Keguguran Berkali-kali, Apa Penyebabnya?

Fimela diperbarui 19 Mei 2015, 12:30 WIB

Keguguran adalah kejadian yang sangat ditakuti pasangan suami istri, terutama wanita. Bagi Anda yang mengalaminya, hal tersebut dapat menimbulkan depresi. Terlebih lagi jika keguguran terjadi berulang kali dan berturut-turut. Walaupun sulit, tetapi Anda tak perlu cemas karena Anda tetap dapat mengalami kehamilan yang sehat tanpa keguguran asalkan tidak ada masalah pada kondisi kesehatan reproduksi atau kesehatan secara menyeluruh.

Hingga saat ini, sebagian besar kasus keguguran berulang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, beberapa kasus keguguran berulang di bawah ini, perlu mendapat penanganan segera:

  1. Anda mengalami penggumpalan darah yang tidak normal atau antiphospholipid syndrome atau APS. Kondisi ini dikenal juga dengan nama sindrom darah lengket atau sindrom Hughes.
  2. Penggumpalan darah turunan yaitu thrombophilia terjadi karena faktor bawaan sejak lahir.
  3. Masalah genetik pada kromosom dari calon ibu atau calon ayah yang tidak terdeteksi hingga diturunkan ke bakal janin. Akibatnya, keguguran berulang terjadi karena adanya keabnormalan kromosom.
  4. Masalah pada rahim atau pada serviks wanita, seperti bentuk yang tidak normal hingga serviks yang lemah.
  5. Masalah usia juga menjadi salah satu penyebab terjadinya keguguran. Semakin tua usia ibu maka semakin rentan mengalami keguguran.
  6. Infeksi bakteri berupa bacterial vaginosis, yang meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.
  7. Semakin sering mengalami keguguran, kecenderungan untuk kembali mengalami keguguran juga semakin meningkat.

Namun, jika keguguran terjadi selama tiga kali berturut-turut, maka dokter akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan darah di laboratuorium untuk mendeteksi antibodi abnormal biasanya dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda enam minggu.

Jika diketahui bahwa penyebabnya adalah masalah penggumpalan darah, seperti APS, maka dokter akan memberikan obat pengencer darah saat Anda kembali hamil. Obat pengencer darah ini berupa aspirin dan heparin yang dapat membantu mengontrol kekentalan darah dan tidak menggagalkan kehamilan.

Akan tetapi, jika penyebabnya dicurigai adalah kanker serviks yang lemah atau pendek, pemindaian lebih lanjut akan dilakukan pada kehamilan berikutnya. Biasanya, serviks yang demikian ditandai dengan air ketuban yang pecah lebih dini atau serviks yang mengalami pembukaan tanpa disadari karena tidak adanya rasa sakit. Serviks yang gampang membuka ini dapat diperbaiki dengan jahitan pada kehamilan selanjutnya. Operasi ini tergolong kecil dan dapat mencegah keguguran meski tentunya tetap memberikan efek samping tersendiri.

Oleh karena itu, saat Anda mengalami keguguran janganlah berkecil hati. Janganlah menyerah dan segera periksakan lah ke dokter kandungan dengan melakukan pemeriksaan rutin dan menjalani semua metode yang disarankan oleh dokter. Serta mintalah bantuan orang-orang di sekitar Anda termasuk dokter dan keluarga untuk membantu Anda merawat dan menjaga kesehatan pada kehamilan berikutnya.

Ditinjau oleh : dr. Nina Amelia Gunawan

Sumber: meetdoctor.com

(vem/feb)