Sempat Berdalih Akun Dihack, Ini Permintaan Maaf Dolce & Gabbana

Annissa Wulan diperbarui 24 Nov 2018, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Dolce & Gabbana, label high fashion asal Italia ini kini tengah menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di kalangan para pecinta mode, namun juga masyarakat di seluruh dunia. Pasalnya, beberapa waktu lalu akun instagram resmi Dolce Gabbana sempat mengunggah sebuah video yang dinilai rasis hingga membuat fashion show yang seharusnya diselenggarakan pada hari Rabu kemarin di Cina batal.

Dalam video yang saat ini telah dihapus, ditampilkan seorang model wanita yang memiliki paras oriental sedang kesulitan menyantap pizza menggunakan sumpit. Sontak masyarakat Cina, terutama para pesohornya menyatakan batal menghadiri acara fashion show Dolce & Gabbana bertajuk "DG The Great Show" tersebut.

Tidak berhenti di situ, tersebarnya komentar yang dinilai kasar dari akun Steffano Gabbana semakin membuat masyarakat China geram. Pada akhirnya Dinas Pariwisata Shanghai sendiri memutuskan untuk membatalkan fashion show Dolce & Gabbana beberapa jam sebelum acara dimulai.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Permintaan maaf Dolce & Gabbana

Dolce & Gabbana. Sumber foto: Instagram @dolcegabbana.

Menanggapi hal ini, Dolce & Gabbana telah beberapa kali berusaha meminta maaf. Pernyataan pertama dikeluarkan dua hari lalu melalui akun instagram resmi Dolce & Gabbana, mengatakan bahwa akun tersebut sempat dihack dan pihaknya sedang melakukan investigasi.

Pernyataan kedua juga dikeluarkan pada hari yang sama, menegaskan bahwa rumah mode tersebut sangat menghormati semua kebudayaan yang ada di dunia, terutama Cina. Pernyataan berikutnya yang dikeluarkan kurang lebih 17 jam yang lalu bertuliskan "Domenico Dolce and Stefano Gabbana apologize" dan dalam dua bahasa lainnya, Italia dan Cina.

3 dari 3 halaman

Berbagai situs belanja online dan ecommerce di Cina menghapus produk Dolce & Gabbana

Dolce & Gabbana. Sumber foto: Instagram @dolcegabbana.

Dilansir dari edition.cnn.com, Sabtu (24/11/2018), isu ini jelas memberikan pukulan berat bagi Dolce & Gabbana, karena menurut data, konsumen Cina menghabiskan lebih dari sepertiga pengeluaran global untuk produk mewah. Isu ini juga membuat beberapa situs belanja online dan ecommerce ternama di Cina berhenti menjual produk Dolce & Gabbana.

Bahkan para analis berpendapat bahwa permintaan maaf dari Dolce & Gabbana dinilai tidak cukup untuk mencegah penurunan tajam dari penjualan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Bagaimana menurut Anda?