Mitos Tentang Saat Pertama Kali Anda Berhubungan Seksual

Fimela diperbarui 18 Feb 2014, 20:20 WIB

Saat pertama kali Anda melakukan hubungan intim dengan suami Anda, beberapa mitos seputar malam pertama pun kerap beredar. Saat pertama kali melakukan hubungan intim, pasti Anda merasa bahagia tapi pasti juga tegang. Kenapa? Karena ada beberapa mitos yang menakut-nakuti. Dilansir dari indiansutras, ini lho mitos paling umum yang sangat berkaitan dengan pertama kali Anda berhubungan intim. Apa saja sih?

Harus keluar darah
Darah yang keluar saat pertama kali melakukan hubungan seks bisa menjadi salah satu tanda bahwa Anda masih perawan. Namun kenyataannya, tak semua wanita harus 'berdarah' saat pertama kali berhubungan seks. Olahraga atau kurangnya pembuluh darah di selaput dara bisa membuat tidak keluarnya darah saat pertama kali melakukan hubungan seksual.

Hubungan intim pertama itu membuat sakit
Membayangkan sebuah 'benda' masuk dalam vagina akan membuat Anda merasa ngeri dan bergidik membayangkan sakitnya. Namun, seperti yang ada di poin sebelumnya, tidak semua wanita akan mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan intim. Demikian pula dengan hal ini, hubungan intim akan terasa menyakitkan kalau selaput dara masih utuh dan belum sobek. Jadi, tak semua hubungan intim yang pertama kali akan dihantui oleh rasa sakit.

Rasa sakit dan peradangan pada vagina
Banyak wanita mengeluh miss V mereka sakit dan meradang setelah melakukan hubungan intim. Ada mitos pula, rasa sakit dan radang ini akan sangat beresiko. Namun tenang Ladies, memang vagina Anda akan terasa sakit dan mungkin akan merasakan sedikit efek terbakar, itu wajar. Hal ini dikarenakan vagina harus melebar setelah mr.P masuk. Selain itu, kurangnya cairan pada miss V Anda bisa menyebabkan rasa terbakar. Kalau rasa itu terus berlanjut selama lebih dari satu minggu, baru Anda wajib menghubungi dokter.

Buang air kencing setelah hubungan intim mencegah kehamilan
Ada mitos beredar kalau Anda buang air kecil setelah berhubungan seksual, bisa jadi sperma yang masuk ke dalam rahim Anda akan terbawa keluar juga. Namun satu yang perlu diingat, urin akan keluar melalui kandung kemih dan sperma akan tetap ada di rahim Anda. Jadi mitos ini adalah salah.

(vem/and)