Menyedihkan, Anak-Anak Ini Tega Memaki Ibunya Lewat Twitter

Fimela diperbarui 25 Nov 2013, 12:00 WIB

Ladies, seiring berkembangnya waktu, banyak hal yang sekarang berubah. Kita dengan mudah bisa berbagi segala hal lewat jejaring sosial. Contohnya Twitter, di sini kita bisa membagi cerita dan apa yang kita rasakan dengan curhat kepada teman-teman kita atau bahkan kepada orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Tak jarang, curhat di jejaring sosial ini menjadi salah satu kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari.

Namun ternyata, curhat di sosial media ini tidak selalu baik. Ada beberapa hal yang seharusnya disimpan untuk diri kita sendiri dan memang tidak perlu diceritakan kepada orang lain. Kali ini di situs jejaring sosial Twitter, ada sebuah tren baru yang sangat mengagetkan masyarakat.

Beberapa orang tega memaki ibu mereka dengan kata-kata yang sungguh sangat tidak pantas. Kebanyakan akun-akun yang tega melakukan ini adalah para anak muda yang tidak terima dengan perlakuan ibu mereka. Mereka lalu menyuarakan ketidaksetujuan atau permasalahan ini di Twitter. Salah satunya adalah yang bisa kita lihat di foto berikut. Kami mohon maaf jika foto ini mengandung kata-kata yang kurang pantas. Kami hanya ingin menunjukkan yang sebenarnya bagaimana perilaku para anak ini kepada ibunya. 

Saat dilihat lebih jauh, permasalahan ini ternyata berasal dari hal-hal yang sepele. Sang ibu menyuruh mereka membiasakan diri untuk melakukan pekerjaan rumah biasa. Tapi sang anak yang tidak setuju menganggap hal ini salah satu pemaksaan yang merugikan waktu mereka sehingga mereka tega memaki ibu mereka dengan kata-kata yang sangat tidak sopan.

Mereka seperti lupa pada pengorbanan sang ibu saat mengandung mereka dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa mereka bagi anaknya. Setiap orang tua pasti juga akan mendidik dan mengajarkan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan dengan maksud yang baik. Dengan melakukan pekerjaan rumah, mereka berharap sang anak akan bisa bertanggung jawab dan tidak bergantung kepada orang lain.

Tidak ada sosok orang tua di dunia ini yang menginginkan anaknya hidup susah dan sengsara. Tetapi mereka juga bukan sosok yang sempurna. Setiap orang tua akan mendidik anaknya dengan cara mereka sendiri dengan maksud yang baik agar anaknya belajar arti hidup. Masalah pasti akan muncul di antara orang tua dan anak, namun bukan berarti itu menjadi penghalang yang tidak bisa diselesaikan. Mungkin akan lebih baik jika sebagai anak, mereka membicarakan ini secara langsung kepada orang tua mereka dan tidak bertindak seperti ini. Bagaimana menurut pendapat Anda tentang hal ini ladies?

 

(vem/sir)