The Power Of 20.000, Suka Duka Menabung Si Lembaran Hijau

Fimela diperbarui 07 Nov 2014, 15:10 WIB

Menabung bukanlah hal yang mudah bagi sebagian (besar) orang. Saya akui, karena saya sempat seperti itu sebelumnya. Menabung beberapa bulan bisa habis dalam beberapa hari kalau tidak dikendalikan. Bahkan sampai sudah menginjak usia kerja, ada banyak orang jungkir balik dengan tabungannya. 

Saya punya beberapa teman yang menginspirasi dalam menabung. Ada Miss 1 Juta dengan semboyan 'tabungan tak boleh kurang dari 1 juta'. Ada Miss Diam-Diam Menghanyutkan, kelihatan jarang shopping tapi selalu berpenampilan layak. Saldo rekeningnya stabil dan setenang orangnya, bahkan merangkak naik. 

Sementara saya masih berusaha menabung dengan cara konvensional. Setiap ada pendapatan, saya sisihkan di rekening lain. Atau kalau ada uang receh, saya masih masukkan ke dalam celengan berlubang, Lumayan juga walau butuh waktu lama mendapatkan hasilnya.

Suatu hari salah satu teman saya yang masih belajar menabung dan merintis karir, suatu ketika sharing informasi dari salah satu forum besar Indonesia. Ide yang cukup menarik, menabung uang 20.000 rupiah alias si hijau. 

Menabung Si Hijau 20.000

Sejak sekitar awal tahun ini atau akhir tahun lalu, saya dan teman saya mulai mengumpulkan uang hijau dengan celengan masing-masing. Caranya kalau ada uang tunai yang kita punya atau kembalian dari belanja berupa uang hijau dua puluh ribuan, segera disisihkan. Masukkan dan kumpulkan dalam toples transparan. Dengan begitu uangnya akan terkumpul. Saat melihatnya bertambah, kita akan makin termotivasi. 

Teman saya ini boleh saya akui kegigihannya. Dia stabil mengumpulkan lembaran uang 20.000 dan sering bertanya bagaimana progress saya. 

Jujur saja, distraksi saya cukup banyak. Saya sempat 2 kali gagal padahal hasilnya sudah lumayan. Misalnya sudah dapat 12 lembar, eh akhirnya terpakai karena butuh berobat. 10 lembar, eh terpakai waktu liburan ke Jogja. 

Sampai akhirnya, teman saya itu menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Percayalah, kerja keras tak akan mengkhianati. 

Foto di atas adalah hasil kegigihan teman saya, ditunjukkan bukan untuk tujuan pamer, melainkan sebagai motivasi bagi kita-kita yang masih sulit menabung. Saya rasa penemuan metode menabung dengan uang 20 ribu ini sangat menarik dan menyenangkan. Terasa mudah karena kita hanya perlu memisahkan lembaran hijau dari 'ketamakan dan kehedon-an' kita. 

Jatuh Bangun Mengumpulkan 20000

Well, tapi saya sendiri merasakan bahwa ada banyak 'ujian dan cobaan' yang menerpa selama mengumpulkan uang 20000 ini. Kali ketiga saya mencoba mengumpulkan uang 20 ribu hingga sekarang ini, ada 2 hal yang sering membuat saya gundah. 

Pertama, saya sering takut kalau uang ini akan terpakai. Namun saya ingat terus kata-kata teman saya yang lebih dulu berhasil itu, "Coba Gil, apapun yang terjadi jangan dipakai." Dan suara itu terus terngiang tiap kali mata dan tangan tergoda membuka toples celengan si hijau saya. 

Yang kedua, adalah ketika kita ada di tanggal tua, uang sudah semakin ngepas, tapi kita dapat kembalian uang 20 ribuan. Ada kalanya saya bisa ngotot tetap memasukkannya ke dalam toples celengan, tapi ada kalanya saya harus menyerah pada keadaan. Sampai sekarang, alhamdulillah saya bisa mengumpulkan sekitar 30an lembar 20 ribu, dan saya masih akan terus melanjutkan. 

Boleh dibilang menabung seperti ini menyenangkan, namun juga merupakan sebuah perjuangan. Dan saya bukan satu-satunya. Sudah ada beberapa teman saya yang mengikuti metode ini. Setelah saya browsing di social media dengan hashtag #Pejuang20ribu beberapa bulan lalu, ada banyak juga pejuang-pejuang 20.000 yang masih gigih dan menuai hasilnyaJadi semangat kan kalau ada banyak temannya? 

Meski begitu, tak berhenti sampai di sini. Kita semua memelihara kebiasaan baik ini. Lumayan untuk investasi hari depan, dan jangan lupa sisihkan untuk kewajiban lain seperti beramal. Nah, ada yang berminat jadi pejuang 20.000 atau sudah jadi pejuang 20.000? Yuk sharing pengalaman Anda juga di sini. 

(vem/gil)