Bayi Perempuan Berkepala Dua Lahir di Bangladesh

Fimela diperbarui 13 Nov 2015, 12:21 WIB

Peristiwa aneh dan langka tapi nyata baru-baru terjadi di Bangladesh. Peristiwa tersebut adalah peristiwa di mana seorang ibu baru saja melahirkan buah hati perempuan yang memiliki dua kepala di tubuhnya. Ini merupakan peristiwa langka karena hanya terjadi pada 1 dari 50 hingga 100 ribu kelahiran di dunia. Data ini seperti yang diungkap pada Journal of Family and Reproductive Health. Dikutip dari laman dailymail.co.uk, bayi tersebut lahir di salah satu rumah sakit di distrik Brahmanbaria, Bangladesh pada Rabu malam tepatnya tanggal 11 November 2015.

Bayi perempuan berkepala dua ini lahir melalui persalinan caesar. Sang ayah yakni Mia Jamal mengatakan, "Buah hati kami memiliki dua kepala. Dia tumbuh sempurna meski dia berbeda. Dia makan melalui dia mulut kecilnya dan bernafas melalui dua hidungnya. Bersyukur, kini keduanya pulih dengan baik dan sehat."

Meski memiliki dua kepala, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter, bayi perempuan tersebut hanya memiliki satu set organ-organ vital di tubuhnya. Abu Kawsar, pemilik Standard Hospital of Total Healthcare, tempat di mana bayi dilahirkan mengatakan, "Ia memang memiliki dua kepala. Semua organ di tubuhnya seperti bayi normal lainnya. Ini merupakan keajaiban." Menurut analisis dokter, bayi tersebut kemungkinan mengalami kondisi langka yang disebut sebagai dicephalic parapagus.

Atas kelahiran bayi langka tersebut, banyak orang yang berdatangan ke rumah sakit hanya sekedar untuk melihat bayi. Banyak orang berdiri di depan ruang perawatan bayi agar mereka bisa melihat lebih dekat bayi berkepala dua. Beruntung, bayi perempuan tersebut kini telah dipindahkan ke salah satu rumah yang lebih besar di Dhaka. Di rumah sakit terbaru ini, orang tua bayi dan dokter berharap bahwa bayi bisa mendapat perawatan yang lebih maksimal sebelum akhirnya ia dibawa pulang.

Ayah si bayi kini mengaku kebingungan dengan kondisi putrinya di masa depan nanti. Pasalnya, pekerjaannya sebagai buruh tani tak memungkinkan dirinya untuk merawat dengan maksimal putrinya. Mia Jamal mengatakan, "Saya merasa sedih dan kasihan padanya. Saya hanya orang tua miskin. Saya takut tak bisa merawat dia dengan baik. Saya tak punya cukup uang untuk merawatnya, bahkan untuk merawat ibunya."

Ladies, semoga saja keluarga ini bisa melewati apapun yang ada di hidup mereka ya. Semoga saja, dengan kelahiran buah hati mereka, mereka bisa lebih semangat dalam menjalani kehidupan ke depannya. Semoga saja, kelahiran bayi perempuan tersebut tak menjadi beban untuk keluarganya. Semoga keluarga ini akan senantiasa bahagia meski diselimuti beragam kekurangan dalam hidup mereka.

(vem/mim)
What's On Fimela