Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Fimela diperbarui 24 Nov 2014, 09:00 WIB

Salah satu penyakit sistem reproduksi yang dialami wanita adalah kanker serviks. Kanker ini bahkan juga mematikan layaknya kanker payudara. Dan, banyak sekali wanita yang meninggal akibat kanker serviks, terutama mereka yang tinggal di negara berkembang.

Dijelaskan oleh MeetDoctor.com, beberapa penyebab terjadinya kanker serviks adalah virus HPV atau Human Papillomavorus. Penelitian menunjukkan bahwa HPV nomor 16 dan 18 adalah penyebab utama dari terjadinya kanker serviks. Nah, berikut adalah beberapa faktor yang berisiko terhadap kanker serviks.

  • Infeksi menular seksual.
  • Berhubungan badan di usia muda.
  • Merokok.
  • Berganti-ganti pasangan dan seks bebas.
  • Menggunakan obat-obatan yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh. Misalnya obat yang digunakan untuk penderita penyakit autoimun.

Meski kanker serviks ini tergolong penyakit yang mematikan, namun pada stadium awal, penyakit ini sering sekali tidak menimbulkan tanda-tanda yang berarti. Sebaliknya, jika kanker sudah diketahui berada di stadium akhir, gejala baru muncul seperti pendarahan, keputihan yang berbau, nyeri panggul, dan sulit buang air kecil.

Di samping itu, beberapa tanda atau gejala kanker serviks yang perlu Anda waspadai antara lain:

  1. Nyeri punggung, nyeri kaki, dan nyeri panggul.
  2. Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  3. Pendarahan yang tidak normal saat berhubungan badan.
  4. Intermenstrual atau pendarahan yang terjadi di antara periode menstruasi.
  5. Mudah lelah.
  6. Penurunan berat badan dan menghilangnya nafsu makan.
  7. Bengkak pada salah satu kaki.

Nah, bagi Anda yang telah aktif berhubungan seksual disarankan untuk melakukan pap smear setiap satu tahun sekali. Dan, jika Anda memiliki salah satu gejala di atas, Anda dapat melakukan pap smear setiap 6 atau 4 bulan sekali. Selain itu, Anda pun dapat melakukan vaksin HPV yang menghindarkan Anda dari HPV nomor 16 dan 18. Vaksin ini akan lebih efektif bila digunakan sebelum seseorang aktif secara seksual. WHO sendiri merekomendasikan vaksin HPV dilakukan pada anak perempuan yang berusia 9 – 13 tahun.

(vem/riz)