Turun 50 Kg, Ibu Ini Bikin Heboh Dengan Foto Before-After Dietnya

Fimela diperbarui 05 Mei 2016, 13:30 WIB

Biasanya, seorang ibu beranak tiga sudah tak begitu peduli lagi dengan bentuk tubuhnya karena sudah sibuk mengurus anak. Tapi bukan itu yang dilakukan ibu anak tiga bernama Sarah Reynolds berikut ini.

Pada awalnya Sarah tak mempermasalahkan tubuhnya yang mulai membesar dan banyak lemak menumpuk. Setelah fotonya diupload dan di-tag dalam sebuah akun Facebook yang menunjukkan kumpulan foto-foto wanita tidak menarik, ia pun seakan disentil dan disadarkan untuk menjaga kesehatan dan bentuk tubuhnya.

Setelah ia menghilangkan tag dari akun tersebut, meski tersinggung, namun ini seakan menjadi peringatan baginya. Ia malu melihat foto tersebut dan akhirnya bertekad untuk berubah. Wanita 31 tahun ini muncul secara mengejutkan akhir-akhir ini dengan perubahan tubuhnya yang drastis.

Ia mengupload fotonya yang sudah langsing di Facebook dan mengatakan bahwa ia kehilangan 50 kg berat tubuhnya. Dulunya, setelah melahirkan anak ketiga, berat tubuhnya 225 pound atau sekitar 102 kg. Ia pun mulai mengubah pola makannya, mengurangi makanan cepat saji, minuman bergula dan membatasi ngemil.

Ini dijalani dengan tidak mudah. Ia harus mengimbangi aktivitasnya mengurus anak, rumah dan rencananya menjalani diet sehat. Hal yang paling sulit dihadapi saat ia menjalani diet adalah keinginan ngemil. Meski begitu, ia tetap termotivasi lagi jika melihat fotonya di Facebook beberapa waktu yang lalu.

Dengan segala aktivitasnya menjadi ibu, ia mulai melakukan olahraga rutin selama 30 menit, mengurangi karbohidrat dan beralih makan sayur dan buah. Ia mulai menetapkan komitmen, untuk berubah, untuk selalu olahraga dan memperhatikan asupan makanan. Apa pun yang terjadi, ia akan melakukan hal itu karena ia tahu tak ada yang bisa mengubahnya selain dirinya sendiri.

Ia juga bekerja dan aktivitas ini membantunya tetap aktif. Saat belanja dengan anak-anak pun, ia selalu menekankan untuk memilih dan membeli makanan yang sehat, yang membuat tubuh kuat, dan berenergi pada anak-anaknya. Ia menghindari kata-kata 'lemak', 'gemuk' atau 'diet', ia tak ingin mindset anak-anaknya buruk.

Setelah berat badannya turun, ia mulai melakukan latihan mengencangkan otot agar tidak bergelambir. Anak-anaknya kini juga terbiasa melihatnya olahraga, menurutnya ini adalah pelajaran yang bagus. Anak-anak melihat apa yang dilakukan orangtuanya, maka mereka belajar mengenai hal itu.

Sekarang, ia tak lagi merasa menjalani hidup sehat itu berat. Hal ini justru menyenangkan. Ia juga mengaku menjadi wanita yang lebih bersemangat sekaligus jadi ibu yang bahagia dengan tubuhnya yang lebih ringan dan sehat.

(vem/feb)
What's On Fimela