Perasaan Campur Aduk Di Rumah Sakit, Tapi Bayiku Harus Sehat

Fimela diperbarui 14 Jul 2016, 16:00 WIB

Anak merupakan harta yang tak ternilai harganya, betapa bahagianya menjadi seorang ibu dan bisa merawat buah hati yang kamu lahirkan sendiri dari rahimmu. Hal ini juga yang dirasakan oleh wanita kelahiran Jakarta bernama Maria Cicilia Galuh. Dirinya merasa senang bisa menjadi seorang ibu bagi Gwen Tanaya Ambarita, yang lahir pada 1 Juni 2016 dengan berat lahir 3,5 kg dan panjang 50 cm.

Namun ternyata, baru beberapa hari memiliki baby Gwen, Galuh dan suami harus menerima cobaan. Ia mengaku perasaannya campur aduk dan sangat sedih melihat putri kecilnya terkena penyakit kulit, yang pada akhirnya membuat Gwen harus dibawa ke rumah sakit.

"Gwen kena penyakit kulit. Awalnya, kayak bintik kecil jerawat di leher. Terus lama-lama membesar kayak melepuh tapi isinya cairan kuning seperti nanah dan ternyata nanah. Banyak yang bilang itu biasa terjadi pada bayi yang baru lahir. Tapi kok, lama-lama muncul di berbagai tempat di tubuhnya Gwen, akhirnya dibawa ke dokter. Saat itu juga, dokternya langsung mewajibkan rawat inap dan masuk ruang perinatalogi," cerita wanita kelahiran 1986 ini kepada Vemale di Depok Rabu 13 Juli 2016.

Menurut dokter yang menangani buah hatinya ini, Gwen terkena kuman atau bakteri dari orang-orang di sekitarnya yang menempel pada tangan atau pakaian sehingga harus di sterilkan. Dan yang menyedihkan, Gwen harus di infus, hati ibu mana yang tega melihat bayi yang masih merah kulitnya tertusuk jarum yang besar, kalau bisa sang ibu yang menggantikan posisi tersebut.

"Perasaan langsung hancur lebur kayak mau pingsan. Waktu dibilang harus dirawat, langsung nangis. Soalnya umurnya baru 8 hari. Sebagai ibu muda pasti panik banget, nggak tahu mesti bagaimana. Pokoknya ngikutin semua saran dokter aja, mungkin itu memang pilihan terbaik buat Gwen untuk dirawat saat itu juga," jelasnya.

"Gwen harus dirawat 6 hari di rumah sakit. Hal ini pasti jadi beban pikiran terus, sebentar-bentar menangis, apalagi dia harus di infus juga. Untuk bisa melihat dia di rumah sakit juga ada jadwalnya dan cuma bisa sejam doang. Masuk ruangan juga harus pakai baju khusus/steril yang sudah disediakan rumah sakit kayak kalau mau masuk ruang ICU," tambah Galuh.

Walau usianya baru 8 hari, tetapi seorang bayi bisa merasakan langsung kesedihan dari orang tuanya. Maka dari itu, saat menjenguk Gwen, Galuh harus tetap kuat dan penuh tawa, agar buah hatinya bisa cepat sembuh.

"Tapi kalau lagi jenguk, sebisa mungkin harus ketawa karena dia bisa merasakan kalau kita sedih. Meski waktu diajak ngobrol, suara dia ternyata juga bergetar karena menahan tangis. Tapi tetap harus bisa kuat biar dia cepat sembuh," ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, ini dijadikan pelajaran bagi Galuh dan ia pun tak ingin hal tersebut terjadi untuk kedua kalinya. Galuh pun menjadi tegas kepada orang-orang yang ingin menggendong atau mencium Gwen, wajib untuk membersihkan tangannya terlebih dahulu.

"Enggak mau terjadi untuk kedua kalinya. Begitu Gwen boleh pulang, jadi lebih galak sama orang-orang termasuk orang rumah. Saya sendiri pun menjaga kebersihan juga. Di dekat tempat tidurnya kita siapkan hand sanitizer dan tisu basah. Kita juga menyiapkan handwash yang anti kuman dan bakteri. Jadi kalau ada yang mau memegang harus cuci tangan dan pakai hand sanitizer itu," ucapnya.

Bukan hanya bisa dijadikan pelajaran untuk Galuh, tapi juga untuk para ibu muda di luar sana ya ladies. Penting sekali menjaga kebersihan untuk menjaga kesehatan bayi. Jangan sampai hal serupa juga terjadi pada bayi kamu ya.

(vem/yun/feb)