Yang Tak Boleh Dilakukan Saat Hamil

Fimela diperbarui 18 Jun 2013, 10:30 WIB

Tak hanya dokter yang selalu mengingatkan para bumil untuk selalu berhati-hati, tetapi juga para orang tua. Disarankan agar bumil memang tidak bergerak sesuka hati seperti saat sebelum hamil, pasalnya janin yang ada di dalam kandungan masih sangat sensitif. Sekalipun terlindungi rahim, ada saja potensi bahwa ia dapat mengalami cedera atau keguguran.

Para bumil, terutama di trisemester pertama disarankan tidak terlalu lelah, tidak stres serta melakukan kegiatan-kegiatan berat yang dapat mengancam kehamilan. Nah, ketahui juga ya beberapa hal yang memang tak boleh dilakukan saat sedang hamil berikut ini:

Memakai high heels

Sangat disarankan agar saat hamil, ibu tidak memakai high heels. Selain membuat kaki tidak nyaman, keseimbangan juga terganggu akibat berat badan yang bertambah. Tumpuan tersebut kerap membuat tubuh nyaris jatuh karena kurang seimbang.

High heels juga dapat menyebabkan pinggang dan punggung sakit.

Memindahkan barang-barang rumah tangga

Doyan bersih-bersih dan mengatur posisi rumah di saat senggang boleh Anda lakukan jika belum hamil atau sesudah melahirkan. Namun, dalam kondisi hamil terutama di trisemester pertama, lebih baik hindari melakukan hal ini.

Memindahkan barang akan memberikan tekanan pada punggung serta dapat membuat tubuh kelelahan, akibatnya kontraksi bisa terjadi kapan saja.

Menggendong anak

Di kehamilan kedua, sangat disarankan Anda tidak menggendong anak pertama atau membawa beban lebih dari 5 kilo. Hal ini akan membuat perut serta punggung mendapat tekanan keras yang berbahaya bagi plasenta bayi.

Bersepeda

Apabila Anda membutuhkan olahraga untuk tetap bugar, yoga, senam kehamilan atau sebatas jalan kaki adalah yang terbaik. Hindari berolahraga berat seperti bersepeda, ice skating, atau bahkan angkat beban yang akan membahayakan kandungan juga diri Anda.

Sauna

Mungkin rasanya nyaman jika Anda mandi uap atau sauna. Tetapi percayalah bahwa ini bukan ide yang baik bagi Anda. Saat temperatur tubuh naik, maka peredaran darah akan dipompa turun ke bawah. Dan apabila darah dialirkan pada rahim, maka janin terlalu banyak mendapat asupan darah, dan hal ini tidaklah aman.

Berolahraga terlalu berat

Normalnya saat hamil lebih baik olahraga dilakukan 30 menit saja dalam sehari. Olahraga yang dilakukanpun juga harus olahraga yang ringan sehingga tidak mengganggu kehamilan.

Berolahraga terlalu berat akan membuat detak jantung terlalu tinggi, sehingga darah yang terpompa ke plasenta tekanannya besar.

Donor darah

Sebenarnya tidak ada larangan untuk ibu yang sedang hamil melakukan donor darah. Tetapi, perlu diingat bahwa saat mendonorkan darah maka kadar zat besi di dalam tubuh akan menurun. Dan ini cukup memberi efek samping bagi ibu hamil.

Sejak saat itu WHO mengeluarkan peraturan agar ibu hamil tidak melakukan donor darah.

Menjenguk orang sakit

Kenapa menjenguk orang sakit berbahaya bagi ibu hamil? Karena ada beberapa jenis penyakit yang dapat menular. Seperti misalnya cacar air, demam berdarah dan sebagainya. Penyakit ini akan sangat berbahaya bila diderita oleh ibu hamil. Selain mengancam diri sendiri, janin juga ikut terancam.

Punya info untuk dibagikan seputar kehamilan? Mari berbagi di kolom komentar. [initial]

BACA JUGA:

Posisi Tidur Yang Tepat Untuk Ibu Hamil

Seks di Pagi Hari Perbesar Peluang Kehamilan

5 Cara Mengurangi Stress di Masa Kehamilan

Ingin Jadi Pria Subur? Sering-Seringlah Pakai Sarung

Wah, Suami Juga Bisa Alami Sindrom Baby Blues

5 Hal Yang Bisa Diketahui Lewat Air Seni

Sedang Tren, Perut Hamil Palsu di China

(vem/bee)