13 Ritual Kematian Paling Aneh di Dunia

Fimela diperbarui 14 Jan 2015, 12:40 WIB

Ladies, kita tahu kematian tidak bisa dihindari. Semua orang meninggal setiap saat. Tidak ada yang bisa melarikan diri darinya. Namun, hal itu merupakan hal yang paling ditakuti di dunia ini. Semua orang mengakui takut mati. Karena, kita akan meninggalkan orang-orang yang kita sayangi dan kebahagiaan kita di dunia.

Apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda mati? Itu pasti menjadi salah satu pertanyaan yang terus-menerus ditanyakan pada diri sendiri. Menurut lansiran oleh Firsttoknow.com, di dunia Barat, tampaknya mereka tidak melewatkan menuliskan surat wasiat atau beberapa surat untuk kepentingan asuransi jiwa, memilih karangan bunga, dan memilih peti mati, dan seterusnya. Ada kebiasaan atau tradisi yang gila di lakukan untuk melepas kepergian orang yang dicintai. Dan, tradisi tersebut di lakukan hingga sekarang secara turun temurun.

Berikut merupakan 13 ritual kematian paling aneh di dunia, melihat suatu masyarakat tertentu menghargai dan menghormati orang yang disayangi ketika telah meninggal dunia.

(vem/nip)
What's On Fimela
2 dari 7 halaman

Drive Thru' Parlor dan Peti Mati Fantasi

Foto: copyright Dailymail.co.uk

Pemakaman 'Drive Thru' Parlor (Los Angeles,California)

Di Los Angeles, California, warga mencari cara cepat dan mudah untuk mengucapkan selamat tinggal hanya dengan mengunjungi drive thru yang di sana jenazah disemayamkan dalam rumah duka. Jenazah ditaruh dalam peti mati dan setiap mobil yang melewati seperti drive thru pada umumnya, berhenti sebentar dan mengucapkan selamat tinggal. Biasanya hal ini di lakukan untuk anggota geng yang meninggal. Rumah dukanya pun anti peluru.

Peti Mati Fantasi (Ghana)

Di Ghana, kematian orang yang dicintai adalah waktu untuk meratapi dan merayakan hidupnya. Bukannya dikubur dalam peti mati tradisional, tukang kayu mengeluarkan beberapa model peti mati yang desainnya melambangkan kehidupan orang yang sudah meninggal, termasuk karakter atau status dalam masyarakat. Beberapa yang cukup kreatif akan dibuatkan bentuk ikan, botol air soda, hewan, atau kaleng bir.

3 dari 7 halaman

Cincin Berlian LifeGem dan Menari dengan Tulang Jenazah

Foto: copyright Prokowall.com

Cincin Berlian LifeGem

Anda tertarik mengubah orang yang Anda cintai menjadi berlian sintetis? Untuk membuat kristal mengkilap, perusahaan ini bernama LifeGem mengambil abu kremasi seseorang, mengubahnya menjadi grafit, kemudian menempatkannya ke dalam pers berlian. Dengan mengeluarkan biaya 44 juta rupiah sampai 252 juta rupiah, Anda bisa memakai cincin berlian di jari dari abu jenazah orang yang Anda cintai.

Menghidupkan dari Tulang Belulang (Malagasi, Madagaskar)

Sekali dalam setiap lima atau tujuh tahun, masyarakat Malagasi di Madagaskar memiliki perayaan menari bersama tulang belulang orang yang dicintainya. Perayaan yang sudah dilangsungkan selama berabad-abad ini, memakaikan baju baru atau kain pada tulang jenazah atau jenazah itu sendiri, kemudian menarikan tarian Malagasi dengan jenazah di sekitar makam diiringi musik live.

4 dari 7 halaman

Santhara dan Peti Gantung Bo

Foto: copyright Firsttoknow.com

Santhara (Jain, India)

Tradisi ini merupakan kematian sukarela dengan berpuasa. Dipraktekkan oleh masyarakat Jain di India. Santhara dimulai setelah seseorang memutuskan hidup mereka telah melayani tujuan dan siap untuk pemurnian spiritual. Praktek ini sering dianggap sebagai bentuk bunuh diri atau euthanasia.

Peti Mati Gantung Misterius Rakyat Bo (Cina)

Rakyat Bo Gongxian di Cina menggantungkan ratusan peti mati berisi jenazah atau milik mereka sendiri di kaki sampai di sisi tebing.

5 dari 7 halaman

Endokanibalisme dan Ritual Amputasi

Foto: copyright Odditycentral.com

Endokanibalisme (Australia dan Amerika Selatan)

Beberapa suku di Australia dan Amerika Selatan telah dikenal untuk berpesta daging orang meninggal. Menurut Antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomami di Amerika Selatan masih makan tulang dasar dan abu almarhum di tempat setelah kremasi diambil.

Ritual Amputasi di Papua Barat dan New Guinea

Ketika orang yang dicintai meninggal, masyarakat suku Dani akan memotong jari mereka sendiri. Ritual ini sekarang dilarang, namun diduga masih di lakukan untuk mengusir roh serta menggunakan rasa sakit secara fisik sebagai bentuk ekspresi kehilangan anggota keluarganya. Jari diamputasi kemudian dikeringkan dan dibakar menjadi abu atau disimpan di tempat yang suci.

6 dari 7 halaman

Sky Burials, Penari Telanjang di Pemakaman dan Menara Zoroastrian

Foto: copyright Patheos.com

Sky Burials (Penguburan Langit)

Banyak umat Buddha di Mongolia dan Tibet yang mempraktekkan ritual itu yakni 'Penguburan Langit'. Tradisi ini sering melibatkan upacara pemotongan almarhum menjadi potongan-potongan dan diberikan agar dimakan hewan, terutama burung bangkai. Dalam ajaran Buddha, jenazah dipandang sebagai kapal kosong dan tidak diperingati.

Pertunjukan Penari Telanjang dalam Pemakaman di Taiwan

Menampilkan penari-penari telanjang selama acara keagamaan bertujuan untuk menenangkan roh-roh yang berkeliaran.

Tower of Silence Zoroastrian (Mumbai, India)

Orang-orang akan meninggalkan jenazah pada 'dakhma', atau menara peristirahatan. Dalam kitab suci dan tradisi menerangkan bahwa jenazah yang membusuk mencemari bumi. Jadi, orang yang meninggal, tubuh mereka akan dibawa menuju menara peristirahatan itu untuk dimakan oleh burung pemakan bangkai.

7 dari 7 halaman

Tana Toraja dan Varanasi

Tana Toraja (Sulawesi Selatan, Indonesia)

Pemakaman di Tana Toraja, yang terletak di wilayah Indonesia Timur, adalah urusan epik yang melibatkan seluruh warga desa dan dapat berlangsung beberapa hari sampai berminggu-minggu. Dengan mengorbankan kerbau yang disembelih untuk membawa jiwa yang meninggal ke alam baka.

Tapi saat itu bisa mencapai bertahun-tahun. Sementara itu, mereka dianggap sebagai sosok yang 'tertidur' dan ditempatkan di ruangan khusus di rumah dan jadi simbol, dirawat dan dibawa keluar sebagai bagian dari kehidupan kerabat mereka.

Varanasi (India)

Di tepi sungai Gangga, umat Hindu mandi di perairan yang di anggap suci itu untuk membebaskan mereka dari dosa-dosa mereka. Gangga juga merupakan tempat yang mencakup dalam tradisi upacara kematian. Hindu kaya akan upacara kremasi di sana dan abunya di larung ke sungai atau di hamburkan ke dalam sungai. Bagi mereka yang kurang beruntung, jenazah mereka akan dibiarkan membusuk dalam air.

Bagaimana menurut Anda terkait ritual kematian di dunia yang ekstrim itu?