Wasapadai Anak Sering Mimpi Buruk Bisa Jadi Dia Dibully

Fimela diperbarui 07 Mei 2014, 18:00 WIB

Bunda, maraknya kasus kekerasan fisik terhadap anak belakangan ini memang menjadi keprihatinan tersendiri. Banyak orang tua yang akhirnya merasa tidak aman membiarkan anaknya berangkat sekolah, selain itu orang tua juga hampir kehilangan kepercayaan pada pihak lembaga pendidikan setelah kasus JIS terungkap. Ada hal lain yang harus diperhatikan orang tua ketika anak sering mengalami mimpi buruk, seperti dilansir dari nydailynews.com.

Teror mimpi buruk bisa menjadi indikasi bahwa anak pernah mengalami kasus kekerasan atau bullying. Menurut tim peneliti dari University of Warwick, orang tua harus segera mengajak anaknya untuk berdiskusi tentang bullying ketika si kecil mengeluh sering mimpi buruk, sebelum hal tersebut tumbuh menjadi kecemasan atau stres pada anak yang sangat kompleks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres atau trauma yang terjadi berulang-ulang mengarah pada peningkatan masalah tidur, seperti mimpi buruk atau anak merasa ketakutan ketika malam hari tiba.

Jika Anda melihat terdapat perubahan tingkah laku pada anak Anda, cobalah untuk menemaninya tidur atau memeriksa bagaimana keadaannya ketika tidur. Perhatikan jika anak bernapas dengan cepat atau mungkin terlihat gelisah yang disiratkan dari wajahnya yang terlihat tegang ketika tidur. Bisa juga Anda amati dari frekuensi anak tiba-tiba menjerit ketakutan ketika malam hari atau anak sering mengigau saat tidur di malam hari. Jika orang tua tidak peka, anak tidak akan mendapatkan perawatan yang tepat untuk menyembuhkan kondisi mentalnya yang sakit akibat bullying.

Orang tua kini harus semakin waspada, jangan mudah mempercayakan pengasuhan anak pada orang lain. Meskipun Anda sibuk, usahakan tetap memiliki kontrol yang jelas pada keseharian anak.

(vem/hyn)
What's On Fimela

Tag Terkait