Kisah Haru Pria yang Bonceng Ibunya ke Kantor Setiap Hari

Fimela diperbarui 27 Apr 2015, 11:20 WIB

Ladies, sudahkah kita benar-benar berbakti kepada orang tua kita? Sebagai seorang anak, rasanya semua kebaikan yang kita lakukan semasa hidup kita tak akan bisa membalas semua kebaikan kedua orang tua kita. Namun, selama kita masih hidup dan orang tua kita masih ada, memang sudah sebaiknya kita melakukan yang terbaik untuk sosok yang sangat berjasa besar di kehidupan kita.

Kisah seorang pria asal Zhejiang, Cina ini benar-benar sangat menyentuh. Dilansir dari shanghaiist.com, setiap harinya pria bernama Lu Xincai ini akan membawa serta ibunya yang sudah sepuh berusia 84 tahun ke kantor setiap hari. Sang ibu menderita penyakit Alzheimer sementara tak ada yang bisa merawatnya di rumah. Sehingga, Lu memutuskan untuk membawa serta ibunya ke kantor supaya bisa menjaganya.

Ibu Lu menderita Alzheimer sejak tahun lalu. Sementara sang ayah sudah wafat beberapa waktu lalu. Istri Lu sendiri bekerja di luar kota. Di rumah, tak ada yang bisa menjaga atau merawat Ibu Lu. Itulah alasan Lu selalu membonceng ibunya ke kantor agar ia bisa sekalian menjaga sang ibu.



Lu mengendarai sepeda motor sejauh empat kilometer setiap harinya. Agar sang ibu tak jatuh dari sepeda motor, Lu menggunakan seutas tali untuk mengikat tubuh ibunya ke tubuhnya sendiri. Tak hanya itu, Lu mengendarai sepedanya dengan kecepatan rendah supaya sang ibu tetap nyaman saat dibonceng. Sepanjang perjalanan, Lu akan mengajak sang ibu mengobrol supaya tak gampang merasa bosan di perjalanan.

Sampai di tempat kerja, Lu akan membawa sang ibu ke sebuah ruang khusus yang telah disediakan oleh perusahaannya sebelum akhirnya bekerja sebagai petugas keamanan. Setiap satu jam sekali, Lu akan mengecek sang ibu dan mengajaknya mengobrol. "Hanya dengan melihatnya saya baru bisa merasa tenang. Kalau tidak, saya takut ia akan pergi entah ke mana," papar Lu pada reporter.

Lu sangat berharap waktu bisa berjalan lebih lambat. Hanya dengan begitu, ia bisa mendapatkan lebih banyak waktu bersamanya. Oh, sangat menyentuh dan mengharukan sekali ya kisah Lu dan ibunya ini. Semoga kita bisa meniru semangat Lu dalam berbakti kepada sang ibu tercintanya, ya Ladies.



 
 
 
(vem/nda)
What's On Fimela