Mengatasi Sakit Kepala Ringan dan Kapan Harus ke Dokter

Fimela diperbarui 25 Sep 2014, 09:00 WIB

Beberapa dari Anda mungkin menganggap remeh sakit kepala. Padahal, sakit kepala yang menyerang sudah sering mengganggu aktivitas Anda. Baik sakit kepala ringan atau gejala dari suatu penyakit tertentu?

Lantas, bagaimana dong cara mengatasinya? Dan, kapan kita harus ke dokter?

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Fransisca Alvionita dari MeetDoctor.com, cara mengatasi sakit kepala ringan agar tidak mengganggu aktivitas Anda adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi obat penghilang rasa nyeri seperti paracetamol, acetaminophen.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol, kopi, makanan berpengawet atau perasa kuat (MSG).
  • Sesekali rehat/ istirahat sejenak di sela-sela aktivitas.
  • Manajemen stress yang baik.
  • Olahraga rutin minimal 2 kali seminggu.

Memang sih, sakit kepala merupakan penyakit yang biasa diderita banyak orang. Akan tetapi, ada kalanya Anda perlu menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi, jika Anda menemukan gejala berikut:

  • Nyeri kepala yang muncul tiba-tiba dan hebat serta bertambah berat dengan cepat.
  • Kesadaran menurun.
  • Terjadi setelah cedera/ kecelakaan.
  • Disertai muntah yang tiba-tiba dan banyak.
  • Disertai keluar cairan/ darah dari hidung atau telinga.
  • Disertai demam.
  • Disertai kelemahan satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara.

Nah Ladies, jangan sampai ya sakit kepala merusak hari-hari Anda. Makanya, tidak ada salahnya lho jika Anda menemui dokter meski hanya sakit kepala ringan.

(vem/riz)