Inge, Wanita Jogja Perkasa yang Kuat Bersepeda 180Km, Lari 42Km Plus Renang

Fimela diperbarui 14 Jul 2017, 10:48 WIB

Perempuan yang satu ini memang cocok disebut sebagai perempuan besi. Inge Prasetyo, demikian nama lengkapnya. Inge sanggup melakoni olahraga Triatlon yang terdiri dari bersepeda, berlari, dan berenang. Jarak tempuhnya pun tak main-main; untuk bersepeda ia melintasi jarak 180 Km, berlari 42 Km, dan berenang 3,8 Km. Semua itu ia jalani dalam tempo 11 jam 33 menit dan membuatnya duduk di peringkat satu untuk kelompok usia 35-39 tahun kompetisi Iron Man Taiwan 2016

Kompetisi Iron Man Taiwan 2016 merupakan lomba triatlon jarak jauh yang menguras energi seseorang. Atas keberhasilannya di Taiwan, perempuan kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1980 ini berhak melaju ke putran final Iron Man 2017 yang akan berlangsung di Hawaii, AS, di bulan Oktober. Ia adalah satu-satunya perempuan wakil Indonesia di ajang ini.

"Untuk persiapan Iron Man Taiwan saya mempersiapkan diri selama 2-3 bulan. Saya jaga kondisi baik-baik agar nggak dehidrasi, konsumsi makanan, dan bawa energy bar," kenang Inge ketika berbincang dengan kru vemale.com di bilangan Jakarta Selatan.

Iron Man Taiwan 2016 saat itu memang hanya menyediakan satu slot jatah ke putaran final buat perempuan kelompok usia Inge. Maka itu ia sudah bertekad untuk menyabet jatah tiket itu. "Pantang menyerah, pantang mundur. Saya bersyukur bisa mencapai finish. Tapi jadi juara 1 itu bonus," ujarnya merendah.

Inge sudah tidak asing dengan dunia olahraga. Sejak masa SMU dan kuliah di jurusan Teknik Kimia di AS, Inge memang mengikuti klub lari. Meski saat itu hanya sekadar iseng, ketahanan fisiknya ternyata sangat luar biasa.

Dikatakan Inge bahwa salah satu penyemangatnya adalah riwayat kesehatan keluarga. Di mana ibu kandungnya adalah enam bersaudara yang lima di antaranya meninggal akibat kanker. Ibu kandung Inge sendiri wafat pada Desember 2010 setelah 11 tahun berjuang melawan kanker yang berawal dari payudara.

"Aku sadar ada faktor genetika di keluarga karena itu aku mau mengubah pola hidup. Aku sendiri baru mulai olahraga lagi sekitar 1,5 tahun setelah Mama meninggal," tutur Inge yang kini jadi pengusaha mandiri.

Menyoal soal keikutsertaannya di Iron Man 2017 di Hawaii, ia bersyukur ada perwakilan Indonesia di ajang internasional. Sebab, inilah wadah tepat untuk menunjukkan pada dunia bahwa wakil Merah Putih juga memiliki daya tahan fisik yang di luar batas normal.

"Baru kali ini ada wakil Indonesia, saya nggak ada misi apa-apa, saya hanya ingin supaya orang tahu saja bahwa kita (Indonesia) juga mampu lho," tutupnya.

Jalan terus hai perempuan perkasa! Semoga semangat ketahanan fisik dan mental kamu bisa menjadi inspirasi bagi kami dalam menjaga kesehatan. Banggakan kami di Hawaii, Inge :)

(vem/zzu)
What's On Fimela