Jangan Biarkan 'Emotional Eating' Membuat Anda Gemuk

Fimela diperbarui 17 Okt 2013, 16:00 WIB

Emotional eating adalah saat seseorang makan untuk mengurangi perasaan-perasaan tidak nyaman yang ia alami. Contohnya adalah saat stress, marah, takut, sedih, bosan dan kesepian. Hal ini tentu saja sangat mudah membuat berat badan menjadi naik. Selain itu, hal ini dapat memicu pada sebuah siklus yang tidak sehat. Yaitu saat Anda makan karena emosi, Anda akan memaksa diri untuk diet. Hal tersebut membuat Anda tidak nyaman dan emosi lagi, setelah itu Anda akan makan banyak lagi.

Jika Anda ingin menghindari kenaikan berat badan karena emotional eating ini, cobalah beberapa tips yang dilansir dari situs Mayo Clinic ini:

Kurangi stress Anda

Dengan berbagai masalah yang sedang Anda hadapi, stress akan sangat mudah muncul. Dalam keadaan seperti ini, makanan adalah pelarian yang paling baik. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi. Anda dapat mengurangi stress Anda dengan melakukan kegiatan yoga, meditasi dan relaksasi.

Makanlah hanya ketika benar-benar lapar

Seringkali Anda ingin makan padahal satu jam lalu Anda baru saja makan siang. Itu menandakan rasa lapar Anda dikarenakan keadaan emosi, bukan lapar yang sesungguhnya. Jika hal ini terjadi, sebaiknya jangan menuruti keinginan Anda.

Membuat catatan makanan

Coba buatlah catatan tentang apa yang Anda makan, seberapa banyak Anda makan, perasaan Anda saat makan dan seberapa besar lapar Anda. Setelah itu, Anda akan menemukan pola dan hubungan antara mood Anda dengan nafsu makan.

Mencari support

Saat berada dalam kondisi stress, cobalah untuk mencari support dari keluarga dan teman-teman Anda. Cobalah untuk berbagi dengan mereka, sehingga tidak lagi mencari pelarian pada makanan.

Melawan kebosanan

Saat tak melakukan apa-apa dan bosan, Anda biasanya mencari camilan. Namun, hal ini jangan sampai menjadi kebiasaan. Lakukanlah beberapa kegiatan seperti jalan-jalan, mendengarkan musik, atau nonton film agar tidak bosan.

Tahan godaan

Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan emotional eating, jangan sampai Anda menambah persediaan camilan atau makan. Selain itu, cobalah untuk menahan keinginan Anda untuk pergi ke mini market terdekat.

Jangan paksakan diri Anda

Untuk melakukan diet, mungkin Anda akan menahan rasa lapar dan memakan makanan yang sama setiap hari. Namun hal ini bukanlah hal yang baik. Setelah menahannya, Anda akan merasa lebih lapar, apalagi dipengaruhi kondisi emosi. Cobalah untuk memakan makanan yang bervariasi, hanya saja tidak berlebihan.

Memilih cemilan yang sehat

Jika memang Anda benar-benar ingin nyemil, usahakan untuk memilih makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Atau Anda dapat mencari makanan camilan kesukaan Anda yang diproduksi dalam versi rendah lemak dan rendah kalori.

Belajar dari pengalaman

Jika Anda merasa menyesal telah melakukan emotional eating, jangan kemudian menyalahkan diri Anda. Cobalah belajar dari pengalaman Anda dan membuat rencana baru untuk program diet selanjutnya.

Anda dapat melakukan hal-hal di atas untuk menghindarkan diri dari kenaikan berat badan yang disebabkan oleh emotional eating. Selain itu, manfaat lain adalah untuk mengontrol emosi Anda agar tetap stabil dan Anda merasa nyaman dan rileks.

(vem/ris/and)
What's On Fimela