Suntik Vitamin C Berbahaya Dan Dilarang Banyak Negara

Fimela diperbarui 24 Jan 2014, 13:00 WIB

Suntik Vitamin C adalah salah satu jalan pintas yang kerap ditempuh untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah seperti yang telah diulas dalam artikel sebelumnya. Namun di balik janji menggiurkan yang ditawarkan metode ini, ternyata terdapat bahaya laten yang mengincar. 

Untuk kepastian tentang khasiat sampai efek dari suntik ini, kami telah menanyakan langsung pada seorang ahli medis yaitu Dr. Sutirto Basuki, SpKK, M.Kes, FINSDV, FAADV, dari Meetdoctor.com yang bertempat praktik di Antam Medika.

Vitamin C kurang baik untuk ginjal

Sejauh ini vitamin C aman untuk dikonsumsi. Tetapi vitamin C jangan diberikan pada penderita gangguan ginjal atau gagal ginjal. Ada yang mengatakan vitamin C bisa memacu pembentukan batu ginjal. Vitamin C juga bisa mengganggu penyerapan mineral yang diperlukan tubuh seperti tembaga.

Tidak baik bagi penderita penyakit tertentu

Vitamin C merupakan senyawa yang mempermudah penyerapan zat besi. Sebaiknya jangan diberikan pada penderita yang mempunyai kelebihan zat besi, misalnya pasien hematokromatosis. Pengidap maag juga harus hati-hati, karena vitamin C yang bersifat asam dapat menimbulkan rasa perih di lambung.

Dilarang di beberapa negara

Di beberapa Negara, suntik vitamin C sudah dilarang. Di Amerika misalnya tidak pernah merekomendasi suntik vitamin C. Di Australia, dokternya bisa masuk penjara. Bahkan di Afrika hal itu sudah dilarang sejak 20 tahun yang lalu.

Memiliki Efek samping

Konsumen hendaknya berpikir panjang dan jangan terbuai dengan iming-iming “tidak ada efek samping”. Penyuntikan vitamin C terus menerus akan menimbulkan banyak efek samping seperti yang telah disebutkan di atas, bahkan menimbulkan kecanduan.

Hal tersebut karena dengan penyuntikan vitamin C, kulit akan menjadi lebih cerah, akan tetapi bila tidak disuntik lagi, kecerahan akan cepat memudar, demikian juga kekenyalan dan kehalusan kulit.

Perlu diketahui vitamin C bukan menjadi terapi utama, tetapi hanya penunjang. Untuk perawatan dan peremajaan kulit agar tetap kenyal dan mulus, sampai saat ini yang mampu memberikan hasil maksimal adalah terapi topikal (terapi dari luar, seperti halnya pemberian krim kulit pagi dan malam). Vitamin C ada juga yang berbentuk topikal yang diaplikasikan langsung ke wajah.

Sumber: MeetDoctor.com

(vem/rsk)
What's On Fimela