Apakah Bayi Benar-Benar Bisa Berenang?

Fimela diperbarui 16 Jun 2014, 15:10 WIB

Bunda, mungkin Anda memiliki serangkaian rencana untuk membantu perkembangan si kecil. Jika salah satunya ada pilihan untuk berenang, apakah Anda berani mencobanya? Apa jadinya si kecil jika diceburkan ke kolam renang? Rachel Ubiera adalah seorang ibu berusia 25 tahun dan anaknya Zoe baru berusi 5 tahun. Ketika mulai mengikuti kelas berenang untuk bayi, dirinya sempat khawatir. "Dia nampak terkejut" demikian cerita Rachel ketika pertama kali mengikut sertakan buah hatinya pada program "self rescue" seperti dilansir dari nytimes.com.

Program ini mengajarkan bayi untuk teknik menahan napas di dalam air, menendangkan kaki, dan mengambang menggunakan punggung mereka hingga instruktur mengangkat mereka dari air. Program ini dipelopori oleh Dr. Harvey Barnett sejak tahun 1996 dengan moto : pelajaran renang untuk kelangsungan hidup bayi dan anak kecil. Semakin tingginya tingkat bayi atau anak usia kurang dari 4 tahun yang meninggal akibat kecelakaan di kolam renang, memang menaruh keprihatinan tersendiri. Banyak hal yang harus diperhatikan ketika mengajari bayi untuk berenang, terutama adalah instruktur yang memang sudah memiliki lisensi di bidang tersebut. Jangan sampai Anda melakukannya tanpa panduan instruktur.

Selain itu, kesehatan kolam renang, pengawasan, dan juga alat-alat keselamatan yang harus dipastikan berfungsi normal sebelum latihan ini dijalankan. Sebelum mencebur ke dalam air, bayi diberikan latihan apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan di dalam air sekaligus menyelamatkan dirinya. Terkadang memang terlihat remeh, namun sewaktu-waktu bisa saja anak Anda lengah dari pengawasan kemudian bermain di sekitar air. Selain sebagai upaya keselamatan, Anda juga memiliki kesempatan untuk menanamkan keberanian pada si kecil.

Jangan lupa berkonsultasi dengan trainer yang sudah berpengalaman jika Anda ingin mencoba program ini. Yuk lihat bagaimana si kecil berenang di galeri berikut ini.

(vem/hyn)
What's On Fimela