Studi: Risiko Kanker Tak Berpengaruh Buruk Bagi Kehidupan Seks

Fimela diperbarui 25 Agu 2016, 13:25 WIB

Bagi pasangan yang telah menikah, hubungan seks atau hubungan intim merupakan salah satu aktivitas yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Pada dasarnya, hubungan intim juga merupakan salah satu aktivitas yang membuat pasangan menjadi semakin sehat, semakin bahagia satu sama lain semakin lebih dekat. Tapi sayangnya, bagi pasangan yang memiliki risiko beberapa penyakit seperti diabetes, jantung dan lainnya, ia kerap kali mendapatkan hubungan intim yang kurang nyaman, kurang berkualitas dan kurang semangat.

Lantas, jika seseorang dengan risiko jantung juga diabetes akan mengalami penurunan performa saat melakukan hubungan intim, apakah bagi seseorang dengan risiko kanker juga akan mengalami penurunan performa saat melakukan hubungan intim? Dikutip dari laman asiantown.net, para ahli mengatakan bahwa mereka yang memiliki risiko kanker tidak akan mengalami penurunan performa ketika melakukan hubungan intim.

Para ahli mengatakan jika risiko kanker tidak akan berpengaruh buruk bagi kehidupan seks seseorang. Jadi, bagi mereka yang memiliki pasangan dengan risiko kanker, ini tidak akan menjadi masalah serius terkait hubungan seks keduanya. Para ahli mengungkapkan bahwa mereka yang menderita risiko kanker stadium awal, mereka masih bisa mendapatkan kehidupan seks yang maksimal seperti halnya orang-orang lain seusianya tanpa risiko kanker.

Namun sayangnya, banyak dari orang-orang dengan risiko kanker kurang nyaman dengan kondisi fisiknya. Mereka juga sering kali kurang nyaman dengan kanker yang diderita sehingga ia menjadi kurang percaya diri dan mengalami ketidakpuasan selama melakukan hubungan intim bersama pasangan. Penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, menemukan bahwa sebenarnya mereka dengan risiko kanker akan selalu bisa mendapatkan kehidupan seks yang mengesankan. Asalkan, mereka melakukannya dengan senang, nyaman dan penuh percaya diri. Karena pada dasarnya, risiko kanker tak berpengaruh buruk pada kehidupan seks seseorang.

Bahkan, para peneliti menyebutkan bahwa melakukan hubungan intim secara teratur dengan pasangan dengan kualitas yang mengesankan, hal ini perlahan akan menekan risiko kanker yang lebih buruk. Mereka yang teratur melakukan hubungan intim bersama pasangan dan bahagia akan hubungan tersebut, dikatakan mampu memperpanjang usia penderita kanker hingga 10 tahun bahkan lebih.

Martin Ledwick, kepala perawat di Cancer Research UK mengatakan, "Memang, beberapa perawatan terkait kanker sering kali berpengaruh pada fungsi seksual seseorang. Tapi, selama mereka bisa mengatasi hal ini dengan baik dan tetap percaya diri dengan kondisinya, mereka tetap akan mendapatkan kehidupan seksual yang mengesankan. Mereka juga diperbolehkan melakukan hubungan seksual sesering mungkin. Asalkan, fisik mereka kuat dan mereka bahagia ketika melakukannya."

Sementara itu, Dr Sarah Jackson seorang penulis penelitian ini mengungkapkan bahwa, "pasien kanker umumnya akan mengalami penurunan kepercayaan diri saat melakukan hubungan seksual. Penurunan kepercayaan diri inilah yang nantinya mempengaruhi kehidupan seksual mereka. Selama mereka tetap percaya diri dan nyaman dengan kondisinya, ia akan bisa dapatkan kehidupan seksual yang mengesankan, nyaman dan membuatnya bahagia." Semoga, informasi ini bermanfaat dan informasi ini bisa meningkatkan semangat siapapun untuk selalu percaya diri saat bersama pasangan.



(vem/mim)
What's On Fimela