk setiap bulan ke rekening tabungan. Hal ini sangat efektif untuk membuat Anda disiplin menabung.

HARI 27 Belajarlah dari pengaturan keuangan teman Anda yang teratur. Terbukalah pada teman-teman dekat, bahwa Anda sedang menjalani detoks keuangan agar mereka bisa mendukung dan memberi masukan berharga.

HARI 28 Sabtu, Banyak jalan untuk berhemat. Penuhi keinginan nonton film di bioskop dengan menonton kembali berbagai koleksi DVD agar menghemat pengeluaran untuk hobi menonton.

HARI 29 Minggu, Ajarkan buah hati Anda untuk bertanggung jawab atas uang saku yang diterimanya. Ajarkan juga bagaimana membeli sesuatu yang mereka inginkan dengan cara rajin menyisihkan uang saku. Dengan demikian mereka akan belajar berhemat dan bisa merencanakan keuangan sejak dini.

HARI 30 Berilah penghargaan pada diri Anda setelah berhasil melakukan detoks. Berbagilah kepada sesama dengan menyumbangkan 10 persen dari dana yang berhasil Anda simpan. Anda akan lebih berbahagia saat detoks keuangan ini bukan hanya menyehatkan kantong, tapi juga berguna bagi orang lain.

Agar DETOKS Tak Gagal

  • Sama seperti banyak hal lain, menangani masalah keuangan juga tidak bisa instan. Proses menuju ideal harus terus dipertahankan. Review terhadap rencana keuangan harus dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.
  • Membuat komitmen dan menerapkan disiplin.
  • Menggunakan jasa financial planner juga bisa sangat membantu, sama seperti jika Anda menggunakan jasa personal trainer untuk program penurunan berat badan.

 Source : Good HouseKeeping Edisi Desember 2012, Halaman 94

(vem/GH/dyn)