Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, hari ini Unillever Food Solutions menyuarakan ”Lima Langkah Mudah Keamanan Pangan” dalam seminar Chefmanship Academy: Keamanan Pangan. Seminar ini bertujuan untuk menyadarkan sekaligus meningkatkan keahlian para operator bisnis usaha makanan untuk mengutamakan standar keamanan pangan melalui seminar.
Konferensi pers yang dimoderatori oleh Nadia Mulya ini dibuka dengan sambutan oleh Adam Djokovic – Managing Director Unilever Food Solutions. Kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang bersama perwakilan dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), Mars, DTMH&H, DTCE – Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa pengelolaan pangan yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan munculnya faktor resiko terjadinya penyakit bawaan makanan atau bahkan sampai menyebabkan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.
Beliau menambahkan, jumlah kejadian keracunan pangan yang terlaporkan pada tahun 2010 adalah sebanyak 190 kejadian, tahun 2011 adalah sebanyak 177 kejadian dan tahun 2012 sebanyak 312 kejadian. Pada tahun 2012 sumber kejadian keracunan pangan paling banyak dilaporkan secara berurutan adalah dari hajatan/acara khusus, jasa boga, dan rumah tangga.
Dr. Ir. Roy Alexander Sparingga, M. App. Sc – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga turut memberikan penjelasan yang komprehensif bahwasannya keamanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh pihak, terlebih bagi operator yang berhadapan langsung dengan konsumen. Maka dari itu, beliau juga menghimbau, para operator untuk lebih memperhatikan lagi keamanan pangan, dari mulai hal yang kecil seperti penggunaan peralatan masak yang bersih dan sesuai, serta memisahkan pangan mentah dan masak. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya kontaminasi bakteri atau cemaran mikroba yang berbahaya.
Sebagai seorang chef profesional, Chef Vindex Tengker – Brand Ambassador Unilever Food Solutions juga sangat mendukung upaya ini, sebenarnya keamanan pangan dapat diterapkan dengan lima langkah mudah namun memang dalam mengaplikasikannya harus disiplin. Bagi dia, seorang chef tidak hanya tertantang untuk menghasilkan makanan yang lezat dan kreatif, namun memiliki tanggung jawab untuk menyajikan makanan yang aman.
Tak lupa, Adam juga menjelaskan dengan detil mengenai komitmen Unilever Food Solutions yang tidak hanya memberikan produk-produk berkualitas tetapi juga turut mendampingi para konsumennya, yaitu operator, dalam membangun bisnisnya. Untuk menyebarluaskan informasi keamanan pangan ini, ”Chefmanship Academy: Keamanan Pangan” rencananya juga akan dilanjutkan di kota-kota lainnya seperti di Bandung, Surabaya dan Medan.
Setelah konferensi pers, rekan media juga diajak untuk mengikuti seminar ”Chefmanship Academy: Keamanan Pangan” yang dihadiri oleh kurang lebih 500 operator restoran, rumah makan serta catering. Bagi para operator yang tidak dapat menghadiri seminar “Chefmanship Academy: Keamanan Pangan”, tetap dapat memperoleh buku yang menjelaskan secara menyeluruh mengenai keamanan pangan dalam lima langkah mudah melalui situs Unilever Food Solutions di www.ufs.com atau dapat menghubungi hotline di 021-92514399 atau 08891403955.
(vem/rsk)