Diet Rendah Karbohidrat Tinggi Protein Timbulkan Masalah Ginjal dan Kesuburan

Fimela diperbarui 25 Apr 2014, 18:48 WIB

Diet ada banyak jenisnya, Anda pasti pernah dengar diet rendah karbohidrat dan tinggi protein. Diet ini mengharuskan seseorang mengurangi asupan makanan berkarbohidrat dan meningkatkan asupan makanan yang mengandung protein. Hasil diet ini memang bagus untuk beberapa wanita, namun ada beberapa laporan yang dianggap sebagai efek samping diet rendah karbohidrat tinggi protein.

Dilansir oleh mayoclinic.org, penerapan diet rendah karbohidrat tinggi protein tidak berbahaya jika dilakukan dalam kurun waktu singkat, misalnya empat hingga 6 bulan saja. Jika lebih dari itu, maka ada risiko yang akan diterima tubuh Anda. Inilah beberapa di antaranya:

  1. Beberapa laporan menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein mengalami masalah kekurangan gizi dan sembelit parah.
  2. Beberapa laporan lain menyebutkan bahwa orang-orang yang menerapkan diet tinggi protein dengan mengonsumsi banyak produk susu rendah lemak dan daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung.
  3. Sedangkan masalah lain yang dilaporkan dari orang yang melakukan diet tinggi protein adalah gangguan fungsi ginjal, Hal ini disebabkan karena ginjal kesulitan melakukan metabolisme protein dan membuangnya dari tubuh.
  4. Laporan yang ditulis dalam Dailymail menunjukkan bahwa beberapa wanita mengalami rambut rontok yang parah, masalah tulang hingga masalah kesuburan.

Karena itu ladies, jangan sembarangan diet. Konsultasikan dulu rencana diet Anda pada dokter. Setiap wanita punya tubuh yang berbeda, kadang diet orang lain berhasil, kadang tidak di Anda. Maka pastikan diet Anda tepat dan dalam pengawasan dokter.



(vem/yel)