Sering Kram Perut Tapi Nggak Hamil Atau Haid?

Fimela diperbarui 27 Jun 2013, 15:30 WIB

Kram perut biasa dialami wanita saat sedang haid atau saat sedang hamil. Hal tersebut sangat wajar mengingat kondisi rahim sedang mengalami peluruhan apabila haid, dan rahim menjadi tempat melindungi dan pertumbuhan janin saat sedang hamil. Tetapi hati-hati apabila kram perut sering Anda alami saat tidak haid atau saat tidak sedang hamil.

Kram atau nyeri perut yang sama rasanya seperti sedang hamil atau sedang haid, menandakan gejala penyakit apabila saat itu tubuh dalam keadaan normal. Nyerinya perlahan akan semakin sering mengganggu, dan seiring waktu bertambah sakit.

Menurut livestrong.com, ada beberapa gejala penyakit yang ditunjukkan pada saat kram/nyeri perut menyerang wanita:

Ada kista pada rahim

Yang pertama, apabila Anda merasakan nyeri atau kram terus menerus pada saat tidak sedang haid atau sedang hamil, bisa jadi Anda sedang mengalami kista. Kista ini ada yang berbahaya, ada pula yang tidak. Kebanyakan kista yang tidak berbahaya bisa disembuhkan dalam jangka waktu 3-4 bulan. Namun, apabila ia melekat pada dinding rahim dan tumbuh, maka kista tersebut bisa berkembang menjadi kanker.

Operasi adalah jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi kista tersebut, sehingga tidak sampai mempengaruhi bagian tubuh lainnya.

Kanker ovarium

Kanker ovarium adalah pembunuh sadis yang diam-diam bisa merebut nyawa wanita. Kanker ovarium ini seringkali salah didiagnosa sebagai stres atau depresi. Gejalanya meliputi tekanan yang terasa nyeri pada rahim, pembengkakan, seringkali buang air kecil, nyeri pada rahim, serta perubahan siklus menstruasi yang drastis dan tidak lancar.

Pada stadium awal, kanker ovarium bisa segera disembuhkan dengan cara yang lebih mudah. Namun, pada stadium lanjut, kanker ovarium kerap memakan korban nyawa.

Autoimmune oophoritis

Adalah kondisi di mana rahim mengalami peradangan akibat tubuh diserang oleh selnya sendiri. Peradangan ini akan menyebabkan kerusakan pada dinding rahim, yang kemudian mengeras dan dapat membuat wanita kehilangan kesuburan serta menurunkan produksi hormon.

Menurut rumah sakit John Hopkins, pengobatan untuk wanita yang mengalami kasus ini sudah ditemukan. Pun demikian, wanita tetap harus lebih berhati-hati dan memeriksakan kondisinya apabila sering mengalami nyeri yang mencurigakan.

Autoimmune oophoritis ini juga biasanya ditandai dengan demam, gelisah serta sulit tidur, nyeri pada perut, menstruasi yang jarang datang.

Nah, ladies, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala yang sama, sehingga bisa segera mendapatkan penanganan lebih dini. [initial]

BACA JUGA:

Jenis Kanker Payudara!

Resiko Asma pada Penderita Obesitas

Penderita Asma Jangan Minum Susu!

Intip Manfaat Si Kuning Telur

Asal Muasal Penyakit HIV AIDS

Rasanya Manis, Tetapi Ternyata Ia Jahat

8 Tanda Awal Kehamilan

Baru Tahu Kalau Ternyata Berkeringat Itu Sehat

(vem/bee)
What's On Fimela